Tag Archives: travel

Belajar Menjadi Minoritas dengan Traveling


Salah satu hal yang paling saya sukai dari travelling (apalagi tinggal di luar negeri) adalah kesempatan untuk menjadi minoritas. Bayangkan saja, kalau di Indonesia, kurang mayoritas apa saya ini! Sudah perempuan, Jawa, muslim, setelah nikah pakai kerudung, setelah punya anak berhenti bekerja. Kurang mayoritas apa?

Justru saat berkunjung ke negara lain, saya belajar menjadi “lain”, menjadi orang bukan kebanyakan, menjadi alien.

Shalat di Ngong Ping, HK
Shalat di Ngong Ping, HK

Continue reading Belajar Menjadi Minoritas dengan Traveling

Advertisements

Giveaway #Backpackology: TRAVELMATE (TUTUP)


Kalian suka travelling dengan siapa sih?

Banyak traveller yang menikmati perjalanan sendiri alasannya karena lebih bebas. Ada juga yang paling emoh solo travelling dengan alasan ga ada yg motion (eh kan ada tongsis ya?). Ada yang suka travelling bareng rombongan – sering-sering sama strangers – kan lumayan siapa tau dapat jodoh sekalian #eh.

Saya sudah ngalamin semuanya, alhamdulillah. Dulu sering solo travelling ke dalam dan luar negeri, alasannya ribet kalau ngajakin temen. Repot. Beberapa kali travel bareng temen-temen juga, tapi hati saja lebih seneng bilang, “Enakan sendiri aja deh, Len!”

The Queen is at Mt Taal
The Queen is at Mt Taal

Continue reading Giveaway #Backpackology: TRAVELMATE (TUTUP)

Four Years On and Going Strong (2010-2014)


Menikah itu butuh jatuh cinta berkali-kali.

Marriage is not a happy ending, instead it is a constant hard work. Marriage is nothing like a blossom flower. It is like a plant, it’s entirely up to you whether it will grow or wither.

IMG_3359

Makanya, menikah itu butuh jatuh cinta berkali-kali. Pada orang yang sama.

Continue reading Four Years On and Going Strong (2010-2014)

Finding Love Through Traveling


Some say one will show their true colour when they are travelling. I can’t help but  to agree. To me, travelling is the best way to see the good and bad in people. Their characters. Their unmasked personalities. Their potential to be The One.

Together we are stronger
Together we are stronger

On a date, you got to see the best in him. He picks you up wearing the best clothes he has. You can smell his aftershave across the driveway. His face is smooth like a baby’s buttock, you can not even see a single stubble.

On a date, you pick her up. She wears her new flowery dress bought in a midnight sale. Her hair scented like lavender. Her nails manicured.  She wears her widest smile.

When travelling, you see everything in him. You see how ugly he is waking up in the morning, hair so messy and, oh, that puppy eyes. Breath smells like dragon because he cannot find his toothbrush.

When travelling, she changes her tight fitting leggings with a pair of torn jeans or an oversized cargo pants.  Hair all messed up she wears a simple ponytail. Using rubber band she found on the grass.

On a date, you eat in a fancy restaurant, served and put the bill on your credit card. You don’t have to worry about the charges until later the month. You have sugar-coating conversation until you almost suffocated by the spiking blood sugar.

When travelling he counts every cent you have to make sure you survive in this no man’s land. She is happily living in a hostel far below her standard of bedding. You eat street food, taking cramped public transportation. You learn to live the difficult way.

When travelling, she would not hesitate to walk miles to save the money you have left. He offers to carry her backpack watching her sweating all over. You learn to walk hand-in-hand.

When travelling, she makes an itinerary, strategic yet flexible.  He calculates the timing so you won’t miss a site.  You learn efficiency, but you learn to compromise.

She lost her camera, he says, “It’s okay, I’ll buy you another one.” He lost his camera, she says, “It’s okay, I’ll buy you a new one. You learn compassion.

You are arrested by the police over something. He negotiates, she negotiates. The police let you go. You learn to work together. You do problem-solving.

You are a team. A good one with no coach needed.

Little that people know, Puput and I were travel mates before a couple. Adventurous before romantic. Storm before calm.

Being married does not stop us from learning. Through travelling we learn a lot more. We deepen the love. It teaches us to share responsibilities. We learn how to raise a kid outside the comfort of our home, away from our comfort zone.

We find love through travelling. How about you?

*Opinions here are my own. Feel free to disagree.

Berapa Kali Liburan dalam Setahun?


Banyak kawan yang menanyakan hal ini kepada saya. Yang tahu jawabannya tentu anda sendiri. Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda dalam memutuskan untuk berlibur, kapan harus berlibur, ke mana, dan berapa anggaran yang dikeluarkan.  Sebelum itu mari kita sepakati bersama bahwa berlibur adalah pergi ke luar kota dan menginap paling sedikit satu malam.

Seberapa sering Anda liburan?
Seberapa sering Anda liburan?

Saya menyempatkan bertanya kepada beberapa teman, dan jawabannya bervariasi mulai dari tidak berlibur satu kali pun dalam setahun terakhir hingga lebih dari 10 kali dalam waktu setahun. Tentu saja tempat berliburnya pun bermacam-macam, mulai dari keluar kota yang hanya menempuh waktu 2 jam hingga ke daratan Eropa. Namun rata-rata akan menyebutkan 1-2 kali dalam setahun.

Ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan rencana liburan, yang setiap orang mungkin berbeda:

Cuti

Setiap karyawan memiliki jumlah cuti tahunan yang berbeda-beda. Saya dan suami cukup beruntung karena kami memiliki cuti lebih dari 24 hari setahun di samping liburan nasional dan beberapa libur tambahan lainnya.  Sementara itu kawan lain yang memiliki usaha sendiri lebih fleksibel dalam merencanakan liburan. Saya yakin banyak juga dari anda yang berprofesi sebagai pegawai negeri, hanya dengan 12 hari cuti selama setahun, itupun masih dipotong cuti bersama. Dan kemungkinan besar sebagian cuti itu akan dimanfaatkan untuk mudik pada saat Hari Raya.

Oleh karena itu memanfaatkan akhir pekan dan tanggal merah. Anda bisa saja berlibur ke luar negeri, misalnya ke Malaysia, Singapura, atau Thailand bahkan tanpa mengambil cuti. Saat ini sudah banyak penerbangan yang menawarkan rute langsung sehingga anda dapat menghemat waktu. Ambil penerbangan Jumat malam untuk berangkat dan Minggu malam atau Senin pagi untuk kembali. Konsekuensinya adalah anda harus berangkat ke bandara langsung dari kantor, dan kembali pun harus langsung ke kantor. Tapi sepenglihatan saya, sekarang banyak karyawan yang tidak sungkan-sungkan untuk  melakukan hal itu. Mereka menyimpan baju dan sepatu kantoran di laci meja dan membawa ransel ke kantor.

Memanfaatkan hari kejepit juga harus dilakukan untuk membuat liburan anda menjadi maksimal. Konsekuensi dari ini adalah anda mendapat tiket yang lebih mahal. Karena itu, lebih baik rencanakan liburan anda jauh-jauh  hari sebelumnya sehingga masih bisa mendapatkan tiket murah.

Dana

Di Indonesia, walau budaya berlibur sudah mulai merakyat, namun tentu belum seperti di Barat. Dapat dimengerti bahwa masih banyak yang lebih mementingkan kebutuhan lain daripada liburan. Anggaran untuk berlibur pun berbeda-beda. Tentu hal ini juga harus mempertimbangkan pendapatan dan pengeluaran bulanan.

Saran saya adalah dengan menyisihkan uang tiap bulan. Banyak yang sudah mempraktekkan tabungan rencana, yaitu menabung dalam jumlah yang sama setiap bulan dan diambil dalam jangka waktu tertentu, misalnya setelah 6 bulan atau 12 bulan. Dan dana ini memang khusus diperuntukkan untuk berlibur, jangan gunakan untuk keperluan lainnya.

Ada orang yang memilih untuk sering berlibur namun degan cara backpacking sehingga menghemat biaya. Sementara itu, ada yang lebih memilih berlibur sekali dalam setahun namun selalu memilih penerbangan dan akomodasi yang terbaik. Itu semua terserah anda.

Bila dana anda belum mencukupi untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh atau ke luar negeri, jangan khawatir, banyak tempat wisata yang di sekitar anda yang tidak kalah indahnya. Gunakan internet atau rekomendasi dari teman untuk mencari tempat liburan yang sesuai dengan dana anda.

Kiat lain adalah mencari tiket promo sehingga dana liburan bisa sangat dihemat. Hal ini biasanya bisa dilakukan bila anda rela memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, biasanya antara 6 bulan hingga 1 tahun sebelum tanggal keberangkatan. Sebelum memesan tiket, pastikan rencana liburan tersebut tidak berbarengan dengan acara lain yang lebih penting karena  tiket promo tidak dapat diuangkan kembali, dan bila diganti waktu anda akan dikenai biaya yang cukup mahal.

Anak

Bila anda sudah memiliki anak, tentu ada hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kapan dan ke mana anda berlibur. Jika anak anda masih kecil, mungkin ada baiknya anda mempertimbangkan tempat-tempat liburan yang tidak terlalu jauh dan ekstrim. Sementara itu bila anak anda sudah bersekolah, anda juga harus menyesuaikan rencana liburan dengan jadwal liburan sekolah. Tentu konsekuensinya adalah biaya yang membengkak, namun tentu anda tidak ingin anak anda bolos sekolah, bukan?

Bila menyesuaikan dengan liburan sekolah mungkin anda hanya dapat berlibur 1-2 kali dalam waktu setahun. Namun jangan khawatir, bila itu masih kurang, anda bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk melarikan diri dari kejenuhan pekerjaan. Pilihlah tempat yang segar, bebas polusi, dan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Hobi

Beberapa kawan melontarkan bahwa liburan adalah hobi mereka. Biasanya acara jalan-jalan ini juga berkaitan dengan hobi lain, misalnya menyelam, fotografi, maupun berbelanja! Orang-orang yang seperti ini akan cenderung berlibur lebih sering daripada mereka yang mungkin memiliki hobi lain. Dana yang dianggarkan pun pasti akan lebih besar.

Berapa seringnya Anda berlibur, atau ke mana anda berlibur, jangan lupa bahwa inti liburan adalah untuk melepaskan diri dari kejemuan rutinitas sehari-hari. Jadi mau di dalam maupun luar negeri, nikmati saja!

Taman bergaya Muromachi di Kuil KInkakuji, Kyoto
Taman bergaya Muromachi di Kuil KInkakuji, Kyoto

 

Versi yang sudah diedit pernah dimuat dalam Yahoo Travel sekitar dua tahun yang lalu.