Tag Archives: prambanan

Menggamit Pagi Plaosan


Gerobak sapi berukuran sedang itu melambatkan lajunya. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu sederhana, didominasi warna biru, namun dengan beberapa corak berwarna cerah.

Tiga orang wisatawan asing sengaja menghentikan laju gerobak sapi, untuk kemudian berfoto bersama. Takjub mereka melihat gerobak yang ditarik sapi. Alih-alih membiarkan pemilik gerobak melanjutkan perjalanannya, mereka malah sengaja ikut menumpang di dalam gerobak. Sapi pun berderap pelan meninggalkan jalan depan kompleks Candi Plaosan.

Hari itu, si sapi jadi idola para wisatawan
Hari itu, si sapi jadi idola para wisatawan

Saya tertawa melihat pemandangan yang tidak biasa itu. Jujur saja, entah sudah berapa tahun lalu terakhir kali saya melihat gerobak sapi yang masih dioperasikan sebagaimana fungsinya. Biasanya hanya melihat d TV, atau bahkan menjadi pajangan di sebuah pameran atau museum. Continue reading Menggamit Pagi Plaosan

Advertisements

Mengenal Candi-Candi di Sekitar Prambanan


Kompleks Candi Prambanan yang terletak di perbatasan antara Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bukan satu-satunya objek yang layak dikunjungi. Ada banyak candi lain yang dapat menjadi tujuan wisata. Memang, candi-candi lain tersebut lebih kecil, namun juga indah dan sangat menarik. Uniknya, walaupun Prambanan adalah candi Hindu, banyak candi yang berada di sekitarnya merupakan candi Buddha.

Ini hanyalah tulisan rangkuman, karena kami sudah banyak menulis tentang candi-candi di seputaran Prambanan dengan lebih detail dan akan ditautkan dalam tulisan ini.

1. Candi Kalasan

IMG_2670

Candi Kalasan atau Candi Tara merupakan candi Buddha tertua di Yogyakarta. Candi sangat mudah diakses karena hanya terletak beberapa puluh meter dari Jl Yogya-Solo. Dari jalan pun langsung kelihatan puncaknya. Candi Kalasan ini dibangun oleh konseptor yang sama dengan yang membangun Borobudur, yaitu Rakai Panangkaran. Candinya sendiri hanya satu yang berdiri tegak, cukup besar. Batu-batu candi masih banyak yang berserakan di sekelilingnya.

2. Candi Sewu

Candi Sewu terletak di dalam kompleks Candi Prambanan, namun sering terlupakan. Letak candi ini di bagian belakang, terlihat langsung dari pintu belakang. Sayangnya jaraknya cukup jauh dari candi-candi utama Prambanan, sehingga pengunjung biasanya tidak ke mari. Saya berusaha untuk masuk lewat pintu belakang (untuk menghindari berjalan jauh dari Prambanan), namun ternyata tidak diizinkan.

Continue reading Mengenal Candi-Candi di Sekitar Prambanan

Candi Sojiwan, Sebuah Candi Unik yang Tersembunyi


Mungkin tak banyak yang pernah mendengar nama Candi Sojiwan, apalagi kalau ditanya letaknya di mana. Ya, Candi Sojiwan memang tak sepopuler Candi Prambanan, apalagi Candi Borobudur. Sebenarnya candi ini letaknya tak jauh dari Candi Prambanan, kalau jalan kaki mungkin hanya sekitar setengah jam, namun memang candi ini baru selesai dipugar pada tahun 2011, masih sangat baru dibanding candi-candi lainnya. Yang paling menarik adalah bentuk candi ini mirip Candi Prambanan, tinggi dengan bentukan seperti piramid diatasnya, namun bagian atasnya berupa stupa-stupa mirip yang ada di Candi Borobudur. Bisa dibilang candi ini seperti “perkawinan” antara Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Candi Sojiwan yang unik dan cantik
Candi Sojiwan yang unik dan cantik

Continue reading Candi Sojiwan, Sebuah Candi Unik yang Tersembunyi

Eloknya Prambanan dari Kejauhan


Belakangan ini saya dan Puput sedang tergila-gila memotret candi, terutama dari kejauhan. Setelah (tidak terlalu) sukses dengan Borobudur dari Punthuk Setumbu, kami berambisi untuk memotret Prambanan.

Candi Prambanan terlihat dari Sumberwatu
Candi Prambanan terlihat dari Sumberwatu

Continue reading Eloknya Prambanan dari Kejauhan

3 Days 2 Nights in Jogja


Let say you are an expatriate working in Jakarta or having a business trip in Indonesia. You may consider to run away from Jakarta during long weekend. Yogyakarta or simply called Jogja is one of the most recommended place. Why? Because it is the second top destination after Bali. Known as student and cultural city, it is a place where modern city perfectly blends with traditional village. There are several flights daily from 6 in the morning to 9 in the night. It’s only an hour flight, but remember Soekarno Hatta International Airport is located outside of Jakarta which may take up to 2 hours from city center. You can also go by train which takes 9 hours.

Day 1 – Saturday

You shall catch a flight on Friday afternoon. Please consider crowded traffic to airport during long weekend, you should calculate the fastest time you can escape from office till reach the airport. Before 4 o’clock is the best time since you can arrive in airport within an hour from city center. If you board at 6 pm, you will arrive in Jogja at 7 pm. From Adisutjipto International Airport Jogja, you can go to your hotel by taxi or bus. Airport taxi is recommended transportation eventough more expensive than metered taxi outside. You can also go by TransJogja bus. Just for your info, you can also go by train from Maguwoharjo Railway Station. Adisutjipto International Airport is the one and only airport in Indonesia which have bus station and railway station located nearby.

Now it’s time to find a hotel. The best and most popular place is Sosrowijayan area, next to Tugu Railway Station and Malioboro street, the most famous street in Jogja. You can find wide range of accomodation from cheap hostel to 4 star hotel. It takes only half an hour by taxi from airport.

The first destination is Borobudur Temple, the biggest and the most famous buddhist temple in the world, one of UNESCO World Heritage. Borobudur is located in Magelang district, Central Java Province. It takes around one and a half hour by car from Jogja. I recommend you to rent a car for easy mobilization. It’s better to go early morning around 7 am. Borobudur Temple is built in 9th century during the reign of Syailendra Dynasty. Since it is the masterpiece of Jogja and Central Java tourism, Borobudur Temple shall be your first destination.

Stupa of Borobudur, “house” of Buddha statue

Continue reading 3 Days 2 Nights in Jogja