Tag Archives: topkapi sarayi

Relik Islam di Topkapi Sarayi


Seharusnya setelah mengunjungi Blue Mosque kami ke Hagia Sophia. Tapi karena sok tahu dan mengikuti jajaran gerobak merah bakul simit, jagung, dan chesnuts, akhirnya kami malah kesasar ke Topkapi Sarayi.

Topkapi Sarayi atau Istana Topkapi adalah kompleks istana Kekaisaran Turki Ottoman (Ustmani) di Istanbul. Istana tersebut digunakan sekitar 400 tahun antara abad 15 hingga 19.

“Topkapi means cannon gate. You see the cannons up there!” tunjuk seorang pemandu wisata pada serombongan turis. Iya, pemandu wisatanya orang lain. Saya sih cuma nguping doang. Maklum traveler kere, duit buat bayar guide mending buat belanja sayur di pasar. Iyes, mas mbak, kami sempat belanja di pasar pinggir sungai buat masak di apartemen sewaan.

Kompleks Topkapi Sarayi dibatasi oleh dinding tinggi dengan gerbang-gerbang megah. Sepertinya kami harus beberapa kali memasuki semacam gerbang hingga sampai di halaman utama istana.

image

Istana ini sangat luaaaaaas sampai kaki Simbok yang waktu itu hamil 5 bulan gempor dan bokong mlintir. Tiketnya TL 30 per orang, atau sekitar Rp 150 ribu. Mahal memang, tapi so worth it. Bayarnya bisa di mesin tapi harus pakai kartu kredit, atau bayar tunai saja di loket. Continue reading Relik Islam di Topkapi Sarayi

Itinerary dan Budget Turki 7 hari (Istanbul dan Cappadocia)


Sebenarnya bukan Simbok banget sampai bikin post yang butuh ketelitian tingkat tinggi seperti ini. Tapi berhubung banyak keluarga yang minat untuk wisata ke Turki, mumpung masih fresh, saya buatkan. Maksudnya, sekalian juga saya hitung berapa pengeluaran terdahulu, dan berapa banyak budget makan yang harus dipotong.

Cappadocia!
Cappadocia!

Kenapa Turki bisa sangat appealing? Bagi muslim, Turki memang banyak menyimpan peninggalan Islam, terutama masjid, yang dibangun ketika Ottoman masih jaya. Pun, bagi umat nasrani, negara ini menyimpan banyak peninggalan yang luar biasa – beribu-ribu tahun usianya.

Lebih enaknya lagi, bagi pemegang paspor Indonesia tidak perlu lagi harus repot-repot melamar visa ke kedutaan. WNI dapat membuat e-visa, yang 5 menit saja jadi. Biayanya hanya USD 25 dibayar dengan kart kredit. Link e-visa ada di sini. Kalaupun tidak membuat e-visa sebelumnya, bisa melakukannya di kiosk visa di bandara kedatangan. Tapi menurut saya cara pertama lebih aman dan mudah. Continue reading Itinerary dan Budget Turki 7 hari (Istanbul dan Cappadocia)

Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid


Belum pernah saya melihat orang-orang setempat sedemikian hangatnya terhadap anak-anak seperti yang minggu lalu kami alami di Turki. Sebelumnya, saya sempat membaca memang orang Turki sangat senang dengan anak-anak, dan ucapan “masallah” akan bola-bali terdengar, disertai cubitan kepada anak.

Ternyata sangat benar.

Oliq sangat menikmati Turki
Oliq sangat menikmati Turki

Oliq pernah menangis gara-gara terlalu sering dicubit pipinya ketika umrah di Arab, di Turki malahan lebih sering lagi. Ketika sedang medogrok menunggu pemilik apartemen yang kami sewa di wilayah Grand Bazaar, tiba-tiba ada mas-mas ganteng turun dari taksi. Oliq langsung dicubit sambil bilang, “Masallah $#%^$##$%^^” Mas, Simbok e ga sekalian? Bahkan sampai jauh pun masnya masih melambai-lambaikan tangan. Continue reading Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid