Tag Archives: wisata malaysia

Looking at Malaysia’s History at Taiping


Malaysia is not only KL, Penang, Langkawi and Malacca! There are more destinations with many attractions to visit. (Harusnya Simbok diangkat jadi Duta Pariwisata Malaysia sama Syed Saddiq – Menterinya aja milih wekekeke)

I am writing this piece while drinking charcoal roasted white coffee from Antong coffee mill in Taiping, the oldest coffee mill in Malaysia.

Perak Museum

If you want to to look closer to Malaysia’s history, particularly during colonialism era, you should go to Taiping. The town used to serve as Perak state capital lies between Ipoh and Penang. It has the first museum in Malaysia, as well as the first operational rail way station, and most importantly the first coffee factory in the country.

Many people overlook this town on the way to more developed Penang. We did not even consider it as tourism destination until recently, when we ran out weekend getaway destination. But yet, we found Taiping has many attraction to offer, so a weekend is actually not enough to cover all. Continue reading Looking at Malaysia’s History at Taiping

Advertisements

Review Legoland Malaysia


Akhirnya kami ke Legoland setelah tiga tahun sebelumnya pergi ke Johor dan  memutuskan untuk tidak ke Legoland karena …….mahal hahahahha. Tapi tahun ini kami memutuskan sudah worth it karena Oliq sudah umur 6 tahun dan sudah bisa bermain hampir semua wahana di Legoland.

Legoland Malaysia yeaaay!

Tiket Legoland untuk non myKad (non Malaysian) di counter adalah RM 250 dewasa dan RM 200 anak-anak di atas 3 tahun. Di bawah 3 tahun masih gratis, dengan menunjukkan paspor. Kami membeli secara online selambatnya 7 hari sebelum hari-H, tiketnya RM 200 dewasa dan RM 160 anak-anak antara 3-12 tahun. Itu adalah harga tiket combo untuk theme park dan water park. Continue reading Review Legoland Malaysia

Wisata Syariah di Terengganu


Bagaimana rasanya mengelilingi 23 masjid paling keren di dunia, mulai dari Indonesia kita tercinta sampai Tunisia, Spanyol, dan Rusia? Ha mbuh saya juga belum pernah hahahha. Tapi minimal kemarin kami sudah mengelilingi miniaturnya di Kuala Terengganu, Malaysia.

Hitung-hitung gladi resik sebelum berkunjung ke tempat sebenarnya. Ya to?

Gerbang masuk Taman Tamadun Islam

Tidak ditampik, sebagai muslim kami pun selalu tergerak untuk mengunjungi masjid di negara di mana kami hinggap, terutama bila itu adalah negara di mana muslim bukan mayoritas. Kami pernah ke beberapa masjid di Thailand, ke Seoul Central Mosque di Itaewon Korea Selatan, Masjid Ammar di Hong Kong, dan Central Mosque di Dong Khoi Ho Chi Minh City Vietnam.

Kalau di negara muslim, jelas dong, karena masjid hampir selalu menjadi salah satu atraksi wisata.

Terengganu, selain Kelantan, adalah negara bagian di Malaysia di mana nilai Islami memang masih dinilai tinggi. Huruf Jawi (penggunaan huruf Arab untuk Bahasa Melayu – seperti Arab Melayu di Sumatera atau Pegon di Jawa) masih umum dipakai. Bahkan untuk iklan-iklan di billboard (kalau yang ini saya kok rasanya enggak nemu di Sumatera).

Terengganu punya satu objek wisata unggulan yaitu Masjid Kristal yang terapung di Sungai Terengganu, termasuk dalam kompleks Taman Tamadun Islam. Taman Tamadun Islam ini terletak di Pulau Wan Man yang terhubung langsung dengan pusat kota Kuala Terengganu. Jadi ceritanya ini adalah menggabungkan antara wisata spiritual dengan edutainment, yaitu berupa wahana yang menghadirkan miniatur masjid-masjid di dunia. Well, tidak semuanya masjid sih, yang jelas merupakan miniatur peninggalan Islam dari seluruh dunia.

Tiket masuk ke wahana ini adalah RM 22 untuk dewasa, sementara anak-anak usia di bawah 7 tahun masih gratis. RM 22 itu sudah termasuk makan gratis lho, makannya pun lumayan, yaitu pilihan nasi campur atau bihun/mie/kwetiau kuah.

Cuaca Terengganu nggak jelas banget waktu kami datang. Begitu masuk, mau ke miniatur masjid pertama sudah hujan. Kami harus berteduh di emperan souvenir shop yang sukses membuat Ola, “Mau beli bonekaaaaaaaa. Mau beli bonekaaaaaaa.”

Simbok lelah.

Miniatur Masjid Kul Sharif di Rusia

Satu menit berikutnya matahari bersinar terang dan kami bisa mulai menjelajah wahana Islami ini. Masjid yang pertama kami datangi adalah Kul Sharif Mosque di Kazan, Rusia, negara saya idam-idamkan. Aslinya, masjid ini dibangun dengan arsitektur Volga Bulgaria di Kazan Kremlin Tatarstan pada abad ke 16, namun dihancurkan oleh Ivan The Terrible pada tahun 1552. Pada tahun 1996 masjid dibangun kembali dengan bantuan beberapa negara Islam. Continue reading Wisata Syariah di Terengganu

Chin Swee Temple, Genting dari Sisi Lain


Genting Highlands selalu identik dengan kasino, cable car, dan wahana-wahana pemacu adrenalin. Orang datang ke Genting untuk berhura-hura membelanjakan ringgit mereka. Tahun depan, mungkin, Genting telah selesai bersolek dengan wahana-wahana barunya setelah bertahun-tahun mengalami renovasi yang tak kunjung usai.

Bagi orang Indonesia, terutama yang bar pertama kali ke Kuala Lumpur, agenda ke Genting seolah-olah menjadi sesuatu yang wajib – sama wajibnya dengan Colmar Tropicale di Berjaya Hills yang menurut saya overestimated.

Chin Swee Temple letaknya sangat scenic
Chin Swee Temple letaknya sangat scenic

Baiklah, naik skycab Genting memang selalu jadi pesona tersendiri, termasuk bagi kami yang mungkin sudah 5 kali melakukannya. Tapi, ternyata di Genting ada sebuah kuil cantik dan besar yang justru kebanyakan dilewatkan.

Chin Swee Temple, terletak sekitar 10 menit perjalanan dari resor Genting, dibangun pada tahun 1976 di atas tanah yang diwakafkan oleh Dato’ Seri Lim Goh Tong. Lokasi kuil sangat fotogenik karena berada di atas bukit berbatu. Continue reading Chin Swee Temple, Genting dari Sisi Lain

Pantai Morib, Alternatif Tujuan Wisata Keluarga di KL dan Sekitarnya


Bagi warga Kuala Lumpur, Selangor, dan sekitarnya, wisata pantai yang paling umum pastinya Port Dickson alias PD. Tapi sebenarnya masih banyak pantai-pantai lain yang menarik tapi kurang terkenal dibanding PD. Dulu kami pernah melancong ke Pantai Bagan Lalang setelah mengantarkan orang tua ke KLIA2, sekarang setelah bayi Ola kembali ke KL, saya ingin mencari pantai yang lain. Setelah browsing-browsing pilihan pantai seputaran KL dan Selangor, akhirnya kami putuskan untuk menuju Pantai Morib, tak jauh dari Bandar Banting.

Pantai Morib, alternatif wisata keluarga murah meriah di sekitar Kuala Lumpur
Pantai Morib, alternatif wisata keluarga murah meriah di sekitar Kuala Lumpur

Continue reading Pantai Morib, Alternatif Tujuan Wisata Keluarga di KL dan Sekitarnya