Tag Archives: tesyasblog

Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio


Belakangan ini sudah terpikir sih mau staycation ke mana gitu. Pantat udah gatel mau pergi, tapi gimana lagi, perut udah mblegendong besar banget. Hamilnya Simbok memang sudah di minggu ke 32, jadi untuk liburan naik pesawat agak males karena otomatis harus minta surat layak terbang dari dokter kandungan. Makanya, staycation sepertinya jadi jalan terbaik.

Nah, pertanyaan ke dua: Mau staycation di mana? Masa cuma di KL? Kayanya sayang juga bayar di hotel kok dekat amat dari rumah.

Sejak beberapa hari yang lalu Puput sebenarnya udah ngotot mau ngajakin jalan-jalan ke Kuala Pilah di Negeri Sembilan. Alkisah, waktu kami pulang dari Kuala Terengganu dan terjebak banjir besar, kami terpaksa memutari 4 negara bagian untuk bisa pulang ke rumah di KL. Jalan yang ditempuh berliku nan macet. Kebetulan, jalan alternatif yang disarankan adalah melalui Kuala Pilah ini. Dan kami melewati jalan di mana sisi kanan kirinya banyak situs megalitik. Wow keren banget kan!

Bukan cuma itu, di sana juga ada istana lama yang bisa dikunjungi. Belum lagi, kami melewati jalan Federal Route 51 dengan pemandangan luar biasa. Dan setelah dicek ternyata jalan raya tersebut merupakan jembatan tertinggi ke-2 di Malaysia, dikenal dengan nama Ulu Bendol Viaduct. Posisinya tinggi banget, jadi pemandangan di bawah kelihatan asyik sekali.

Kembali ke masalah staycation. Lha kalau mau jalan-jalan ke Kuala Pilah yang di ujung berung itu mau nginap di mana? Di hotel nggak jelas? Pasti Si Oliq protes. Simboknya juga enggan.

Salah satu pilihan terbaik adalah menginap di Putrajaya – sekitar satu jam dari KL atau 50 km dari Kuala Pilah. Istilahnya di tengah-tengah begitu… Lagipula, di Putrajaya terdapat banyak hotel bagus karena merupakan kawasan tempat pusat pemerintahan Malaysia berada.

Pilih…pilih..pilih… Lha kok mahal-mahal?

Tiba-tiba ada colekan dari @tesyasblog tentang Travelio. Apa itu Travelio? Ternyata ini adalah situs pemesanan hotel yang tidak biasa alias luar biasa. Apanya yang luar biasa? Di Travelio kita bisa menawar harga. Lhaaa simbok-simbok kaya saya disuruh nawar tarif hotel? Ya mau banget, kaliii? Berasa kaya di pasar.

travelio1
Ternyata bisa untuk nawar hotel di Malaysia!

Tapi muncul pertanyaan lain, memangnya bisa untuk hotel di luar Indonesia? Ternyata bisa lhoooo. Continue reading Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio

Advertisements

Review: Pieces of Melbourne (Free E-Book)


Melbourne selalu dekat dengan hati saya, kebetulan dulu pernah tinggal di kota cantik nan nyaman ini selama 1,5 tahun. Ketika Tesya dari Tesyasblog mengatakan akan melaunching e-book tentang Melbourne, saya jadi ikut-ikutan excited!

tesyasblog pieces of melbourne cover

Walaupun pernah tinggal di Melbourne, saya sempat kembali ke sana pada Tahun Baru 2012 bersama Puput dan Oliq. Kalau dulu merasa sebagai orang yang tinggal di sana, kali itu kami adalah wisatawan.

Nah, kenapa memilih Melbourne? Australia adalah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi dengan berbagai landmarknya. Selain itu jarak yang tidak terlalu jauh dari Indonesia pun membuat akses ke sana tidak terlalu sulit, minimal tiketnya tidak akan semahal ke Eropa atau ke Amerika Serikat. Dan selain Sydney, Melbourne adalah kota ‘wajib kunjung’.

Tesya dalam e-book ini fasih menjelaskan perjalanan yang ia lakoni bersama Rene, suaminya. Bertolak dari bandara Tullamarine, mereka pun menjelajah kota Melbourne dan sekitarnya. Perasaan saya sampai haru biru melihat foto-foto yang ditampilkan dalam e-book ini. Saya akrab betul dengan lorong-lorong Flinders Station (yang kadang-kadang pesing), sisi-sisi Yarra River, gang-gang kecil di CBD.

E-book ini juga mengilustrasikan perjalanan ke lokasi-lokasi wisata yang berada di negara bagian Victoria, seperti Great Ocean Road dan Phillip Island. Selain ada penjelasan tentang cara paling mudah ke sana (Anda tidak perlu browsing, Tesya sudah melakukannya untuk Anda!), ada juga rincian biaya. Hebat sekali, saya saja tidak pernah ingat harga-harga tiket yang dibayarkan.

Penggambaran tentang kota Melbourne (City) sendiri juga mendetail, membuat kita seolah-olah dibawa ke sana. Ada banyak rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungi.

Tesya juga memberikan reviewnya tentang Greenhouse Backpacker, sebuah hostel yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan bagi wisatawan dengan anggaran yang mepet. Maklum saja Australia sangat mahal, terutama kini ketika AUD mampu melebihi USD. Mewek deh kalau ingat uang kerja keras saya jadi pelayan waktu itu ditukar dengan kurs 1AUD = 7000 rupiah.

Lebih kerennya lagi, e-book ini juga memberikan ilustrasi tentang biaya tiket pesawat dari Indonesia ke Australia – dan itu penting karena ada banyak jalan menuju ke Oz. Ada pula proses dan tata cara pengajuan visa Australia.

Intinya, kalau punya rencana ke Melbourne, silakan download dan baca e-book Tesyasblog ini. GRATIS. Nah, bagi yang belum punya rencana ke sana, silakan baca juga, karena seperti kata Tesya “awalnya kami hanya mimpi mengunjungi Melbourne”.

Kunjungi Tesyasblog atau kontak Tesya di @tesyasblog