Tag Archives: tanjung aan

6 Pantai Paling Indah di Lombok Selatan


Menjauh dari keramaian, menemukan kedamaian, hingga ingin bermalas-malasan saja di pantai adalah alasan yang tepat untuk menghindari daerah senggigi. Mangsit dan Gili di Lombok. Tempat-tempat itu bisa dipastikan ramai sepanjang musim. Dari bandara, bisa langsung menuju ke lokasi-lokasi cantik di bawah ini.

1. Kuta Lombok

The other side of Kuta Lombok
The other side of Kuta Lombok

Bisa dibilang ini adalah pantai paling berkembang di Lombok Selatan, di mana banyak akomodasi sebagai pilihan. Kafe dan restoran menjamur di sepanjang pantai. Bila dari jalan raya pemandangan terhalang warung-warung, mendekatlah. Anda mungkin akan menemukan salah satu pantai terindah yang pernah dikunjungi. Pantai berpasir yang panjang dengan air jernih berwarna biru muda. Di beberapa sisi terdapat sekumpulan perahu nelayan.

2. Novotel/Putri Nyale

The infamous Nyale statues from a distance
The infamous Nyale statues from a distance

Novotel atau Mandalika Resort memiliki wilayah pantai pribadi, sebuah bentu kenyamanan bila menginap di hotel ini. Bila tidak, kadang satpam membiarkan kita masuk ke pantai pribadinya — kadang juga tidak hehe. Pasir pantai di sini tidak lembut, melainkan seperti merica. Di sore hari ketika surut, pantai terbentuk seperti kubangan-kubangan air.

Dari kejauhan (di luar area Novotel), ada patung-patung yang dibuat untuk menghormati Putri Mandalika. Upacara Bau Nyale dilakukan di sini tiap tahun, sekitar Februari atau Maret sesuai dengan kalendar Sasak.

3. Tanjung Aan

PRISTINE!
PRISTINE!

Sebuah pantai yang cukup baru yang langsung saja menarik perhatian para pelancong. Masih bersih dan alami, dan juga sepi (paling tidak waktu saya ke sini). Saya datang dengan anak dan sopir, dan benar-benar hanya ada kami — serta sekumpulan kerbau. Pasirnya juga seperti merica. Airnya jernih berwarna biru muda dengan bukit-bukit cokelat kekuningan sebagai latar belakang. Memang, daerah Lombok mengalami kekeringan akibat perubahan iklim.

The advantage of getting lost: Seger Beach
The advantage of getting lost: Seger Beach

Secara tidak sengaja, saya melihat plang arah ke Pantai Seger ketika menuju ke Tanjung Aan. Jadilah kami mampir. Pantai ini kecil dengan ombak kuat, mungkin cocok untuk selancar (saya nggak tahu sih, waktu itu tidak ada yang selancar karena memang sepi). Hanya ada satu kafe di pinggir pantai. Mungkin setahun lagi sudah akan ada setengah lusin warung di sini.

5. Mawun

The gate of Mawun
The gate of Mawun

Baik dari Mataram maupun dari Kuta, Anda harus naik turun bukit untuk sampai ke Mawun. Dan perjalanannya tidak sia-sia. walaupun banyak yang sudah mengunjungi Mawun, pantai ini tidak ramai sekali. memang ada turis-turis yang sedang berjemur, tapi kesannya masih nyaman untuk dikunjungi, Mawun adalah sebuah teluk dengan gerbang yang sempit, dibatasi bukit-bukit. Ombaknya kecil, jadi rasanya juga damai. Di pantai ada sebuah pohon besar yang seperti menjadi pusat, pengunjung berkerumun di bawahnya untuk menghindari terik matahari. Rasanya Mawun ini tidak sepanas pantai-pantai lain di Lombok. Mungkin karena pohonnya atau karena dikelilingi bukit.

Harry and Sally...kissing under the tree!
Harry and Sally…kissing under the tree!

6. Selong Belanak Beach

The surfer boy of Selong Belanak
The surfer boy of Selong Belanak

Peselancar harus datang ke pantai ini. Selong Belanak berada sekitar 7 km dari Mawun. Pantai ini juga merupakan desa dengan sekumpulan rumah. Di pantai ini bisa dilihat para peselancar berada di antara perahu-perahu nelayan. Anda dapat menyewa papan selancar,  body board bahkan ikut kursus selancar di sini. anak-anak Selong Belanak belajar berselancar sejak kecil, tak ada bedanya dengan anak-anak Bondi di Australia. Bila punya anggaran berlebih, ada Sempiak Villa di puncak bukit dengan pemandangan yang menakjubkan — cocok untuk mereka yang sedang bulan madu.

Waves of no waves, I surf!
Waves of no waves, I surf!
Dusk in Selong Belanak
Dusk in Selong Belanak

BONUS

7. Pink Beach

Pink Beach of Lombok
Pink Beach of Lombok

Saya sebut ini bonus karena berada di Lombok Timur. Di desa Tangsi, pantainya mungkin tidak se-pink Pantai Pink di Komodo tapi pemandangannya tak kalah menakjubkan. Jalannya masih cukup buruk namun perjuangannya sepadan.

Come to Lombok, there are more than Gilis and Senggigi!

Advertisements

6 Best Beaches in South Lombok


Getting away from the crowd, finding inner peace, or simply lazing on the sand would be the perfect reasons to skip Senggigi, Mangsit, and the Gilis in Lombok. Jump from the airport right to the heart of the the island’s beauties.

Here are some beaches you may want to visit:

1. Kuta Lombok Beach

The other side of Kuta Lombok
The other side of Kuta Lombok

This is the most established beach in the south, where accommodation are easily found. Cafes and restaurants are available along the beach. From the main road, your view to the ocean is probably blocked these seaside cafes and restos, walk closer. You may find one of the most beautiful beaches you’ve been. Long sandy beach with light blue clear water. In some spots, you can see fishermen boats on the shore. Do not miss this beach!

2. Novotel/Putri Nyale Beach

The infamous Nyale statues from a distance
The infamous Nyale statues from a distance

Novotel or Mandalika Resort own a private beach, a huge comfort if you stay in this hotel. If you are not, sometimes the security guard allow people to enter the Novotel beach area. The sand here is not soft, more pepper-shaped. In the afternoon, the tide leaves puddles of water.

On the far side (outside Novotel area), there are statues of some figures. These statues are made to honor Princess Mandalika. A ceremony called Bau Nyale is held around February or March annually.

3. Tanjung Aan Beach

PRISTINE!
PRISTINE!

A relatively new beach that has instantly caught the attention of many travellers. Pristine, peaceful, and quite (at least when I was there). Came here with my toddler son and a driver, and it was literally just us – and a bunch of buffallos. The sand is is also pepper-like. The light blue water was just too amazing with hills on the background. Mind you, the hills were yellowish due to drought and climate change.

4. Seger Beach

The advantage of getting lost: Seger Beach
The advantage of getting lost: Seger Beach

Unintentionally, I saw the sign of Seger Beach on the way to Tanjung Aan. So I decided to stop by. It is a small beach with rather strong tides, maybe suitable for surfers (I don’t know, there were no surfers around at that time). There is only one cafe on this beach, but I think, a year from now, there could be half a dozen.

5. Mawun Beach

The gate of Mawun
The gate of Mawun

Either from Mataram or from Kuta, you will need to go uphill, then downhill, then uphill, so on to get to Mawun. And it is worth every second of your trip. Although many travellers have put this beach on their bucket list, the beach was not crowded. Yes, there are tourists sunbathing here and there, but you wouldn’t mind. Mawun is a bay with a small entrance, creating a beach with very small breaks. Peaceful, indeed. There is one huge tree that becomes the center of the visitors. They gather underneath the tree as it gives shade to those non-sunbathers. It is unusual but I feel that Mawun is not as hot as other beaches in Lombok. It could be because of the tree!

Harry and Sally...kissing under the tree!
Harry and Sally…kissing under the tree!

6. Selong Belanak Beach

The surfer boy of Selong Belanak
The surfer boy of Selong Belanak

Surfers MUST come to this beach. Selong Belanak is around 7 km from Mawun and it is also a village. In this beach you would see surfers between boats – ah they got along pretty well. You can rent surf boards or body boards here, you may also take a surfing lesson. Local children are able to surf, as well. If you want to splurge, Sempiak Villa is on the top of the hill offering fantastic view – suitable for honeymooners.

Waves of no waves, I surf!
Waves of no waves, I surf!
Dusk in Selong Belanak
Dusk in Selong Belanak

 

BONUS

7. Pink Beach

Pink Beach of Lombok
Pink Beach of Lombok

I call it a bonus as it in East Lombok. In the village of Tangsi, the beach may not as pink as its counterpart in Komodo Island. The road to Tangsi Beach is still not paved and slippery after the rain, but the view worth the hassle.

Come to Lombok, there are more than Gilis and Senggigi!

 

 

 

Tiga Malam, Satu Ransel, Satu Balita: A Husbandless Travelogue


Rencana yang sudah diwacanakan berulang-ulang itu hancur berantakan, ketika saya melihat tweet dari seorang kawan blogger Om Cumi, yang mengatakan bahwa Puput jadi salah satu pemenang lomba blog Terios 7 Wonders. Ikut senang sih suami bakal road trip gratis mulai dari Sawarna, Kinahrejo, Bromo, TN Baluran, via Bali, Lombok, Sumbawa, hingga sampai ke Komodo.

Daihatsu Terios berjejer di atas lereng jalur lava tour, siap berpose untuk para fotografer
Penyebab kegagalan family backpacking kali ini

Tapi pedih, Jenderal! Saya sudah bikin itinerary untuk melakukan overland road trip di Flores, dengan Kelimutu sebagai bintangnya. Selain itu kami juga akan menjelajahi Ende, Kupang, serta kemungkinan sampai di Timor Leste, atau ke Alor. Itinerary sudah siap, budget sudah dihitung, sudah punya juga jadwal pesawat yang akan dibooking. Sudah repot cari kombinasi yang paling murah, yang melibatkan Lion Air, Wings Air, Merpati, dan Sky Aviation.

JEDERRRR!!! Batal semua. Selain itu saya juga jadi harus di rumah berdua aja sama Oliq selama 14 hari. Kalau ada apa-apa gimana? (Dan di kemudian hari ternyata ada insiden Oliq terkunci di kamar mandi, sampai saya harus memukul gagang pintu dengan palu sekitar 10 menit – udah gemeteran semua deh. Nyaris manggil satpam apartemen).

Akhirnya pada malam sebelum pergi – dengan memanfaatkan rasa bersalah Puput 😀 – saya berhasil membuat dia sepakat akan membayar lunas tagihan kartu kredit saya untuk bulan Oktober. Kesepakatannya pakai salaman. Jadi sudah sah!

Kuta Lombok
Kuta Lombok

Continue reading Tiga Malam, Satu Ransel, Satu Balita: A Husbandless Travelogue