Tag Archives: trem

Itinerary dan Budget Turki 7 hari (Istanbul dan Cappadocia)


Sebenarnya bukan Simbok banget sampai bikin post yang butuh ketelitian tingkat tinggi seperti ini. Tapi berhubung banyak keluarga yang minat untuk wisata ke Turki, mumpung masih fresh, saya buatkan. Maksudnya, sekalian juga saya hitung berapa pengeluaran terdahulu, dan berapa banyak budget makan yang harus dipotong.

Cappadocia!
Cappadocia!

Kenapa Turki bisa sangat appealing? Bagi muslim, Turki memang banyak menyimpan peninggalan Islam, terutama masjid, yang dibangun ketika Ottoman masih jaya. Pun, bagi umat nasrani, negara ini menyimpan banyak peninggalan yang luar biasa – beribu-ribu tahun usianya.

Lebih enaknya lagi, bagi pemegang paspor Indonesia tidak perlu lagi harus repot-repot melamar visa ke kedutaan. WNI dapat membuat e-visa, yang 5 menit saja jadi. Biayanya hanya USD 25 dibayar dengan kart kredit. Link e-visa ada di sini. Kalaupun tidak membuat e-visa sebelumnya, bisa melakukannya di kiosk visa di bandara kedatangan. Tapi menurut saya cara pertama lebih aman dan mudah. Continue reading Itinerary dan Budget Turki 7 hari (Istanbul dan Cappadocia)

Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid


Belum pernah saya melihat orang-orang setempat sedemikian hangatnya terhadap anak-anak seperti yang minggu lalu kami alami di Turki. Sebelumnya, saya sempat membaca memang orang Turki sangat senang dengan anak-anak, dan ucapan “masallah” akan bola-bali terdengar, disertai cubitan kepada anak.

Ternyata sangat benar.

Oliq sangat menikmati Turki
Oliq sangat menikmati Turki

Oliq pernah menangis gara-gara terlalu sering dicubit pipinya ketika umrah di Arab, di Turki malahan lebih sering lagi. Ketika sedang medogrok menunggu pemilik apartemen yang kami sewa di wilayah Grand Bazaar, tiba-tiba ada mas-mas ganteng turun dari taksi. Oliq langsung dicubit sambil bilang, “Masallah $#%^$##$%^^” Mas, Simbok e ga sekalian? Bahkan sampai jauh pun masnya masih melambai-lambaikan tangan. Continue reading Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid

8 Tempat Wisata Gratis di Melbourne


Majalah The Economist menobatkan kota Melbourne di Australia sebagai kota ternyaman di dunia tahun 2011. Bisa dibayangkan, kota ternyaman pasti juga menuntut standar hidup yang tinggi. Imbasnya bagi wisatawan dari Indonesia adalah anggaran yang membengkak — baik untuk akomodasi, makan, maupun transportasi.

Namun, jangan sampai keinginan kita berkunjung ke sana sampai surut. Di bawah ini 8 objek wisata gratis di Melbourne yang dapat dikunjungi.


Trem City Circle. Foto: Olenka Priyadarsani

1. Trem City Circle

Trem adalah salah satu transportasi andalan kota ini, terutama di sekitar pusat kota. Untuk melayani wisatawan, pemerintah negara bagian Victoria telah menyediakan trem melingkari kota (city circle) gratis yang mengelilingi pusat bisnis dan pusat kota.

Rute trem ini adalah Flinders Street > Harbour Esplanade > Docklands Drive > La Trobe Street > Victoria Street > Nicholson Street > Spring Street > Flinders Street dan arah kebalikannya. Di dalam trem diberikan informasi objek-objek wisata yang dilewati. Saya merekomendasikan Anda yang baru pertama kali ke Melbourne untuk naik trem gratisan ini. Anda dapat menaiki trem di tempat-tempat yang bertanda “city circle”. Sangat mudah.

2. Shrine of Remembrance

Monumen ini didirikan untuk menghormati prajurit yang bertempur di Perang Dunia I. Monumen ini dikelilingi oleh taman berumput dan pohon-pohon rindang. Letaknya tidak jauh dari pusat kota dan mudah dicapai dengan trem. Lokasinya yang bagai taman terbuka membuat pengunjung dengan bebas keluar-masuk tempat ini.

3. Royal Botanic Gardens

Kebun Raya Melbourne ini terletak bersebelahan dengan Shrine of Remembrance dengan luas 36 hektare. Di sini ada lebih dari 50 ribu tanaman, dan banyak yang merupakan tanaman khas Australia. Di sini ada juga Children’s Garden yang dibuat secara khusus agar anak-anak dapat bebas bermain dan belajar.

4. Parliament House

Gedung parlemen secara resmi digunakan oleh Dewan Negara Bagian Victoria. Terletak di pusat kota, tepatnya di Spring Street, sangat mudah untuk mencapainya dengan trem atau kereta api. Selama anggota dewan tidak sedang bersidang, Anda dapat mengikuti tur ke dalam gedung yang menjadi cagar budaya ini.

5. Southbank

Tidak mungkin Anda pergi ke Melbourne tanpa berjalan-jalan menyusuri Sungai Yarra. Seperti namanya, Southbank terletak di tepi sebelah selatan sungai, di mana kafe-kafe berjajar di sepanjang trotoar. Kalau Anda merasa harga makanan dan minuman di kafe-kafe tersebut terlalu mahal, jangan berkecil hati! Anda dapat membeli kopi dari kedai-kedai yang lebih murah dan menikmatinya di kursi-kursi taman yang banyak tersedia di sini.

6. Queen Victoria Market

Tidak ada tempat lain di Melbourne yang dapat menandingi Queen Victoria Market atau sering disebut VicMart untuk urusan berbelanja. Kalau Anda sedang tidak ingin berbelanja, jalan-jalan di pasar ini juga cukup menyenangkan, kok. VicMart menjual cenderamata, baju, sayur, buah-buahan dan sebagainya. Jangan heran kalau Anda bertemu penjual dari Indonesia, sebab mahasiswa yang bekerja paruh-waktu di pasar. Pasar ini tutup pada hari Senin dan Rabu.

7. Flinders Street Station

Stasiun kereta api ini adalah salah satu ikon budaya kota Melbourne. Stasiun yang dibangun pada tahun 1854 ini adalah stasiun yang paling banyak digunakan di kota ini. Terletak di sudut Flinders Street dan Swanston Street, stasiun ini melayani para komuter yang tinggal di pinggir kota yang bekerja di pusat kota.

8. Pantai St Kilda

Pantai ini juga salah satu ikon kota ternyaman di dunia ini. Pantai St Kilda hanya terletak sekitar 6 km dari pusat kota. Salah satu keunggulan dari pantai ini adalah taman-taman berumput dan pohon-pohon palem di sekitar pantai, jadi bila matahari terlalu terik Anda tinggal berteduh di bawah pohon sambil duduk di rerumputan.