Tag Archives: putrajaya

Ibu Hamil Tukang Ngelayap


Diary of A Pregnant Traveler (Part 2)

Ibu hamil tukang ngelayap. Gelar itu sudah resmi saya sandang sejak hamil pertama pada tahun 2010 lalu. Kalau dipikir-pikir memang waktu itu cukup banyak acara traveling, tapi rasanya terlalu berlebihan wong saya selama hamil paling cuma jalan-jalan satu atau dua kali sebulan ke luar kota dan hanya tiga kali ke luar negeri.

Waktu itu memang yang agak dahsyat adalah ketika saya sama suami saya, Puput, backpacking ke India ketika kehamilan 4,5 bulan. Dan yang paling heboh karena di Taj Mahal sempat ditangkap polisi dan lalu terdampar semalaman di stasiun kereta yang joroknya tiada banding. Cerita lengkapnya di sini.

Ah tapi itu masa lalu. Hamil ke dua ini agak lebih hati-hati. Maklum, selain karena hamil, umur yang udah tambah tua (#hakdesh), juga kerena ke mana-mana harus bawa Oliq (3,5 tahun).  Tapi, hati-hati bukan berarti kami berhenti traveling wekekekekeke.

Ternyata waktu pose begini di Repulse Bay Hong Kong udah hamil muda
Ternyata waktu pose begini di Repulse Bay Hong Kong udah hamil muda

Continue reading Ibu Hamil Tukang Ngelayap

Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio


Belakangan ini sudah terpikir sih mau staycation ke mana gitu. Pantat udah gatel mau pergi, tapi gimana lagi, perut udah mblegendong besar banget. Hamilnya Simbok memang sudah di minggu ke 32, jadi untuk liburan naik pesawat agak males karena otomatis harus minta surat layak terbang dari dokter kandungan. Makanya, staycation sepertinya jadi jalan terbaik.

Nah, pertanyaan ke dua: Mau staycation di mana? Masa cuma di KL? Kayanya sayang juga bayar di hotel kok dekat amat dari rumah.

Sejak beberapa hari yang lalu Puput sebenarnya udah ngotot mau ngajakin jalan-jalan ke Kuala Pilah di Negeri Sembilan. Alkisah, waktu kami pulang dari Kuala Terengganu dan terjebak banjir besar, kami terpaksa memutari 4 negara bagian untuk bisa pulang ke rumah di KL. Jalan yang ditempuh berliku nan macet. Kebetulan, jalan alternatif yang disarankan adalah melalui Kuala Pilah ini. Dan kami melewati jalan di mana sisi kanan kirinya banyak situs megalitik. Wow keren banget kan!

Bukan cuma itu, di sana juga ada istana lama yang bisa dikunjungi. Belum lagi, kami melewati jalan Federal Route 51 dengan pemandangan luar biasa. Dan setelah dicek ternyata jalan raya tersebut merupakan jembatan tertinggi ke-2 di Malaysia, dikenal dengan nama Ulu Bendol Viaduct. Posisinya tinggi banget, jadi pemandangan di bawah kelihatan asyik sekali.

Kembali ke masalah staycation. Lha kalau mau jalan-jalan ke Kuala Pilah yang di ujung berung itu mau nginap di mana? Di hotel nggak jelas? Pasti Si Oliq protes. Simboknya juga enggan.

Salah satu pilihan terbaik adalah menginap di Putrajaya – sekitar satu jam dari KL atau 50 km dari Kuala Pilah. Istilahnya di tengah-tengah begitu… Lagipula, di Putrajaya terdapat banyak hotel bagus karena merupakan kawasan tempat pusat pemerintahan Malaysia berada.

Pilih…pilih..pilih… Lha kok mahal-mahal?

Tiba-tiba ada colekan dari @tesyasblog tentang Travelio. Apa itu Travelio? Ternyata ini adalah situs pemesanan hotel yang tidak biasa alias luar biasa. Apanya yang luar biasa? Di Travelio kita bisa menawar harga. Lhaaa simbok-simbok kaya saya disuruh nawar tarif hotel? Ya mau banget, kaliii? Berasa kaya di pasar.

travelio1
Ternyata bisa untuk nawar hotel di Malaysia!

Tapi muncul pertanyaan lain, memangnya bisa untuk hotel di luar Indonesia? Ternyata bisa lhoooo. Continue reading Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio

Beyond Kuala Lumpur: 7 Towns to Visit


“Yah, ada promo tiket murah tapi ke KL lagi, KL lagi. Bosen!” Atau dikirim kantor dinas di Kuala Lumpur, mau extend tapi galau mau ke mana? Atau harus transit 1-2 hari tapi enggan tinggal di KL? Toh berapa kali pun dikunjungi Menara Petronas tetap ada 2, belum nambah lagi, Jalan Petaling masih tetap ada di Chinatown, dan patung di depan Batu Caves tetap saja Dewa Murugan, tidak berubah jadi Dewa Budjana apalagi Dewa 19.

Ribuan orang memadati Batu Caves, sementara para pemuja menuju kuil di dalam gua melalui 272 anak tangga
Ribuan orang memadati Batu Caves, sementara para pemuja menuju kuil di dalam gua melalui 272 anak tangga

Punya waktu 1-3 hari cukup untuk kabur dari keramaian KL tapi bingung mau ke mana? Lanjutkan bacanya.

Continue reading Beyond Kuala Lumpur: 7 Towns to Visit