Tag Archives: sulawesi

Finding Surprises in Tomohon Market


I have written my story on this for Yahoo quite a while ago, but apparently many people still find it interesting. Hence, I write this one in English.

Tomohon Market is located in Tomohon, North Sulawesi, about 30 minutes from Manado. My husband was so eager to take me there because he know I would love it. I love it because it is so different, not because I don’t have compassion to the animals here.

Just so you know, Beriman Market of Tomohon is an ordinary traditional market. Vendors sell vegetables, fruits, groceries, meats, lots and lots of fresh flowers, and other daily necessities. What makes it so different is some stalls sell roasted animals, animals considered to be pets for most people across the world.

Giant pig on a scooter
Giant pig on a scooter

Continue reading Finding Surprises in Tomohon Market

Advertisements

Merengkuh Harmoni di Bukit Kasih


Manado biasanya identik dengan taman bawah laut Bunaken. Namun sebenarnya masih banyak tujuan wisata lain di sekitar Manado yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Bukit Kasih.

Bukan objek wisata biasa, Bukit Kasih merupakan sebuah tempat yang melambangkan toleransi beragama. Di puncak bukit terdapat lima rumah ibadah bagi lima agama — Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di puncak pertama juga ada salib raksasa berwarna putih yang saking besarnya, terlihat dari Pantai Boulevard.
Salib raksasa berwarna putih terlihat mencolok di tengah hutan hijau.

Continue reading Merengkuh Harmoni di Bukit Kasih

Warna-warni Danau Linow


Siapa bilang Sulawesi Utara hanya terkenal dengan pantai dan keindahan bawah lautnya? Provinsi ini juga kaya akan keindahan alam lainnya, salah satunya Danau Linow di Minahasa. Danau ini unik karena terlihat berwarna-warni.

Danau seluas 34 hektar ini merupakan lokasi favorit masyarakat setempat. Selain warna-warni danau yang indah, alam sekitarnya pun cantik. Burung-burung belibis (ada yang menyebutnya itik liar) terbang rendah sambil sesekali berenang di permukaan air.

Continue reading Warna-warni Danau Linow

Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – bagian 3 ( diving dan perjalanan pulang )


Hari ketiga petualangan saya di Togean bertepatan dengan hari natal. Pada pagi hari hanya ada ada tiga orang yang menyelam, yaitu saya, seorang Jerman bisu, dan dive master Gonzaga. Divespot kali ini bernama The Gap, tidak jauh dari divespot pertama Kota Wall. Divespot kali ini berupa dinding, tidak terlalu dalam, dan sedikit miring. Seperti biasa, koral disini sangat indah, demikian juga keragaman ikan-ikannya. Ada juga ikan napoleon, teripang, dan ikan kotak. Pada penyelaman kedua, kami menuju divespot dominic rock. Divespot ini juga berupa dinding, dan seperti biasa koral dan kumpulan ikannya sangat indah. Disini kami melihat giant moray eel, yaitu hewan laut seperti belut namun lebih besar, biasanya berwarna ungu. Ciri khas hewan ini adalah badannya selalu bersembunyi diantara bebatuan, namun kepalanya terjulur dengan mulut menganga menunggu mangsa. Namun kita harus berhati-hati karena gigi-giginya sangat tajam dan kuat.

Pada sore harinya saya ngobrol dengan seorang pegawai disana bernama Kukun. Menurutnya, dia pernah menyelam hingga 60m hanya dengan selang dan kompresor biasa, untuk mencari ikan menggunakan pukat. Dia bisa menyelam hingga 2 jam sebelum naik dan berganti dengan temannya. Walaupun sebenarnya hal ini sangat berbahaya, namun dia tidak merasa sakit apapun. Yah, memang cerita sebenarnya tidak seorangpun yang tahu, namun cara menyelam seperti itu jelas sangat berbahaya.

Malam harinya hujan turun deras. Paginya, hari keempat saya disana, cuaca terlihat buruk dengan angin kencang dan ombak tinggi. Rencananya pagi itu kami akan menuju Pulau Una-una, namun berhubung cuaca buruk maka tidak memungkinkan pergi kesana. Chris terlihat sangat kecewa dan dia menyalahkan Gonzaga, sang divemaster, karena memutuskan tidak pergi kesana kemarin. Menurut Gonzaga, dia memutuskan tidak pergi kesana karena kemarin hari Natal. Chris masih terlihat kesal karena menurutnya orang-orang tidak terlalu mempedulikan hari Natal. Akhirnya kami menyelam lagi ke divespot The Gap. Kali ini ombak cukup tinggi sehingga kapal berayun-ayun. Arus kuat juga kami rasakan ketika menyelam sehingga kami harus berpegangan pada karang atau batu. Karena hujan deras, visibility tidak terlalu bagus. Disini kami melihat moray eel lagi. Setelah 52 menit menyelam , kami naik ke permukaan dan arus kencang masih terasa. Untungnya kami bisa kembali ke resor dengan selamat meskipun cuaca masih buruk.

Dive center di Kadidiri Paradise Resort

Malam harinya, saya

 

 

 

 

 

 

Continue reading Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – bagian 3 ( diving dan perjalanan pulang )

Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – (bagian 2 – diving dan bangkai pesawat)


Setelah Anda membaca tulisan saya sebelumnya mengenai perjuangan menuju Togean, tentu Anda bertanya-tanya apa yang menarik disana. Atraksi utama di Togean adalah diving alias menyelam. Bila Anda bukan seorang penyelam, Anda masih bisa snorkeling, memancing, ataupun hanya sekedar bersantai di pinggir pantai. Pelancong sebenarnya juga bisa menjelajahi pulau-pulau dan hutan-hutan di pulau-pulau tersebut, namun hal ini jarang dilakukan karena relatif mahal dan kurang menarik bagi pelancong pada umumnya. Ada beberapa satwa yang hanya ada di sekitar Togean, namun biasanya hanya peneliti yang tertarik menjelajahi aneka satwa tersebut.

Seperti halnya pelancong lainnya, tujuan utama saya datang ke Togean adalah untuk menyelam. Penyelam seperti saya dan pelancong lainnya dikategorikan  sebagai Recreational Diver alias penyelam rekreasi. Ini untuk membedakan dengan Professional Diver dengan keahlian khusus seperti inspeksi pipa bawah laut dan pengelasan bawah laut. Tapi jangan salah sangka, meskipun hanya Recretional Diver, diperlukan latihan dan sertifikasi khusus oleh lembaga profesional yang bergerak di bidang pelatihan selam rekreasi. Di dunia, ada beberapa lembaga yang diakui secara internasional seperti PADI (Proffessional Associaton of Diving Instructor), CMAS (Confederation Mondiale des Activires Subaquatiques), dan NAUI (National Association of Underwater Instructor).  Di Indonesia, ada juga lembaga yang bisa memberikan sertifikat selam yaitu POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) yang menginduk ke CMAS. Diantara lembaga-lembaga tersebut, PADI adalah lembaga yang terbesar dan memiliki paling banyak resor selam (dive resort) maupun toko selam (dive shop). Kadidiri Paradise maupun Black Marlin termasuk dive resort yang diakui oleh PADI. Ini artinya mereka memiliki instruktur maupun peralatan selam yang memenuhi standar PADI.

Untuk dapat menyelam secara aman dan benar, Anda harus memiliki sertifikat terlebih dulu. Bila mengacu pada PADI, ada beberapa tingkatan yaitu Open Water Diver, Advance Open Water Diver, Rescue Diver, Dive Master, hingga Dive Instructor. Bila Anda belum memiliki sertifikat, Anda harus mengambil kursus Open Water Diver terlebih dahulu. Sebagai PADI dive resort, baik Kadidiri Paradise maupun Black Marlin bisa mengadakan kursus tersebut untuk Anda, namun biasanya Anda harus memesan tempat terlebih dahulu. Saya sarankan Anda mengambil kursus di tempat lain sebelum datang ke Togean sehingga Anda tinggal menyelam begitu datang ke Togean. Bila Anda belum memiliki sertifikat selam dan tidak berniat mengambil kursus Open Water Diver, Anda masih bisa menyelam melalui program Discover Scuba Diving. Lewat program ini, Anda akan berlatih menggunakan peralatan selam sekaligus menyelam di laut dangkal, tentu dengan pengawasan instruktur berpengalaman. Saya akan membahas mengenai selam lebih dalam di tulisan yang lain.

Togean termasuk dalam segitiga koral alias coral triangle. Ini adalah istilah geografi yang mengacu ke wilayah segitiga lautan tropis yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Tomor Leste yang mengandung sedikitnya 500 spesies koral di tiap wilayah ekologi atau ecoregion. Karena lokasi Togean yang relatif jauh dari kota besar, laut di sekitarnya masih sangat jernih dan hampir tidak tercemar sehingga pertumbuhan koral dan karangnya sangat baik. Koral dan karang yang baik adalah habitat yang sempurna untuk hewan-hewan laut lainnya.

Malam pertama di Togean saya habiskan dengan berkenalan dengan tamu-tamu yang sudah ada. Saya bertemu banyak bule Eropa seperti Chris dari Jerman, Blum dari Belanda, Rene dan Ingo dari Belanda, Martin dan Sarah dari Swiss, dan sekelompok orang bisu dari Jerman. Ya, Anda tidak salah, orang-orang Jerman yang bisu ternyata bisa sampai di Togean meskipun hanya mengandalkan bahasa isyarat. Ini benar-benar membuat saya kagum karena perjalan kesini sangat menantang, bahkan untuk orang normal seperti saya, apalagi bagi orang-orang dengan keterbatasan fisik dan berbeda bahasa dan budaya seperti orang-orang Jerman tersebut. Saya juga berkenalan dengan Gonzaga, sang diving instructor, sekaligus pengelola dive center di Kadidiri Paradise ini. Kami makan malam bersama dan dilanjutkan dengan menonton TV dari DVD.

Perahu kayu untuk diving, lengkap dengan tempat untuk tabung selam

Continue reading Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – (bagian 2 – diving dan bangkai pesawat)