Tag Archives: wisata anak KL

Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak


I’m back. Setelah berbulan-bulan bertapa dalam gua mencari wangsit gimana caranya ngajak Puput plesiran — dan terus gagal — akhirnya saya menyerah dan kembali ngeblog walaupun dengan tulisan dari perjalanan masa lalu.

Nah, belakangan makin sering terbaca di forum traveling tentang orang tua yang kebingungan mau bawa anak-anak ke lunar negeri. Ke mana yang paling paling cocok. Saya sih bakal langsung menjawab (dalam hati) ASEAN karena dari segi biaya dan jarak relatif murah dan mudah. Tapi, mana dulu?

Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan...
Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan…

Sebelum meneruskan baca ini, silakan baca tulisan Simbok terdahulu.

Peringkat Negara-Negara ASEAN untuk Jalan-jalan

….dijamin daftarnya berbeda sekali dengan yang ini. Karena liburan bawa anak-anak dan dewasa semua itu berbeda jauh, terutama buat newbie family traveller. Kecuali kalau anak-anakmu dan orang tuanya sudah terbiasa traveling. Monggo, mau Nepal, Tanzania, atau Kenya.

Terus terang saya belum pernah membawa anak-anak ke seluruh negara (Ola baru 4 negara, Oliq baru 7 negara ASEAN termasuk Indonesia), jadi saya membuat list berdasarkan pengalaman saya mengunjungi semua negara ASEAN dengan atau tanpa anak.

Lalu bagaimana daftar saya? Continue reading Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak

Advertisements

Warna-Warni I-City Shah Alam


“Mbak Olen, kalau ke I-City naik apa ya?” tanya seorang teman. Sebagai seseorang yang waktu itu sudah tinggal di KL selama setahun, saya sok cool dong. Untung nanyanya di Whatsapp, jadi nggak ketahuan kalau saya buru-buru googling. Ditanya transportasi ke sana, lha wong I-City itu apaan aja saya nggak mudeng.

Yes, @geretkoper, it was you.

i-City dari atas kereta
i-City dari atas kereta

Setelah memasuki tahun ke-3 tinggal di KL, baru kami akhirnya ke sana weekend lalu. Kali ini dengan formasi super lengkap, keluarga kecil bahagia dua anak cukup. Karena naik mobil pribadi, begitu keluar dari apartemen langsung bisa masuk jalan tol, and it was toll all the way sampai ke Shah Alam. Dan ternyata jauh juga, butuh waktu lebih dari 1 jam dengan acara mampir shalat magrib dulu di pom bensin.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Transportasi umum: naik KTM Komuter dari KL Sentral ke Stesen Shah Alam (arah Pelabuhan Klang), sambung naik taksi ke I-City. Masalahnya adalah kalau pulang malam kayanya susah cari taksi dari I-City.

Kami sampai di I-City tepat jam 8 malam. Dari jalan sudah kelihatan warna-warni lampu LED berbentuk pohon-pohon. I-City adalah taman hiburan (yang sebenarnya kecil tapi kabarnya sedang diperbesar) yang atraksi utamanya adalah lampu warna-warni.

Di Malaysia, sebenarnya taman dengan lampu-lampu LED warna-warni berbentuk pohon atau dipasang di jembatan adalah sesuatu yang tidak jarang. Minimal selain di I-City ini ada sedikit di bawah fly over di dekat IKEA Cheras, di sepanjang Sungai Kuantan di Pahang, dan yang lumayan semarak di sepanjang sungai di Ipoh.

“Lumayan nih buat foto,” kata Puput. Oliq juga sudah semangat lagi, apalagi waktu lihat bianglala – yang ternyata bagian dari pembaharuan sehingga belum beroperasi. Duh.

Awalnya saya kira I-City ini menjadi bagian dari pusat perbelanjaan besar seperti Berjaya Times Square, ternyata sekelilingnya hanya toko-toko biasa dengan beberapa gerai waralaba seperti KFC dan 7-11.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Continue reading Warna-Warni I-City Shah Alam