Tag Archives: paspor

Syarat Pengajuan Visa Korea bagi WNI yang Tinggal di Malaysia


Bagi Anda WNI yang tinggal dan bekerja di Malaysia, Anda masih memerlukan visa kalau ingin berkunjung ke Korea Selatan, meskipun hanya visa turis alias social visit. Sementara, kalau Warga Negara Malaysia kini sudah bebas visa kalau hanya untuk kunjungan sosial. Yang sering ditanyakan tentu apa saja syarat-syarat WNI yang ingin berkunjung ke Korea Selatan. Berikut saya kutipkan dari selebaran berisi persyaratan untuk ekspatriat yang ingin berkunjung ke Korea Selatan sebagai turis

Foreign Expatriate – Social Visit / Tourism

Please be advised that foreigners holding Malaysian Employment pass may apply for Korean visa from the Embassy in Kuala Lumpur if they have worked in Malaysia for over a year and their current Malaysian visa is valid for at least another 6 months at the time of application.

Documents required are :

  1. Completed application form, 5 pages printed double sided
  2. One recent passport-sized (3.5 cm x 4.5 cm) color photo with white background
  3. Original passport and its photocopy (main page only)
  4. Original letter from employer (stating date joined, current position) or recent company information print-out from SSM e-info (if own company)
  5. Notarized letter of invitation and letter of guarantee from a Korean national residing in Korea (original hardcopy) – include copy of guarantor’s Korean ID/passport
  6. Personal income tax receipt for the most recent tax year
  7. Personal bank statements for the latest 3 months, duly certified by bank in Malaysia, with balance not less than RM 20,000
  8. Flight itinerary
  9. Application fee RM 172 in cash

Additional documents may be requested upon assessment. Application must be submitted over the counter at the Embassy between 8.30 – 11.30 am Monday – Friday except public holidays. Processing takes at least 3 working days. No express service.

If applicant is unable to come personally, the representative should bring a copy of his/her own IC and an authorization letter from the applicant. For clarification on any of the above, please contact our Consular Section directly at 03-4251 4904.

Jadi kalau diterjemahkan, dokumen yang diperlukan adalah :

  1. Form yang diisi lengkap, tiap orang harus mengisi form (Jadi kalau satu keluarga 1 bapak 1 ibu 2 anak, form yang diisi ada 4). Form bisa diperoleh di kedutaan atau unduh di sini.
  2. Pasfoto warna ukuran passport (3,5 cm x 4,5 cm) latar putih, persis pasfoto untuk visa UK, sejumlah 1 buah yang akan ditempel di form aplikasi.
  3. Paspor asli dan fotokopi halaman utama (yang ada info nama, foto, tanggal dikeluarkan, dan tanggal kadaluarsa)
  4. Surat keterangan kerja asli yang menyebutkan posisi dan keterangan mulai kapan bergabung, atau informasi perusahaan dari SSM (semacam lembaga negara yang menangani daftar perusahaan, dibawah kementerian perdagangan dalam negeri) e-info bila memiliki usaha sendiri.
  5. Surat undangan yang disahkan notaris dari WN Korea yang tinggal di Korea, termasuk kopi paspor atau kartu identitas WN Korea yang bertindak sebagai penjamin. Dari pengalaman saya, surat ini tidak diperlukan kalau hanya sebagai turis.
  6. Bukti pembayaran pajak terkini (semacam SPT kalau di Indonesia). Pada umumnya bukti pembayaran pajak baru bisa keluar setelah bulan Maret, karena kemarin saya mengajukan visa bulan Februari, maka bukti pembayaran yang digunakan adalah tahun 2014 dan ini bisa diterima oleh pihak kedutaan.
  7. Rekening koran 3 bulan terakhir dari bank di Malaysia yang disahkan oleh pejabat bank, harus form asli, dengan saldo tidak kurang dari RM 20,000 (sekitar Rp 60 juta). Rekening koran ini bisa diminta dari pihak bank. Dari pengalaman saya, diperlukan waktu 3 hari kerja dengan biaya RM 14 (RM 10 untuk lembar pertama, RM 2 untuk per lembar berikutnya).
  8. Tiket pesawat p.p.
  9. Biaya RM 172 (sekitar Rp 516 ribu) per orang dibayar tunai, tidak bisa dengan kartu.

Selain dokumen yang disebutkan di atas, pihak kedutaan juga meminta kopi akta kelahiran bagi anak-anak dan surat nikah bagi istri. Lebih baik lagi jika akta kelahiran dan surat nikah sudah dilegalisir pihak kedutaan Indonesia di Malaysia atau kedutaan Malaysia di Indonesia.

WN Asing yang bekerja di Malaysia harus sudah bekerja selama minimal setahun dan visa Malaysia masih aktif dalam 6 bulan ke depan sejak pengajuan aplikasi visa Korea.

Proses pengajuan visa memakan waktu 3 hari kerja dan waktu pengajuan adalah hari Senin-Jumat pukul 8.30 – 11.30 kecuali hari libur nasional. Dari pengalaman saya prosesnya memang pas 3 hari, tidak bisa lebih cepat. Kalau tidak bisa mengambil langsung, boleh diwakilkan dengan membawa surat kuasa dan fotokopi identitas.

Karena WN Malaysia sudah bebas visa, proses pengajuan aplikasi visa korea di Kedutaan Korea Kuala Lumpur relatif tidak ramai. Semua dokumen akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas, jadi kalau ada yang kurang akan langsung dikembalikan saat itu juga. Kantor Kedutaan Korea di Ampang, belakang Hospital Gleneagle, juga nyaman meskipun ruang tunggunya tidak terlalu besar. Pemeriksaan keamanan tidak terlalu ketat, handphone dan tas masih boleh dibawa masuk.

Saya rasa sudah cukup jelas keterangan di atas, selamat berlibur ke Korea.

Advertisements

Travellers’ Worst Nightmare: Imigrasi


Bagaimana perasaanmu saat mau masuk negara dan antre imigrasi*? Kalau saya sih suka deg-degan, apalagi kalau imigrasi di negara itu terkenal rewel. Kalau sudah lewat imigrasi rasanya plong kaya habis makan permen bolong.IMG_4795

Pengalaman orang dengan imigrasi di bandara/pelabuhan pasti lain-lain. Ada yang bertampang kriminal kaya Puput jadi sering kena random check. Ada juga yang dikira TKI *colek @tesyasblog. Ada juga yang dicurigai kurir narkoba sampai harus digiring dari loket ke kantor imigrasi kaya kisah NST. Continue reading Travellers’ Worst Nightmare: Imigrasi

Pindah dan Tinggal di Malaysia (bagian 1 – Visa Kerja)


Pada akhir bulan ini, genap 5 bulan sudah saya pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mencari sesuap nasi dan selembar (eh, tiga lembar dink…) tiket. Mungkin sebagian akan mencibir, ngapain jauh-jauh ke negeri jiran, jadi TKI, wong di Indonesia aja lebih enak. Belum lagi stereotip bahwa pekerja Indonesia akan menjadi kelas dua, tiga, atau bahkan kelas paling bawah di Malaysia. Tapi bagi saya, itu justru tantangan tersendiri untuk membuktikan bahwa orang Indonesia bisa menjadi pekerja yang terhormat.

I love KL di dataran merdeka, obyek foto wajib kalau ke KL Malaysia
I love KL di dataran merdeka, obyek foto wajib kalau ke KL Malaysia

Continue reading Pindah dan Tinggal di Malaysia (bagian 1 – Visa Kerja)

Mengurus Visa Schengen


Pernah ada yang tanya pada saya, Schengen itu negara di mana? Nah saya juga jadi bingung jawabnya, penjelasan singkatnya demikian: Wilayah Schengen meliputi 22 negara anggota Uni Eropa dan 4 negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) yang bersepakat untuk menghapuskan pemeriksaan paspor dan imigrasi di perbatasan mereka sesama negara Schengen. Dengan demikian, negara-negara ini menerapkan kebijakan satu visa. Lebih lengkapnya mengenai wilayah Schengen dan negara-negara anggotanya dapat dibaca di Wikipedia.

Singkat kata, bila kita ingin pergi ke Belanda, kita tidak akan melamar visa Belanda, melainkan visa Schengen di Kedubes Belanda. Demikian juga bila akan ke Perancis, Italia, dan sebagainya (Catatan: Inggris tidak termasuk!). Dan dengan satu visa itu kita dapat pergi ke beberapa negara Schengen sekaligus, tanpa passport control kalau lewat jalan darat.

Museum Louvre di Paris
Museum Louvre di Paris

Continue reading Mengurus Visa Schengen

Mengurus Visa Australia


Mengurus visa itu mungkin bisa dibilang bagian paling menyeramkan dalam menyiapkan sebuah perjalanan. Dokumen harus lengkap, itupun belum tentu disetujui. Nah kalau ditolak bagaimana? Bisa rugi besar apalagi kalau tiket pesawat sudah dibeli (promo lagi, jadi ga bisa direfund). Ini sekilas saja pengalaman saya apply visa Australia tahun lalu.

Oliq dan para tuan rumah
Oliq dan para tuan rumah

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya melamar visa Australia. Yang pertama kali adalah pada tahun 2004, tapi waktu itu adalah visa studi dan semua yang mengurus adalah pihak ADS/Ausaid, jadi bisa dikatakan hampir pasti dapat lah.

Continue reading Mengurus Visa Australia