Tag Archives: solo backpacking

Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!


Saya sama simbok Olen itu punya kesukaan yang hampir sama. Kami sama-sama suka bola (kami bukan cuma seneng tapi bener-bener ngerti bola), sama-sama suka sejarah (tapi sejarah asmara kami gampang lupa), West TV series favorit juga sama, kami juga sesama lulusan HI. Walau jarak usia kami jauh, saya 17 dan dia 38 (kemudian diuncali kumkuman cawet) kami jarang berantem. Kecuali kasus semangka, Zanetti dan walkman. Ah itu cerita masa lalu, jaman Olen masih doyan ngemut es gabus. Ya pokoknya Olen itu manusia favorit dalam hidup saya. Eh ini ngapa jadi kayak acara tali kasih deh!

Intinya Olen itu panutan dalam hidup saya selain Nabi Muhammad. Termasuk soal traveling. Saat dia baru pulang dari Kamboja dan cerita soal Tuol Sleng, sejak itu saya bercita-cita harus ke sana dan akhirnya kesampaian.

3
Ini riverside tempat saya ketemu si Naim

Continue reading Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!

Advertisements

What I Don’t Miss From Solo Travelling


Simbok kangen solo travelling. Oh yes, yes, banget, sudah 6 tahun berlalu tanpa pernah traveling sendirian. Terakhir ke Filipina, sekitar dua bulan sebelum Puput dan saya menikah. Setelah itu selalu duo, trio, dan tahun depan akan banyak kuarto tapi bukan folio.

Tapi, walaupun saya suka banget jalan-jalan sendirian (dan, trust me, banyak manfaatnya juga), ada beberapa downsides solo traveling buat saya.solo trav banner

I don’t miss in bed alone. Wakakaka, jangan ngeres dulu, dong! Eh tapi itu juga dink! BLOGGER GALAU. Saya sekarang sebenarnya rindu sekali bisa tidur sendirian. Tidur tenang 8 hours straight. Nggak bangun-bangun buat nyusuin, nggak bangun-bangun buat ngepuk-puk, dan nggak bangun-bangun buat …nganu… yang lainnya. Tapi tetap ada juga yang dikangenin kalau pas sendirian. Salah satunya adalah biaya. Waktu masih suka solo traveling, saya suka sok kaya males nginep di hostel jadi tetep nginepnya di hotel, walau ambil yang murah. Terutama dalam trip-trip di mana saya membutuhkan kesendirian, misalnya ketika sedang memikirkan masa depan, lagi patah hati atau lagi mencari strategi untuk mematahkan hati. Nah, kalau traveling sendiri boros karena satu kamar bayarnya harus ditanggung sendiri. Continue reading What I Don’t Miss From Solo Travelling

Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam


Sebagai manusia yang seneng sama sejarah, tentu saya seneng banget bisa dapat kesempatan untuk menjelajahi Penang yang terkenal dengan kota tuanya. Saya berangkat dengan rute JOG-KUL-PEN semuanya naik AirAsia karena tiket pesawat ke Penang dari KL lebih murah daripada naik bis. Nah, dolan kali ini saya pergi sendiri tanpa Mbak Olen tanpa Mas Puput dan tanpa teman. Gimana perasaan saya? Ya jelas deg2an! Mengingat wajah saya yang imut ini, saya takut jadi incaran pria nakal. Cuih! Wakakaka

Hari Pertama

Saya terbang dari KLIA 2 ke PIA (Penang International Airport) jam 2.55 waktu KL. Perjalanan hanya butuh satu jam saja, dari bandara ke hostel kita bisa naik taksi atau bis. Saya jelas milih bis karena taksi harganya sungguh ngampleng! Keluar dari airport langsung terlihat halte bisnya, bis Rapid Penang. Biasanya para turis pasti nginepnya di kawasan Georgetown, saya pun begitu lebih tepatnya di Lorong Chulia/Chulia Lane. Tidak semua bis melewati Georgetown, dan hanya sampai terminal bis KOMTAR dan kita harus ganti bis disitu menuju georgetown, kan ribet to, mindo gaweni wae.  Maka jangan ragu tanya dengan pak sopirnya dan sebutkan daerah hostel kita. Saya sendiri naik bis nomer 401 karena bis ini melewati Lebuh Chulia/Chulia Street sehingga tinggal jalan dikit udah sampai hostel tanpa ganti bis di KOMTAR. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam saja. Sampai di hostel pukul 05.00 pm, nggak usah pakai lama langsung aja kita keliling Georgetown.

  • Berburu Street Art

Karena saya nginep di daerah Lebuh Chulia dan saat itu sudah sore maka saya hanya keliling jalan kaki di sekitar sana. Jangan lupa sebelumnya ambil peta di bandara atau hostel. Untuk hunting street art sendiri Dinas Pariwisata Penang sudah menyediakan peta khusus letak-letak street art. Namanya juga street art to, pasti letaknya yo benar-benar di pinggir jalan. Bagi orang yang jalan-jalan sendiri kayak saya susah juga buat narsisnya. Ha wong baru masang tripod, udah ada mobil nyamber lewat!

1484670_10205936402639994_4164166692814741809_n
street art yang terbuat dari kawat

Continue reading Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam