Tag Archives: traveling dengan bayi

Pengalaman dan Tips Traveling Bersama Dua Balita


Tadinya saya kira traveling dengan dua balita itu repotnya dua kali lipat. Bawaannya dua kali lipat. Rewelnya dua kali lipat.

Makanya waktu tahu Puput booking tiket ke Boracay Filipina, saya enggan banget. Perjalanan ke sana jauh, harus terbang 4 jam disambung naik van 2 jam lanjut nyeberang pulau naik perahu. Habis itu masih harus naik becak sampai penginapan.

Becanda di pesawat
Becanda di pesawat

Dengan bayi dan balita.

Ngebayanginnya aja udah capek. Continue reading Pengalaman dan Tips Traveling Bersama Dua Balita

Advertisements

Jejak Secarik Jarik Batik


You can’t go wrong with jarik batik -Backpackology

Hari itu suhu Melbourne mencapai 40 derajat Celcius. Terik membakar kulit yang sebenarnya sudah terlalu familiar dengan panas. Saya dan suami terpaksa mengibarkan bendera putih melawan panasnya Melbourne di bulan Januari. Kami menyerah, kalah, bersimbah peluh menuju oase terdekat, yaitu keran air di Shrine of Remembrance — sebuah monumen bersejarah di pusat kota. Lantas, kami menggelar jarik batik yang biasanya untuk menggendong Oliq (saat itu usia 6 bulan), di atas rumput. Jarik batik menjadi alas duduk.

Penyelamat dari panasnya Melbourne
Penyelamat dari panasnya Melbourne

Continue reading Jejak Secarik Jarik Batik

Traveling dengan Anak: Stroller, Baby Carrier, Baby Wrap, atau Jarik?


Sebagai ibu muda yang masih kinyis-kinyis, walau sudah cukup banyak menjejak kota-kota bersama Oliq saya masih sering galau akut kalau mau berangkat traveling. Enaknya bawa stroller atau baby carrier ya? Atau bawa dua-duanya? Strollernya yang mana? Dih ribet. Tapi itu sekitar 1-2 tahun yang lalu, sekarang sih Oliq sudah hampir 4 tahun, jadi pilihannya hanya bawa stroller atau tidak.

Turki menyenangkan bagi anak-anak
Turki menyenangkan bagi anak-anak

Saya tahu kok banyak ibu-ibu yang sama galaunya dengan saya, yang ada akhirnya bawa semuanya. Seluruh perlengkapan balita dibawa sampai-sampai kaya keong bawa rumahnya. Saya pernah dan cukup lama memanfaatkan kain alias jarik. Bahkan dulu sempat dikomentarin beberapa temen yang bilang jarik batik Oliq selalu muncul di setiap foto. Saya juga pengguna stroller, dan kemudian baby carrier yang sebenarnya dibeli agak semi-terpaksa. Baby wrap tampaknya tidak terlalu berjodoh dengan saya. Beli sebelum melahirkan tapi hanya digunakan sebentar saja. Continue reading Traveling dengan Anak: Stroller, Baby Carrier, Baby Wrap, atau Jarik?