Tag Archives: thaipusam

Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2014


Seperti tahun-tahun sebelumnya, akhir Desember seperti ini saya membuat rangkuman perjalanan kami selama setahun. Entah kenapa rasanya tahun ini jalan-jalan kami tidak semembahana tahun-tahun kemarin, padahal cukup sering lho. Rasane mung munyeeeeer cedak-cedak wae.

Mari dimulai kaleidoskop jalan-jalan tahun 2014 dengan contekan berupa folder foto.

Petronas Twin Tower alias Menara Berkembar Petronas, ikon utama kota KL
Petronas Twin Tower alias Menara Berkembar Petronas, ikon utama kota KL

Continue reading Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2014

Thaipusam 2014 : Video


Setelah foto-foto yang bisa dilihat di bagian1 dan bagian2, berikut beberapa video yang diambil selama Festival Thaipusam 2014 di Batu Caves Temple, Selangor, Malaysia

Thaipusam movie1

Thaipusam movie2

Oya, festival ini diselenggarakan menurut penanggalan Hindu, biasanya setiap Januari atau Februari. Kalau mau kesana, cara yang paling gampang adalah dengan kereta KTM Komuter dari KL Sentral, langsung berhenti persis di stasiun Batu Caves yang terletak di sebelah komplek Kuil Batu Caves sendiri.

Enjoy… 🙂

JPG : Festival Thaipusam Batu Caves, Selangor, Malaysia (bagian 2)


Tulisan dan foto-foto ini adalah lanjutan dari bagian 1 di sini. Kali ini saya tampilkan aksi-aksi para pemuja (devotee) yang memberikan persembahan terbaik mereka kepada Dewa Perang Tamil, Murugan, di kuil Batu Caves. Para pemuja ini harus berjalan dari kuil Sri Mahamariamman di Kuala Lumpur sejauh kira-kira 15 km dan dilanjutkan dengan menaiki anak tangga sebanyak 272 buah menuju kuil Batu Caves di dalam gua. Dalam perjalanan, mereka sering menampilkan persembahan dalam bentuk tarian dan nyanyian yang juga menjadi atraksi yang menarik bagi para turis.

Sanggahan / Disclaimer : Foto-foto di bawah mungkin menimbulkan rasa ketidaknyamanan, anak-anak dan orang-orang yang tidak tahan dengan foto-foto yang agak sadis tidak disarankan melihat foto-foto para pemuja berikut.

Pertama kali melihat adegan ini, Anda pasti bertanya-tanya kenapa pria ini harus ditarik tangannya dan dijaga beberapa orang di sekelilingnya...
Pertama kali melihat adegan ini, Anda pasti bertanya-tanya kenapa pria ini harus ditarik tangannya dan dijaga beberapa orang di sekelilingnya…

 

Rupanya pria ini sedang menarik sebuah kereta persembahan.... dengan kait-kait yang dicolokkan langsung di punggungnya... hanya di Thaipusam Batu Caves
Rupanya pria ini sedang menarik sebuah kereta persembahan…. dengan kait-kait yang dicolokkan langsung di punggungnya… hanya di Thaipusam Batu Caves

 

Seperti ini bentuk kereta yang ditarik sang pria dengan punggungnya... mungkin beratnya bisa mencapai ratusan kg...
Seperti ini bentuk kereta yang ditarik sang pria dengan punggungnya… mungkin beratnya bisa mencapai ratusan kg…

 

Sang pemuja (devotee) membawa kanopi yang berhias patung-patung dan bulu merak, beratnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan kg...
Sang pemuja (devotee) membawa kanopi kavadi yang berhias patung-patung dan bulu merak, beratnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan kg…

 

Saking beratnya kanopi kavadi, sang pemuja kadang harus dibantu kawan-kawannya untuk menyangga ketika akan berdiri...
Saking beratnya kanopi kavadi, sang pemuja kadang harus dibantu kawan-kawannya untuk menyangga ketika akan berdiri…

 

 

Sang pemuja yang lain, tampak bentuk kanopi yang sangat megah dan meriah...
Sang pemuja yang lain, tampak bentuk kanopi yang sangat megah dan meriah…

 

Kini lihat bagian belakang sang pemuja ini... puluhan kait ditusukkan di punggungnya sebagai bentuk pengorbanan kepada Dewa Perang Murugan...
Kini lihat bagian belakang sang pemuja ini… puluhan kait ditusukkan di punggungnya sebagai bentuk pengorbanan kepada Dewa Perang Murugan…

 

Tak cukup dengan berjalan membawa beban berat dan punggung yang ditusuk-tusuk, dia juga menari diiringi tabuhan gendang sebagai wujud persembahan pada Sang Dewa...
Tak cukup dengan berjalan membawa beban berat dan punggung yang ditusuk-tusuk, dia juga menari diiringi tabuhan gendang sebagai wujud persembahan pada Sang Dewa…

 

Kadang-kadang sang pemuja harus duduk sesaat karena menunggu rombongan lain yang sedang menari atau menyanyi, atau bahkan sekedar beristirahat sejenak..
Kadang-kadang sang pemuja harus duduk sesaat karena menunggu rombongan lain yang sedang menari atau menyanyi, atau bahkan sekedar beristirahat sejenak..

Sang pemuja juga masih manusia... seteguk air membantunya tetap tegar memberi persembahan terbaik...
Sang pemuja juga masih manusia… seteguk air membantunya tetap tegar memberi persembahan terbaik…

 

 

 

Sang pemuja yang membawa persembahan puluhan cantolan jeruk di sekujur badannya...
Sang pemuja yang membawa persembahan puluhan cantolan jeruk di sekujur badannya…

 

Tak cukup dengan cantolan puluhan jeruk, dia juga menusuk pipinya dengan tongkat besi yang panjangnya hampir satu meter...
Tak cukup dengan cantolan puluhan jeruk, dia juga menusuk pipinya dengan tongkat besi yang panjangnya hampir satu meter…

 

Tak hanya lelaki, wanita pun turut meberi persembahan... Kali ini berupa susu dalam kendi dan rambut yang dicukur habis...
Tak hanya lelaki, wanita pun turut meberi persembahan… Kali ini berupa susu dalam kendi dan rambut yang dicukur habis…

 

Anak-anak pun ada yang berpartisipasi membawa kavadi meskipun berukuran lebih kecil dan tidak ditusuk-tusuk badannya...
Anak-anak pun ada yang berpartisipasi membawa kavadi meskipun berukuran lebih kecil dan tidak ditusuk-tusuk badannya…
Rombongan pengiring musik sang pemuja membuat suasana pemujaan menjadi lebih hidup...
Rombongan pengiring musik sang pemuja membuat suasana pemujaan menjadi lebih hidup…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JPG : Festival Thaipusam Batu Caves, Selangor, Malaysia (bagian 1)


Kali ini saya akan menyajikan foto-foto festival Thaipusam yang diadakan setiap tahun di Batu Caves, Selangor (mayoritas turis menganggap Batu Caves masih di KL, tapi sebenarnya sudah masuk negara bagian Selangor), Malaysia. Kebetulan sekali kami baru saja 2 minggu pindah ke KL, jadi momen ini pastinya tidak kami (saya, Olen, dan Oliq) lewatkan, apalagi Thaipusam termasuk agenda libur regional di KL dan Selangor.

Sekedar pengetahuan singkat saja, Thaipusam adalah festival Hindu Tamil pada saat bulan purnama di bulan Thai (Januari / Februari). Festival ini diadakan di negara yang banyak penduduk Hindu Tamil seperti India, Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura. Yang unik dari festival di Batu Caves adalah adanya pemuja-pemuja yang memberi persembahan kepada Dewa Perang Tamil, Murugan, dalam bentuk kanopi yang diberi hiasan-hiasan unik yang disebut kavadi. Tak cukup hanya itu, kadang-kadang sang pemuja juga ditusuk pipinya dan punggungnya dikait berbagai cantolan yang semakin memberi kesan ngeri bagi yang melihat.

Langsung saja, ini liputan dari festival yang baru saja berlangsung Jumat 17 Januari kemarin.

Ribuan orang memadati Batu Caves, sementara para pemuja menuju kuil di dalam gua melalui 272 anak tangga
Ribuan orang memadati Batu Caves, sementara para pemuja menuju kuil di dalam gua melalui 272 anak tangga

 

KTM komuter dari KL Sentral, langsung berhenti persis di stasiun Batu Caves, cara paling mudah menuju sini dari KL
KTM komuter dari KL Sentral, langsung berhenti persis di stasiun Batu Caves, cara paling mudah menuju sini dari KL

 

Di luar komplek kuil, festival ini menjadi seperti pasar kaget yang penjual dan pembelinya didominasi orang India. Berbagai barang dijual disini, mulai dari ornamen religius hingga makanan
Di luar komplek kuil, festival ini menjadi seperti pasar kaget yang penjual dan pembelinya didominasi orang India. Berbagai barang dijual disini, mulai dari ornamen religius hingga makanan

 

Manisan India alias Indian Sweet, salah satu stan makanan yang selalu ramai dikunjungi pembeli
Manisan India alias Indian Sweet, salah satu stan makanan yang selalu ramai dikunjungi pembeli

 

Masakan khas India pastinya mudah ditemui disini. Anda akan merasa berada di India, bukan di Malaysia, saat festival Thaipusam ini
Masakan khas India pastinya mudah ditemui disini. Anda akan merasa berada di India, bukan di Malaysia, saat festival Thaipusam ini

 

Bercukur adalah salah satu bentuk pengorbanan bagi Sang Dewa. Tak hanya kaum lelaki, kaum wanita dan anak-anak pun banyak yang mempersembahkan rambut mereka sebagai bentuk ketaatan mereka pada Sang Dewa
Bercukur adalah salah satu bentuk pengorbanan bagi Sang Dewa. Tak hanya kaum lelaki, kaum wanita dan anak-anak pun banyak yang mempersembahkan rambut mereka sebagai bentuk ketaatan mereka pada Sang Dewa

 

Berbagai bentuk kanopi yang disebut Kavadi dibawa oleh para pemuja sebagai bentuk pengorbanan yang lebih tinggi bagi Sang Dewa Perang Murugan
Berbagai bentuk kanopi yang disebut Kavadi dibawa oleh para pemuja sebagai bentuk pengorbanan yang lebih tinggi bagi Sang Dewa Perang Murugan

 

Foto-foto para pemuja (devotee) yang memberi persembahan akan disajikan di bagian 2. Ikuti terus kisah Thaipusam di blog ini.