Tag Archives: pasar

Chow Kit: Pasar Orang Indonesia di Kuala Lumpur


Perjuangan mencari cowek dan munthu dimulai…

Dialek-dialek Minang, Madura, Aceh bercampur baur dengan Bahasa Melayu, Bahasa Cina campur Inggris di tengah-tengah tumpukan cabe, sayur-sayuran hijau dan ikan laut. Chow Kit adalah sebuah area di Kuala Lumpur dengan pasar tradisional yang cukup besar. Pasar basah ini jadi andalan WNI yang menetap di KL terutama karena satu hal. Sebuah faktor penting yang tak bisa lepas dari masyarakat Indonesia. Kebutuhan primer nusantara: Tempe.

Warna-warni sayur segar di Pasar Chow Kit
Warna-warni sayur segar di Pasar Chow Kit

Chow Kit ini punya wajah yang sangat Indonesia selain karena penjualnya juga banyak merupakan keturunan Indonesia dari berbagai etnis, barang dagangannya pun banyak merupakan produk Indonesia. Indomie misalnya, santan Kara, the Sariwangi, kecap ABC – tapi kok saya belum nemu kecap Bango ya…hiks L.

Berbagai daging (termasuk babi) pun ada di Chow Kit

Sebenarnya tempe bisa diperoleh di supermarket-supermarket di KL. Misalnya yang merk Vanda, ada di supermarket menengah hingga high-end. Sayangnya, tempe Vanda yang sempat saya beli di Ampang Park agak semangit dan rasanya pun malah mirip gembus. Sungguh tidak konsisten. Harganya RM 4 setara dengan Rp 15 ribu untuk sepapan tempe yang bisa didapat di pasar Indonesia Rp 2 ribu saja.

Tempe tanpa merk yang saya beli di Wangsa Maju lebih oke rasanya, RM 1,35 untuk sepapan tempe yang seharga Rp 1 ribu di Indonesia. Nah, di Chow Kit ini urusan pertempean memang jauh lebih menyenangkan, harganya RM 2 untuk 3 papan tempe tipis, rasanya pun lebih enak. Tak heran kami banyak melihat orang Indonesia yang selalu menyertakan tempe dalam belanjaannya.

Tapi Chow Kit tidak hanya perkara tempe saja. Ada cobek juga. “Masih belum terasa seperti rumah kalo belum punya cowek dan munthu,” kata saya tempo hari. Selama beberapa hari tinggal di sini, bertahan hanya dengan oseng-oseng yang tidak membutuhkan ulek-ulekan. Yang banyak dijual adalah lumping/tumbukan/alu, cobek yang ditumbuk bukan diulek. Ternyata di Chow Kit ini kami menemukan cobek dan ulekan. Jangan tanya harganya, deh! Kira-kira setara dengan beras 10 kg. Yang organik!

Santan Kara, Masako, Royco, Sambal ABC...

Harga sayuran di pasar ini juga jauh lebih murah daripada di supermarket, kondisinya juga bagus dan segar. Seafood pun bermacam-macam, begitu juga daging dan ayam. Ikan lele sekilonya lebih murah daripada yang biasa saya beli di Jakarta.

Yang paling bikin Puput hepi adalah banyak juga yang jualan kerupuk, hal yang juga tak terpisahkan dari makanan Indonesia. Krupuknya macam-macam, ada yang sudah matang ada yang masih mentah. Ada juga kripik tempe, emping, dan berbagai camilan purba seperti kuping gajah dan untir-untir.

Chow Kit tidak hanya menjual bahan makanan, ada baju, daster batik, sepatu, tas, dan berbagai hal lainnya. Harganya murah.

Di Chow Kit ini ada beberapa bank nasional seperti Bank Mandiri, BNi, yang melayani transfer uang. Ada juga penjual pulsa kartu SIM Indonesia, jasa pengiriman barang ke Indonesia, dan penjual koran Indonesia: Jawa Pos dijajakan berjejeran dengan koran lokal.

Finding Krupuk: A happy Indonesian
Finding Krupuk: A happy Indonesian

Chow Kit dapat dicapai menggunakan monorail arah Titiwangsa, beberapa stasiun transitnya antara lain Bukit Nanas/LRT Dang Wangi, Hang Tuah, dan KL Sentral.

Cukuplah saya berbual di sini. Jumpa lagi!

Belanja Pernak-Pernik di Kebun Sayur


Penggila fesyen pasti suka pergi ke kebun sayur yang satu ini. Ya, memang bukan kebun sayur yang sebenarnya. Nama daerahnya adalah Kebun Sayur yang terletak di Balikpapan. Letaknya sekitar 6 km dari pusat kota.

Pernak-pernik di Pasar Inpres Kebun sayur
Pernak-pernik di Pasar Inpres Kebun sayur

Kebun Sayur di Balikpapan ini terkenal sebagai pusat pernak-pernik. Toto-toko di sini menjual aneka ragam batu mulia, baik yang hanya batunya saja maupun yang sudah dijadikan perhiasan. Tinggal sebut saja, semua ada di sini, mulai safir, mutiara, ruby, entah apalagi saya tidak tahu. Kebetulan saya tidak suka memakai perhiasan, cincin kawin saja saya tidak punya – forever perawan dong!

Saya ke sini dengan Oliq. Saya tertarik untuk ke sini bukan karena mau belanja, hanya senang melihat-lihat saja. Memang sangat cocok untuk objek foto karena warna-warni bebatuan yang sudah terlihat dari jauh. Ada banyak kalung, gelang, cincin, bros, dan berbagai asesoris untuk mereka yang berhijab.

Jajaran toko di Kebun Sayur
Jajaran toko di Kebun Sayur

Sementara saya hanya membeli dua buah bros untuk kerudung seharga Rp 10 ribu masing-masing, Pasar Inpres Kebun Sayur ini sebenarnya memiliki toko-toko yang menjual batu berharga kelas atas, misalnya berlian seharga puluhan juta rupiah.

Saya sempat bertemu dengan beberapa ibu yang tampaknya berasal dari Jakarta tengah memborong perhiasan.

Jangan heran juga bila melihat pemandangan para pemilik toko sedang merangkai manik-manik menjadi kalung, atau bahkan memotong berlian. Teknik cutting dilakukan untuk membuat bentuk berlian lebih rapi.

Cenderamata juga dijual di Pasar Kebun Sayur
Cenderamata juga dijual di Pasar Kebun Sayur

Pasar Kebun Sayur ini juga menjual berbagai kain khas Dayak yang juga warna-warni. Ada juga yang menjual suvenir seperti kaos, gantungan kunci, dan benda-benda kecil lainnya.

Anda seorang fashionista atau bahkan fashion blogger? Jangan lewatkan kunjungan ke Kebun Sayur karena siapa tahu bisa menemukan pernak-pernik keren dengan harga miring.

 

Asyiknya Wisata Pasar


Saya sudah sering sekali menulis tentang pasar-pasar yang saya kunjungi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bagi saya, pasar adalah tempat yang paling tepat untuk mengenal budaya setempat serta lokasi yang paling cocok untuk mengamati interaksi penduduk lokal.

Setiap kali pergi ke negara tertentu, saya usahakan untuk mengunjungi paling tidak salah satu pasarnya. Ada beberapa keuntungan melakukan wisata pasar, antara lain yang sudah saya sebutkan di atas, untuk wisata kuliner, serta sekaligus belanja oleh-oleh – yang terakhir ini sangat tergantung kocek, harap maklum cuma traveler kere.

Di bawah ini rangkuman pasar-pasar yang menurut saya menarik – beberapa pasar sudah ada tulisan yang lebih mendetail dalam blog ini:

1. Tsukiji Market (Tokyo)

Pasar ikan terbesar di dunia ini berada di Tokyo Jepang. Tidak seperti pasar ikan lain yang berbau amis dan jorok, pasar ini bersih dan tidak berbau. Setap kali pasar tutup, selalu ada pembersihan besar-besaran, dengan lokasi lapak disiram air menggunakan truk tangki. Yang paling menarik di sini adalah pelelangan tuna, sayangnya sekarang acara ini ditutup bagi wisatawan demi menjaga higienitas ikan-ikan tersebut. Yang paling menyenangkan di sini adalah makan ikan bakar segar yang sangat lezat.

2. Pasar Tomohon (Manado)

Salah satu pasar terunik yang pernah saya kunjungi ini berada di Kabupaten Minahasa. Sebenarnya Pasar Beriman Tomohon ini pasar biasa saja, menjual berbagai kebutuhan sehari-hari penduduk setempat. Namun, banyak barang dagangan di sini yang tidak umum dijual di pasar lain, misalnya babi, anjing bakar, kucing bakar, tikus bakar, dan sebagainya yang menjadi konsumsi penduduk lokal.

Anjing panggang a la Tomohon
Anjing panggang a la Tomohon

Continue reading Asyiknya Wisata Pasar

[Enjoy Jakarta] Cuci mata di pasar-pasar unik Jakarta


Di Jakarta semuanya ada. Jakarta punya semuanya, mulai dari wisata Kota Tua, peninggalan perjuangan bangsa, hingga ragam kuliner dari seluruh pelosok nusantara. Untuk masalah belanja, ibukota memiliki segalanya. Berkeliling pusat perbelanjaan mewah adalah hal yang biasa dilakukan warga Jakarta ketika akhir pekan tiba. Sebenarnya masih banyak pusat-pusat transaksi yang jauh lebih menarik di seluruh penjuru ibukota.

Akhir pekan yang lalu saya memutuskan untuk melakukan wisata pasar. Tentu saja pasar-pasar yang saya kunjungi bukanlah pasar-pasar tradisional biasa. Barang-barang yang dijual pun lebih spesifik. Selain barang dagangan yang menarik, suasananya pun menyenangkan sangat cocok untuk cuci mata.

Continue reading [Enjoy Jakarta] Cuci mata di pasar-pasar unik Jakarta