Tag Archives: sabang

Pulau Weh, Permata di Ujung Barat Nusantara


Pulau Weh di Provinsi Aceh menawarkan keindahan alam yang luar biasa.

Saya kembali ke Pulau Weh setelah hampir lima tahun berselang. Keindahan pulau ini tetap tidak pudar walau kini makin ramai wisatawan berdatangan. Dari Banda Aceh, saya menumpang kapal feri cepat dari pelabuhan Ulee Lheue. Karena datang pada musim liburan, tiket harus dibeli beberapa hari sebelumnya. Read more

Advertisements

Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 3 – habis)


Melanjutkan tulisan bagian pertama dan kedua, berikut ini adalah dive spot yang pernah saya kunjungi.

11. Ternate, Maluku Utara

blue ribbon eel 2
Blue ribbon eel alias belut laut biru, salah satu hewan laut lucu yang bisa ditemukan di perairan tropis, termasuk Ternate

Dive spot ini relatif belum banyak dikenal banyak penggemar olahraga selam, padahal sebenarnya memiliki potensi tersendiri. Banyak dive spot yang letaknya tak jauh dari ibukota Maluku Utara, Ternate, termasuk di pelabuhan rakyat yang terletak persis di tepi kota. Ketika saya menyelam pada malam hari (night dive) di salah pelabuhan tersebut, banyak hewan-hewan lucu yang berkeliaran seperti anemone crab (binatang ini sebenarnya adalah anemon yang menempel di punggung kepiting laut sehingga seolah-olah seperti kepiting dengan tentakel di punggungnya). Dive spot lain bisa dijangkau antara setengah jam hingga satu jam dari kota Ternate. Lokasi selam sekitar Ternate menawarkan pemandangan yang cukup bagus meskipun menurut saya masih lebih bagus di Sulawesi seperti Bunaken, Wakatobi, ataupun Donggala. Mungkin karena daerah ini belum terlalu dieksplor, jadi titik-titik yang sebenarnya indah masih belum diketahui.

Continue reading Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 3 – habis)

Terpikat Kecantikan Pulau Weh – Aceh


Kalau orang Jakarta bilang mau ke Sabang, itu maksudnya pastilah Jl Sabang, jalan pendek yang terkenal karena kulinernya. Nah, kalau secara lebih luas Sabang yang dimaksud adalah Kota Sabang yang berada di ujung barat Indonesia. Ya benar, Sabang seperti di lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” itu.

Sebenarnya kalau wisatawan bilang mau ke Sabang maksud mereka adalah Pulau Weh – tempat kota Sabang berada. Sebab, kebanyakan dari mereka tidak akan menginap di Sabang, melainkan di wilayah-wilayah pantai seperti di Iboih atau di Sumur Tiga.

Family of Wanderlust - Pulau Weh
Family of Wanderlust – Pulau Weh

Continue reading Terpikat Kecantikan Pulau Weh – Aceh

8 Tahun Setelah Tsunami, Mengunjungi Aceh Baru


Hari ini tepat 8 tahun setelah tsunami Samudera Hindia melanda beberapa negara di dunia. Provinsi di ujung barat Indonesia, Aceh, adalah wilayah yang paling parah terkena dampak tsunami dengan lebih dari 170 ribu nyawa melayang. Kini, delapan tahun sudah. Aceh sudah seperti daerah yang baru.

Dari sisi wisata pun, provinsi ini kembali menawarkan banyak hal. Uniknya, sisa tsunami bahkan menjadi objek-objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Kami baru saja tiba dari Aceh semalam, ingin ikut sedikit berkisah.

Sekitar tahun 2006, Aceh masih seperti zona perang dengan mobil-mobil organisasi kemanusian berseliweran. Kini, jalan-jalan raya dipenuhi dengan kedai-kedai kopi modern ber-wifi.

Beberapa lokasi yang sempat kami kunjungi adalah:

Kapal Apung
Kapal Apung

Continue reading 8 Tahun Setelah Tsunami, Mengunjungi Aceh Baru

To Aceh With Love


Aceh is known worldwide after the 2004 tsunami that killed around 170,000 of its people, thousands left homeless. International aid poured in. Global attention has helped the people of Aceh back on their feet. Now, most of its breathtaking beaches restored, tourists flock not only to see the natural wonders but also what’s left by the tsunami. Aceh is now a major tourism province in Indonesia.

I lived there for a couple of years. I witnessed the pain in the eyes of the widows. I saw tears streaming down the cheeks of mothers who lost their children. Yet, I saw also hope.

I used to be a humanitarian worker, I wrote reports on how the disaster had affected the lives of these innocents. I wrote on how the supports from all over the world had helped Aceh regaining stability, improving its economy, and empowering its people. Now, I sound like the old me with all those jargons.

But now I am more a travel blogger. So now I report on something else. Let me take you to the beautiful province of Aceh. Mind you, I lost my laptop in a robbery just a few days before my leaving Aceh for good. So, the pictures here are credited to my dear friend Cynthia Maharani, whose anomaly personality is reflected to the way she takes pictures. Yes, correct, not straight!

The beaches

Virgin beaches along the west and east coasts are just stunning. The most well-known beaches – which of course lost their virginity long ago – are in Banda Aceh and Aceh Besar areas. Lhok Nga and Lampuuk are among the most popular.

My favorite coastline view is along the road from Lamno to Calang. It used to take 7 hours drive to Calang from Banda Aceh in a very bad tsunami-affected road. Now I believe it’s better (thanks to USAID?). The view is just mindboggling. Blue water surrounded by lush forest is just unbelievably pretty.

If you don’t have too much time, try to take a drive from Banda Aceh to Lamno (approx 2 hours). You’ll see beautiful sights of the ocean. Have a quick coffee break in a traditional stall on Mt Geureute (did I spell it right?).

Continue reading To Aceh With Love