Tag Archives: turki

Menjelajahi Keunikan Dunia Islam di Istanbul (telah diterbitkan oleh PublicaPos)


Kalau Anda berniat jalan-jalan sekaligus mengunjungi obyek wisata peninggalan kebudayaan Islam yang termahsyur, Istanbul adalah destinasi terbaik. Istanbul merupakan pusat pemerintahan kerajaan Turki Utsmani (Ottoman Empire) yang tercatat sebagai kerajaan Islam terbesar sepanjang sejarah, hingga kejatuhannya pada tahun 1922. Pada awalnya, kota ini bernama Konstantinopel yang merupakan ibukota kerajaan Byzantium. Lalu pada tahun 1453, oleh Sultan Muhammad Al Fatih / Mehmed II, kota ini berhasil ditaklukkan dan diubah namanya menjadi Islambol (Islam keseluruhan), sekaligus berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani yang baru.

Bagian dalam Blue Mosque yang luar biasa, perpaduan pilar-pilar kokoh dengan kubah nan megah
Bagian dalam Blue Mosque yang luar biasa, perpaduan pilar-pilar kokoh dengan kubah nan megah

Ada banyak maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta ke Istanbul, umumnya yang paling murah adalah maskapai timur tengah. Anda bisa mendapatkan tiket pulang pergi mulai dari USD 600 kalau sedang promo. Namun, normalnya harga mulai dari USD 800. Sesampai di Istanbul, Anda bisa mencari penginapan di kawasan Sultanahmet. Di sini tersedia berbagai pilihan, mulai dari kelas hostel dengan harga mulai dari USD 25 per orang, apartemen mulai dari USD 60, hingga hotel mulai dari USD 50. Kawasan ini adalah daerah paling strategis karena dekat dengan obyek wisata utama di Istanbul seperti Museum Aya Sofya (Hagia Sophia), Blue Mosque, dan Grand Bazaar. Untuk sarana transportasi, paling nyaman adalah menggunakan trem dan kereta metro. Untuk kenyamanan, Anda lebih baik beli kartu Istanbulkart seharga TL (Turkish Lira) 10 yang berisi TL 4. Dengan kartu ini, Anda tak perlu mengantri dan harga tiketnya pun lebih murah.

Trem T1 Kabatas-Bagcilar andalan sejuta umat
Trem T1 Kabatas-Bagcilar andalan sejuta umat

Mengingat Jakarta-Istanbul harus ditempuh kurang lebih 14 jam di luar transit, sebaiknya Anda menyiapkan waktu paling tidak 4 hari 3 malam di Istanbul. Kalau digabung dengan waktu perjalanan, kira-kira minimal 6 hari. Perhitungkan juga penyesuaian zona waktu alias jetlag ketika tiba di Istanbul. Biasanya, sehari pertama Anda akan sangat mengantuk di sore hari dan gampang tertidur, kemudian pagi harinya Anda akan terbangun pada dini hari.

Obyek wisata no.1 di Istanbul adalah Museum Aya Sofya alias Hagia Sophia. Bangunan ini didirikan pada tahun 537 sebagai Gereja Kristen Ortodoks hingga penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453. Setelah kejatuhan kota Konstantinopel dan berganti menjadi Istanbul, Ayasofya diubah fungsi menjadi masjid oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. Hingga kejatuhan kerajaan Turki Utsmani pada tahun 1931, Ayasofya lalu ditutup selama 4 tahun, kemudian dibuka lagi sebagai Museum sebagai lambang sekularisme Republik Turki yang didirikan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Bangunan ini sangat terkenal karena keindahan interiornya dan kemegahan kubah utamanya yang berdiameter hingga 31 m, yang melambangkan kemajuan arsitektur yang jauh melampaui bangunan lain pada masanya. Yang paling menarik adalah dalam bangunan ini ada lukisan Bunda Maria pada salah satu kubahnya, sementara di sekelilingnya ada tulisan Allah dan Muhammad dalam huruf Arab yang lazim terdapat dalam masjid. Sebagai bekas masjid, ornamen seperti mihrab (tempat imam sekaligus menunjukkan posisi kiblat) dan mimbar yang cantik masih terjaga dengan baik. Sementara sebagai bekas gereja, lukisan mozaik yang menggambarkan suasana kerajaan Byzantium pada waktu itu juga masih terawat dengan baik. Biaya masuk museum ini adalah TL 30.

Di Indonesia, apa ada kubah yang sedemikan fenomenal?
Di Indonesia, apa ada kubah yang sedemikan fenomenal?

Tepat di hadapan Ayasofya adalah Masjid Sultan Ahmet alias Blue Mosque. Disebut demikian karena ubin yang berwarna biru di dalam masjid ini, sementara dari luar sebenarnya tidak berwarna biru. Dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun 1609, masjid ini dianggap sebagai puncak perkembangan masjid selama dua dekade di Kerajaan Turki Utsmani. Masjid ini memiliki satu kubah utama, enam menara, dan delapan kubah kecil. Bagian dalam masjid ini sangat cantik, dengan lampu-lampu indah yang menggantung dari langit-langitnya yang tinggi. Pengunjung bisa memasuki masjid ini secara gratis, namun ada batasan bagi wisatawan yang hanya melihat-lihat saja. Kalau Anda berniat shalat di masjid ini, sebaiknya datang pada saat waktu shalat, yang terbaik adalah pada saat Shalat Subuh.

Blue Mosque
Blue Mosque

Destinasi berikutnya adalah Istana Topkapi di belakang Ayasofya. Kompleks istana yang luas ini adalah kediaman keluarga Sultan dari tahun 1465 hingga 1856. Kompleks ini terdiri dari empat halaman dan beberapa bangunan kecil, dengan sebagian batasnya berupa garis pantai. Kompleks ini aslinya berfungsi sebagai lokasi acara kenegaraan hingga hiburan bagi keluarga kerajaan. Setelah berubah fungsi sebagai museum setelah keruntuhan Kerajaan Turki Utsmani, kompleks ini banyak menyimpan peninggalan berharga dari dunia Islam seperti tongkat Nabi Musa A.S., jubah dan pedang Nabi Muhammad S.A.W., ornament kerajaan, kaligrafi, hingga foto-foto Sultan Turki Utsmani. Anda juga bisa menikmati keindahan Selat Bosphorus dari kompleks istana ini. Tiket masuk ke museum ini berharga TL 30.

Pintu gerbang Istana Topkapi yang megah, salah satu bukti kebesaran Kerajaan Turki Utsmani

Pintu gerbang Istana Topkapi yang megah, salah satu bukti kebesaran Kerajaan Turki Utsmani

 

Dari Ayasofya, Anda juga bisa menyeberang jalan dan berkunjung ke Basilica Cistern. Ini adalah waduk bawah tanah yang menakjubkan. Dibangun pada abad ke-6 pada masa Kaisar Justinianus, bangunan waduk ini memiliki panjang 140 m dengan lebar 70 m. Kubah bawah tanahnya ditopang oleh 336 pilar marmer dalam 12 baris yang terdiri dari 28 pilar. Air di dalam waduk ini berasal dari hutan Belgrad yang berjarak 19 km dari kota ini. Anda akan terkagum-kagum begitu masuk ke dalamnya, mengingat teknologi yang sangat maju, yaitu campuran semen yang tahan air, dari abad ke-6. Tiket masuknya adalah TL 10.

Pilar-pilar Basilica Sistern yang kokoh nan menawan... Anda akan takjub bahwa bangunan bawah tanah ini sudah dibangun dari abad ke

Pilar-pilar Basilica Cistern yang kokoh nan menawan… Anda akan takjub bahwa bangunan bawah tanah ini sudah dibangun dari abad ke-6

 

Berikutnya adalah Yeni Cami alias New Mosque. Walaupun namanya “baru”, tapi sebenarnya masjid ini sudah berdiri dari tahun 1660. Sejarah masjid ini cukup panjang dengan dibumbui krisis ekonomi dan politik. Yang istimewa dari masjid ini salah satunya adalah lokasinya yang sangat strategis di pinggir Sungai Tanduk Emas / Golden Horn (lebih tepatnya teluk dari Selat Bosphorus yang membelah Turki menjadi benua Asia dan Eropa). Masjid ini juga merupakan rumah bagi ratusan burung merpati. Bahkan di depan masjid ada semacam gardu tempat orang-orang menjual makanan merpati bagi pengunjung yang ingin memberi makan sang burung. Letaknya yang bersebelahan dengan Spice Bazaar juga menjadikan suasana sekitarnya sangat hidup dan ramai. Anda juga bisa menyaksikan kapal-kapal yang lalu lalang di Sungai Golden Horn atau sekedar melintas di atas jembatan sambil memandangi keramaian orang memancing di pinggir jembatan.

Anda bisa membeli makanan burung dan ikut memberi makan di depan New Mosque
Anda bisa membeli makanan burung dan ikut memberi makan di depan New Mosque

Anda tentu jangan melewatkan masjid terbesar di Istanbul, yaitu Masjid Suleymaniye. Masjid ini dibangun atas perintah Sultan terbesar Kerajaan Turki Utsmani, yaitu Sultan Suleyman the Magnificent. Pembangunannya dimulai tahun 1550 dan selesai delapan tahun kemudian. Terletak di Bukit Ketiga (Third Hill), masjid ini terlihat sangat berwibawa dengan pemandangan kota Istanbul yang luas di sekelilingnya. Masjid ini merupakan perpaduan arsitektur Byzantium dan Islam dengan menara yang tinggi dan ramping serta kubah besar. Tinggi menara mencapai 72 meter, tertinggi dari semua masjid di Istanbul, sementara diameter kubah mencapai 26 meter. Menaranya memiliki 10 galeri yang menandakan bahwa Sultan Suleyman I adalah Sultan kesepuluh dari Kerajaan Turki Utsmani. Di dalam masjid, ada sekelompok relawan yang berbagi info mengenai Islam. Anda juga bisa menggali berbagai info tentang Islam dan Turki yang pastinya sangat menarik.

Suleymaniye Cami, masjid terbesar dan termegah di Istanbul, sekaligus melambangkan kejayaan Ottoman Empire pada masa Sultan Suleyman the Magnificent
Suleymaniye Cami, masjid terbesar dan termegah di Istanbul, sekaligus melambangkan kejayaan Ottoman Empire pada masa Sultan Suleyman the Magnificent

Kunjungan ke Istanbul kurang lengkap tanpa berbelanja di Grand Bazaar. Meskipun sejatinya adalah pasar tradisional, gaya bangunannya yang berupa labirin dengan lorong-lorong panjang dan bercabang-cabang menjadikan penelusuran di dalamnya menjadi sangat menantang sekaligus mendebarkan. Tak jarang pengunjung menjadi tersesat di dalamnya atau bingung ketika keluar di pintu yang berbeda. Di sini bisa dibilang apa saja ada, namun yang khas adalah bumbu-bumbu ala Turki, biasa disebut Ottoman Spices, karpet Turki, dan berbagai perhiasan dan ornament khas Turki. Seperti halnya pasar pada umumnya, di sini Anda dituntut untuk tawar-menawar untuk mendapatkan harga terbaik.

Bumbu-bumbu khas Turki yang lazim dijual di Grand Bazaar
Bumbu-bumbu khas Turki yang lazim dijual di Grand Bazaar

Jadi, jangan ragu untuk berwisata sekaligus belajar sejarah Islam di Istanbul.

Tips Transportasi di Istanbul


Menurut survei, Istanbul adalah salah satu kota paling macet di dunia. Yes, peringkat kemacetannya hanya satu tingkat di bawah Jakarta. Bayangken, Bro! Bayangkan kalau kamu tinggal ke Jakarta atau kota besar lain di Indonesia, liburan ke Turki, eh malah kena macet di mana-mana. Malesin nggak sih?

Awalnya Simbok juga nggak percaya kalau Istanbul semacet itu. Eropa lho, masdab, mbaksis, mosok dibandingkan dengan kota-kota di Asia Tenggara? Tapi nyatanya emang macet walaupun tidak separah Jakarta, atau Bandung/Bogor di akhir pekan.

Nah, bedanya dengan Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia adalah transportasi massal di Istanbul lebih teratur dan sistematis. Kalau di Jakarta ada Commuter Line yang menghubungkan antara daerah pinggiran dengan pusat kota, di Istanbul transportasinya lebih oke lagi, yaitu Metro yang menghubungkan pinggiran dengan pusat kota dan trem yang beroperasi di pusat kota.

Bus adalah moda transportasi umum digunakan di Istanbul, tapi saya hanya akan sedikit membahasnya karena baik bus maupun taksi tidak akan terlalu diperlukan saat berkeliling lokasi wisata Istanbul. Selain itu, bus dan taksi sering terjebak kemacetan. Continue reading Tips Transportasi di Istanbul

Ibu Hamil Tukang Ngelayap


Diary of A Pregnant Traveler (Part 2)

Ibu hamil tukang ngelayap. Gelar itu sudah resmi saya sandang sejak hamil pertama pada tahun 2010 lalu. Kalau dipikir-pikir memang waktu itu cukup banyak acara traveling, tapi rasanya terlalu berlebihan wong saya selama hamil paling cuma jalan-jalan satu atau dua kali sebulan ke luar kota dan hanya tiga kali ke luar negeri.

Waktu itu memang yang agak dahsyat adalah ketika saya sama suami saya, Puput, backpacking ke India ketika kehamilan 4,5 bulan. Dan yang paling heboh karena di Taj Mahal sempat ditangkap polisi dan lalu terdampar semalaman di stasiun kereta yang joroknya tiada banding. Cerita lengkapnya di sini.

Ah tapi itu masa lalu. Hamil ke dua ini agak lebih hati-hati. Maklum, selain karena hamil, umur yang udah tambah tua (#hakdesh), juga kerena ke mana-mana harus bawa Oliq (3,5 tahun).  Tapi, hati-hati bukan berarti kami berhenti traveling wekekekekeke.

Ternyata waktu pose begini di Repulse Bay Hong Kong udah hamil muda
Ternyata waktu pose begini di Repulse Bay Hong Kong udah hamil muda

Continue reading Ibu Hamil Tukang Ngelayap

Kisah Perjalanan Arem-Arem ke Benua Biru


Punya perut khas Indonesia ini ada suka dukanya. Sukanya, kalau sedang melakukan jelajah kuliner di berbagai sudut nusantara, tidak bakalan tidak puas. Makanan tradisional mulai dari yang sudah sangat umum hingga makanan-makanan langka yang tidak terlalu dikenal.

Dukanya? Walaupun saya dan suami termasuk pemakan segala, Oliq (3,5 tahun) adalah pecinta nasi sejati. Anak kami ini pun lebih suka masakan yang sangat Indonesia sebagai lauknya, misalnya rawon, brongkos, lodeh, tahu tempe, dan sebagainya. Tidak masalah sih bila sedang di rumah karena saya juga termasuk simbok yang suka memasak, dan selera Indonesia memang yang paling pas. Tapi, karena kami termasuk keluarga yang sering travelling ke luar negeri,harus ada strategi tertentu supaya liburan tetap senang dan perut tetap kenyang!

Walaupun tiap traveling selalu berusaha melakukan #JelajahRasa makanan setempat, tetap saja lama-lama lidah dan perut nggak bisa bohong!SAMSUNG CAMERA PICTURES

Salah satu cara paling efisien bagi kami ketika melakukan liburan keluarga ke luar negeri adalah dengan menginap di apartemen yang menyediakan dapur atau kitchenette (dapur kecil). Ini hanya berlaku bila liburan kami ke negara yang dirasa sulit untuk menemukan makanan yang cocok di lidah dan perut. Kalau untuk negara-negara Asia Tenggara di mana nasi mudah didapat, tidak masalah jajan di warung. Beda ceritanya bila kami harus ke Eropa, pasti peralatan perang seperti rice cooker, bumbu instan, abon, sambal botol masuk ke koper pertama kali.

“Mama, Aik lapel, mau maem naci,” bayangkan kalau lagi di negeri antah berantah dan tidak bawa rice cooker. Continue reading Kisah Perjalanan Arem-Arem ke Benua Biru

Simbok Pemburu Langit Biru


Setelah bolos mengikuti Turnamen Foto Perjalanan (TFP) kira-kira 30 edisi, eh Simbok terinspirasi sekali dengan tema kali ini. Langit biru. Bagaimana tidak, kalau banyak orang mengidolakan pemandangan matahari terbenam, saya paling cinta dengan pemandangan langit warna biru cerah.

Waktu tinggal di Jakarta, pemandangan langit biru terlalu langka. Cantiknya angkasa tertutup kelam kabut durjana ibukota #halaaaahhhh mbooook!!!! Pokoknya, saya paling senanglah nemu pemandangan dengan langit biru, apalagi yang bersih tanpa mega.

Sebenarnya stok foto langit biru sangat banyak, tapi kok harus ngubek-ubek beberapa HDD, bikin males juga. Ini ada beberapa favorit saya:

Oh ya, semua foto ini tidak diedit ya :))

 

Sidney, 2012
Sidney, 2012

Continue reading Simbok Pemburu Langit Biru