Tag Archives: yogya

Terios 7 Wonders : (Journal of Photo on the Go / JPG) Aksi Terios Sepanjang Jalur Jakarta-Ketapang


Kali ini saya akan mengajak Anda bersantai sambil menikmati foto-foto Daihatsu Terios dalam Ekspedisi Terios 7 Wonders yang menempuh lebih dari 3000 km dari Jakarta hingga Komodo. Pada episode kali ini aksi-aksi Daihatsu Terios bersama Sahabat Petualang akan disuguhkan di berbagai lokasi hidden paradise di Jawa, mulai dari Sawarna Banten, Desa Kinahrejo Yogyakarta, Suku Tengger di Ranu Pane, Taman Nasional Baluran, hingga menyeberang ke Bali dengan kapal feri.

Tidak perlu banyak komentar, silahkan nikmati sajian berikut…

 

1. Jakarta ke Yogyakarta

Keluar dari Tol Jagorawi, perjalanan sesungguhnya Terios 7 Wonders baru dimulai di sini...
Keluar dari Tol Jagorawi, perjalanan sesungguhnya Terios 7 Wonders baru dimulai di sini…
Terios menempuh perjalanan berliku menuju Desa Sawarna, Banten
Terios menempuh perjalanan berliku menuju Desa Sawarna, Banten
Terios berjejer di parkiran Desa Sawarna, ditemani caleg yang bernama.... lihat saja sendiri :)
Terios berjejer di parkiran Desa Sawarna, ditemani caleg yang bernama…. lihat saja sendiri 🙂
Istirahat sejenak di Pantai Karang Hawu sebelum memasuki Pelabuhan Ratu
Suting dulu di Tol Padaleunyi selepas dari Desa Sawarna menuju Yogyakarta
Shooting dulu di Tol Padaleunyi selepas dari Desa Sawarna menuju Yogyakarta
Isi bensin dulu karena perjalanan Terios ke Yogya masih panjang
Isi bensin dulu karena perjalanan Terios ke Yogya masih panjang
Terios sampai di Pringsewu Sumpiuh Kebumen Jawa Tengah, masih 3 jam lebih menuju Yogya, sementara jam sudah menunjukkan 9 malam
Terios sampai di Pringsewu Sumpiuh Kebumen Jawa Tengah, masih 3 jam lebih menuju Yogya, sementara jam sudah menunjukkan 9 malam

 

2. Yogyakarta hingga Desa Ranupane, Lumajang, Jawa Timur

Nah, ini dia 7 blogger yang bergaya di Dealer Astra Daihatsu Motor Yogyakarta, tepatnya di Jl Magelang
Nah, ini dia 7 blogger yang bergaya di Dealer Astra Daihatsu Motor Yogyakarta, tepatnya di Jl Magelang
Melintasi jembatan Kali Kuning yang sekaligus berfungsi sebagai cekdam penahan lahar Merapi
Melintasi jembatan Kali Kuning yang sekaligus berfungsi sebagai cekdam penahan lahar Merapi
Ketangguhan Terios terbukti di jalur lava tour Merapi di Desa Kinahrejo
Ketangguhan Terios terbukti di jalur lava tour Merapi di Desa Kinahrejo
Jalan rusak yang sedang diperbaiki menjadi salah satu rintangan di jalur menuju Malang
Jalan rusak yang sedang diperbaiki menjadi salah satu rintangan di jalur menuju Malang
Istirahat makan siang dulu sebelum mencapai Malang, tujuan akhir hari itu... sekalian iseng bergaya boleh lah :)
Istirahat makan siang dulu sebelum mencapai Malang, tujuan akhir hari itu… sekalian iseng bergaya boleh lah 🙂
Melintasi gerbang kota Ponorogo, Jawa Timur
Melintasi gerbang kota Ponorogo, Jawa Timur
Kalau ini di desa menuju Ranupane, tempat kediaman Suku Tengger
Kalau ini di desa menuju Ranu Pane, tempat kediaman Suku Tengger
Pemandangan unik pembangunan jembatan baja bergaya busur (arch bridge) di perjalanan menuju Desa Ranupane
Pemandangan unik pembangunan jembatan baja bergaya busur (arch bridge) di perjalanan menuju Desa Ranu Pane
Tong sampah yang akan diserahkan kepada warga Suku Tengger di Desa Ranupane, bersama barang-barang bawaan peserta yang membuktikan bagasi Terios yang lapang
Tong sampah yang akan diserahkan kepada warga Suku Tengger di Desa Ranu Pane, bersama barang-barang bawaan peserta yang membuktikan bagasi Terios yang lapang
Aksi sosial Ekspedisi Terios 7 Wonders di Desa Ranupane berupa penyerahan alat-alat kebersihan dan kaos Terios 7 Wonders
Aksi sosial Ekspedisi Terios 7 Wonders di Desa Ranu Pane berupa penyerahan alat-alat kebersihan dan kaos Terios 7 Wonders
Terbang bersama Terios (foto oleh Bambang Priadi / Bems, www.simplyindonesia.wordpress.com)
Terbang bersama Terios (foto oleh Bambang Priadi / Bems, http://www.simplyindonesia.wordpress.com)
Jalan rusak dan berliku yang harus dilahap Terios saat menuju Desa Ranupane dari arah Lumajang
Jalan rusak dan berliku yang harus dilahap Terios saat menuju Desa Ranu Pane dari arah Lumajang

 

3. Taman Nasional Baluran hingga Kapal Feri ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali

Malam-malam Terios memasuki kawasan Taman Nasional Baluran
Malam-malam Terios memasuki kawasan Taman Nasional Baluran
Terios in action di Afrika... eh di Baluran dink alias Africa van Java
Terios in action di Afrika… eh di Baluran dink alias Africa van Java
Kembali Terios melintasi padang rumput TN Baluran yang eksotis
Kembali Terios melintasi padang rumput TN Baluran yang eksotis
Jejeran 7 Terios menembus pagi yang cerah di TN Baluran
Jejeran 7 Terios melahap savana, menembus pagi yang cerah di TN Baluran
Bersiap-siap memasuki kapal feri di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, selamat tinggal Pulau Jawa...
Bersiap-siap memasuki kapal feri di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, selamat tinggal Pulau Jawa…
Terios mendominasi kapal feri menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali
Terios mendominasi kapal feri menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali

 

Nantikan foto-foto berikutnya di jalur Bali-LombokSumbawa hingga Komodo di postingan berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Festival Barongsai, Indahnya Keberagaman Budaya Jogja


Sekali lagi bukti keberagaman budaya Jogja diselenggarakan pada Sabtu, 23 Februari 2013 lalu. Festival ini diadakan dalam rangka memperingati Imlek sekaligus sebagai upaya mempererat persaudaraan antar etnis di Jogja. Saya sendiri tidak melewatkan event menarik ini. Dengan berbekal kamera, saya dan seorang teman saya sudah standby sejak pukul 17.30 WIB di pinggir jalan Malioboro. Karnaval ini start dari taman parkir Abu bakar Ali pada pukul 18.15 WIB sehingga pada pukul 17.45 sepanjang jalan Malioboro telah ditutup dan dikosongkan dari kendaraan bermotor. Barisan karnaval ini diawali oleh para prajurit Keraton yang berseragam layaknya punggawa keraton, para prajurit ini sebagian besar memang sudah berumur, tapi semangatnya luar biasa! Indah sekali rasanya melihat bapak-bapak yang sudah cukup sepuh ini bersemangat. 🙂

Salah satu barongsai yang tampil di Malioboro
Salah satu barongsai yang tampil di Malioboro

Continue reading Festival Barongsai, Indahnya Keberagaman Budaya Jogja

Jadah Tempe, Jajanan Khas Kaliurang


Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari Sleman, Yogyakarta. Belum lengkap rasanya datang ke Kaliurang tanpa mencicipi makanan ini. Makanan ini tidak akan anda temui di sembarang tempat di kota Yogyakarta karena makanan ini khas Kaliurang dan sangat terkenal hanya ada di sekitar tempat wisata yang berada di lereng Gunung Merapi ini.

Jadah tempe yang sangat menggugah selera, bukan?

Nama Jadah Tempe sesungguhnya merupakan gabungan dari dua jenis makanan yaitu jadah yang merupakan olahan dari ketan dan tempe ataupun tahu. Baik tempe atau tahunya biasanya diolah dengan cara dibacem. Makanan bahan olahan dari ketan ini dibuat dengan campuran kelapa yang rasanya gurih. Sedangkan pasangannya tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem dengan rasa manis. Akan lebih nikmat jika di temani dengan cabe rawit. Biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang. Jadi rasa makanan ini kombinasi gurih dengan manis plus rasa pedas cabe rawit. Makanan yang satu ini memang sangat cocok dinikmati pada hawa dingin seperti yang bisa anda temui di daerah Kaliurang, Sleman.

Continue reading Jadah Tempe, Jajanan Khas Kaliurang

Image Gallery: Festival Kesenian Yogyakarta 2012 (Yogyakarta Art Festival)


All photos are credited to: Fadila Adelin (Backpackology’s Yogyakarta Contributor)

The Yogyakarta Art Festival 2012 was opened today by the province’s Governor, Sri Sultan Hamengkubuwono X. This annual event will last for the whole tree weeks. It is considered as a major tourist attraction. If you wish to visit Jogja, there is no better time than these days.

Below are some images that capture the unique and attractive sights in Jogja following the FKY.

Jogja is welcoming visitors!

Continue reading Image Gallery: Festival Kesenian Yogyakarta 2012 (Yogyakarta Art Festival)

Pantai Siung, Pesona Baru Yogyakarta


Oleh Olenka Priyadarsani

Pantai Siung adalah salah satu pantai di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Meski termasuk yang paling baru dikenal, pantai ini telah menjadi andalan wilayah tersebut. Belum lama ini, saya mengunjungi pantai itu dan menyadari potensi wisata yang dimilikinya.

Siung terletak di Kecamatan Tepus, sekitar 70 km dari Yogya. Berbeda dengan pantai-pantai yang telah lebih dahulu dikenal seperti Parangtritis, Siung termasuk pendek. Pantai ini terletak di cekungan yang panjangnya hanya sekitar 300-400 m. Namun justru di sinilah letak keistimewaannya.

Pantai pendek ini dikelilingi oleh karang-karang besar berwarna kehitaman, yang sebagian besar ditumbuhi vegetasi dan lumut hijau. Paduan laut biru jernih dan karang kehijauan menambah keindahan panorama tempat ini.


Pantai Siung. Foto: Puput Aryanto

Siung bukanlah pantai yang paling ideal untuk berenang karena menghadap langsung ke Samudera Hindia. Topografi pantai yang berkarang dan berbatu serta ombak yang besar pun menyulitkan Anda untuk berenang. Tak heran pemerintah setempat memasang tanda larangan berenang. Namun, tentu Anda masih bisa bermain-main air di pinggir pantai.

Keistimewaan lain dari pantai ini adalah masih banyaknya pepohonan di pinggir pantai. Anda tinggal menyewa tikar dari penduduk sekitar dan berteduh di bawah pohon-pohon itu.

Selain cocok sebagai tempat melarikan diri dari kesibukan sehari-hari, Siung sangat sesuai bagi Anda yang memiliki hobi fotografi. Pantai yang pendek dan dibatasi karang-karang justru merupakan objek foto yang sangat menarik.

Bila tidak keberatan mengeluarkan keringat, Anda dapat mengikuti jalan setapak di sisi kiri pantai untuk mencapai puncak tebing. Sekitar 10-15 menit dibutuhkan hingga sampai ke puncak. Dari sana, akan terlihat keseluruhan pantai dan karang-karang besar di sisi kiri dan kanan. Juga terlihat Pantai Wediombo yang berada di sisi sebelah timur Siung.

Selain menjadi objek wisata dan foto yang menarik, daerah di sekeliling Pantai Siung juga sering dijadikan tempat latihan panjat tebing. Mahasiswa pencinta alam di Yogya — dan bahkan luar kota — sering berlatih di sini, memanfaatkan tebing-tebing dengan ukuran bervariasi dan jalur yang beragam.

Karena baru dikenal beberapa tahun belakangan ini, Siung belum banyak dikunjungi wisatawan. Air lautnya masih jernih, karang-karangnya pun masih bebas dari tangan-tangan jahil manusia.

Penduduk setempat telah membangun warung, toilet dan mushola di pantai ini. Berbeda dengan tempat wisata kebanyakan, harga-harga di pantai ini masih tergolong normal sehingga pantai ini dapat menjadi opsi jalan-jalan murah bagi Anda.

Bila perut mulai melilit, Anda dapat mendatangi salah satu warung yang berjajar di pinggir pantai. Biasanya mereka menyediakan mi instan, nasi dan lauk, serta es kelapa muda. Anda juga dapat meminta penjaga warung untuk memasakkan ikan yang baru ditangkap nelayan.

Sayangnya, di daerah ini banyak nelayan menangkapi bayi hiu padahal hewan itu adalah salah satu spesies yang dilindungi.

Menuju Siung

Dengan kendaraan pribadi dari Yogya, Anda tinggal menuju ke Jalan Wonosari. Dari Yogya hingga ke Wonosari, ibukota Gunungkidul, dibutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam perjalanan. Hati-hati terhadap jalan yang menanjak dan berliku.

Sampai di Wonosari, Anda tinggal mengikuti jalan ke arah Pantai Baron hingga persimpangan yang menuju ke Pantai Siung. Total waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Siung sekitar 2-2,5 jam tergantung moda transportasi dan kecepatan kendaraan Anda.

Bila Anda memilih kendaraan umum, Anda harus naik bis ke terminal Wonosari. Di sana Anda harus berganti dengan minibus arah Tepus atau Jepitu. Di perhentian terakhir Anda harus menyewa ojek.

Karena jalur transportasi umum masih kurang memadai, cara ini tidak disarankan. Anda yang berasal dari luar kota lebih baik menyewa motor/mobil di Yogya, dan menempuh perjalanan sendiri hingga lokasi yang dituju.

Jangan khawatir, seperti hampir keseluruhan wilayah Yogyakarta, akses jalan hingga ke tempat-tempat terpencil – termasuk Siung dan pantai-pantai di sekitarnya – adalah jalan aspal halus.

Dengan kendaraan pribadi, Anda juga akan lebih mudah untuk mengunjungi pantai-pantai lain di wilayah itu, antara lain Sundak, Krakal, Wediombo dan Sadeng. Mari kita ke Yogya!

Harga tiket (pungutan resmi)
Orang   Rp 1000
Mobil    Rp 1500
Motor   Rp 1000

Parkir
Mobil    Rp 5000
Motor   Rp 2000