Tag Archives: malaysia

Menjejak Kota Tua Melaka


Ada rencana untuk terbang ke Kuala Lumpur (KL) dalam waktu dekat? Bagi yang sudah sering ke KL, mungkin sudah bosan untuk berkunjung ke lokasi yang itu-itu saja di ibukota Malaysia ini. Nah, mungkin Melaka bisa jadi tujuan alternatif. Kota ini merupakan salah satu Kota Warisan Dunia UNESCO karena peninggalan sejarah memang sangat lekat di sini. Belum lagi kulinernya, bakal membuat lidah bergoyang!

Terus terang saja sebelum ke Melaka, saya tidak menyangka bahwa bahwa kota kecil ini akan melampaui ekspektasi saya. Dan lebih asyiknya lagi, Melaka dekat dengan KL hanya ditempuh sekitar 2 jam dengan bus, bisa langsung dari bandara. Banyak orang yang hanya melakukan wisata sehari ke Melaka, tapi bagi saya lebih enak bila menginap karena Melaka di malam hari seru juga, lho.


Pinggiran Sungai Melaka yang artistik. (Olenka Priyadarsani)

Pusat pariwisata Melaka berada di Kota Tua, dengan ciri khas bangunan-bangunan kuno yang dicat berwarna merah bata. Kota Tua tersebut menggurita ke jalan-jalan dan gang-gang kecil di sekitarnya, di sepanjang Sungai Melaka. Continue reading Menjejak Kota Tua Melaka

Advertisements

Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio


Belakangan ini sudah terpikir sih mau staycation ke mana gitu. Pantat udah gatel mau pergi, tapi gimana lagi, perut udah mblegendong besar banget. Hamilnya Simbok memang sudah di minggu ke 32, jadi untuk liburan naik pesawat agak males karena otomatis harus minta surat layak terbang dari dokter kandungan. Makanya, staycation sepertinya jadi jalan terbaik.

Nah, pertanyaan ke dua: Mau staycation di mana? Masa cuma di KL? Kayanya sayang juga bayar di hotel kok dekat amat dari rumah.

Sejak beberapa hari yang lalu Puput sebenarnya udah ngotot mau ngajakin jalan-jalan ke Kuala Pilah di Negeri Sembilan. Alkisah, waktu kami pulang dari Kuala Terengganu dan terjebak banjir besar, kami terpaksa memutari 4 negara bagian untuk bisa pulang ke rumah di KL. Jalan yang ditempuh berliku nan macet. Kebetulan, jalan alternatif yang disarankan adalah melalui Kuala Pilah ini. Dan kami melewati jalan di mana sisi kanan kirinya banyak situs megalitik. Wow keren banget kan!

Bukan cuma itu, di sana juga ada istana lama yang bisa dikunjungi. Belum lagi, kami melewati jalan Federal Route 51 dengan pemandangan luar biasa. Dan setelah dicek ternyata jalan raya tersebut merupakan jembatan tertinggi ke-2 di Malaysia, dikenal dengan nama Ulu Bendol Viaduct. Posisinya tinggi banget, jadi pemandangan di bawah kelihatan asyik sekali.

Kembali ke masalah staycation. Lha kalau mau jalan-jalan ke Kuala Pilah yang di ujung berung itu mau nginap di mana? Di hotel nggak jelas? Pasti Si Oliq protes. Simboknya juga enggan.

Salah satu pilihan terbaik adalah menginap di Putrajaya – sekitar satu jam dari KL atau 50 km dari Kuala Pilah. Istilahnya di tengah-tengah begitu… Lagipula, di Putrajaya terdapat banyak hotel bagus karena merupakan kawasan tempat pusat pemerintahan Malaysia berada.

Pilih…pilih..pilih… Lha kok mahal-mahal?

Tiba-tiba ada colekan dari @tesyasblog tentang Travelio. Apa itu Travelio? Ternyata ini adalah situs pemesanan hotel yang tidak biasa alias luar biasa. Apanya yang luar biasa? Di Travelio kita bisa menawar harga. Lhaaa simbok-simbok kaya saya disuruh nawar tarif hotel? Ya mau banget, kaliii? Berasa kaya di pasar.

travelio1
Ternyata bisa untuk nawar hotel di Malaysia!

Tapi muncul pertanyaan lain, memangnya bisa untuk hotel di luar Indonesia? Ternyata bisa lhoooo. Continue reading Mendadak Staycation Gara-Gara Travelio

Accomodation Review: Roommates Penang Guesthouse


Review: Rommates Guesthouse Penang

Menyambung cerita saya jalan-jalan sendiri ke Penang kemarin, saat ini saya mau lanjut review tentang hostel tempat saya tinggal selama di Penang. Namanya adalah Roomates Guesthouse Penang, hostel ini udah punya rating dan review cukup baik dik Agoda dan Hostelworld. Saya nginep di hostel ini selama 2 malam cukup dengan harga RM 26 per malemnya, murah kan!

Nah, untuk letaknya sendiri sangat strategis dan mudah ditemukan, yaitu di Chulia Lane/Lorong Chulia. Chulia lane ini adalah salah satu gang yang ada di Lebuh Chulia, jadi bisa dipastikan sekitar hostel ini banyak Place of Interests dan tentunya deket sama wisata kuliner malam.

???????????????????????????????

Continue reading Accomodation Review: Roommates Penang Guesthouse

Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam


Sebagai manusia yang seneng sama sejarah, tentu saya seneng banget bisa dapat kesempatan untuk menjelajahi Penang yang terkenal dengan kota tuanya. Saya berangkat dengan rute JOG-KUL-PEN semuanya naik AirAsia karena tiket pesawat ke Penang dari KL lebih murah daripada naik bis. Nah, dolan kali ini saya pergi sendiri tanpa Mbak Olen tanpa Mas Puput dan tanpa teman. Gimana perasaan saya? Ya jelas deg2an! Mengingat wajah saya yang imut ini, saya takut jadi incaran pria nakal. Cuih! Wakakaka

Hari Pertama

Saya terbang dari KLIA 2 ke PIA (Penang International Airport) jam 2.55 waktu KL. Perjalanan hanya butuh satu jam saja, dari bandara ke hostel kita bisa naik taksi atau bis. Saya jelas milih bis karena taksi harganya sungguh ngampleng! Keluar dari airport langsung terlihat halte bisnya, bis Rapid Penang. Biasanya para turis pasti nginepnya di kawasan Georgetown, saya pun begitu lebih tepatnya di Lorong Chulia/Chulia Lane. Tidak semua bis melewati Georgetown, dan hanya sampai terminal bis KOMTAR dan kita harus ganti bis disitu menuju georgetown, kan ribet to, mindo gaweni wae.  Maka jangan ragu tanya dengan pak sopirnya dan sebutkan daerah hostel kita. Saya sendiri naik bis nomer 401 karena bis ini melewati Lebuh Chulia/Chulia Street sehingga tinggal jalan dikit udah sampai hostel tanpa ganti bis di KOMTAR. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam saja. Sampai di hostel pukul 05.00 pm, nggak usah pakai lama langsung aja kita keliling Georgetown.

  • Berburu Street Art

Karena saya nginep di daerah Lebuh Chulia dan saat itu sudah sore maka saya hanya keliling jalan kaki di sekitar sana. Jangan lupa sebelumnya ambil peta di bandara atau hostel. Untuk hunting street art sendiri Dinas Pariwisata Penang sudah menyediakan peta khusus letak-letak street art. Namanya juga street art to, pasti letaknya yo benar-benar di pinggir jalan. Bagi orang yang jalan-jalan sendiri kayak saya susah juga buat narsisnya. Ha wong baru masang tripod, udah ada mobil nyamber lewat!

1484670_10205936402639994_4164166692814741809_n
street art yang terbuat dari kawat

Continue reading Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam

Peringkat Negara ASEAN untuk Jalan-Jalan


Dulu saya punya cita-cita agung, mengunjungi semua negara ASEAN sebelum menikah. Apa daya, pada tahun 2010 saya hanya sempat sampai di Filipina – negara ASEAN ke 9 yang saya kunjungi. Dua bulan setelah itu saya terpaksa menikah dengan Puput sebelum tuntas.

Saya pernah ditertawai teman sih, punya cita-cita kok ASEAN, mbok ya mengunjungi mengunjungi semua benua! Wait! Itu cita-cita berikutnya, dong!

Myanmar yang seharusnya menjadi pelengkap, still got away. Maklumlah tahun 2010 itu Myanmar masih harus pakai visa, ribet ngurusnya. Tapi, waktu ke Kamboja (2008) dan Laos (2009) pun saya masih harus bayar VOA yang USD 20 itu! Huh.

Kabar baiknya, the one that got away was not getting away anymore! Apaan sih ini bahasa? Maksudnya, setelah terlambat 5 tahun – tepat di hari ulang tahun saya yang ke 25 – akhirnya saya menuntaskan semua negara ASEAN.

Berikut ini cuplikan serta peringkat negara mulai dari yang paling saya sukai hingga yang saya least sukai. Ingat, ini SUBJEKTIF, sesuai dengan pengalaman dan selera saya. Jadi jangan protes kalau tidak sesuai dengan pendapat Anda. Selain itu, walau sudah ke semua negara, di tiap negara paling saya hanya berkunjung ke 1-3 kota, kecuali Malaysia (10+ kota). Ke tiga, saya sengaja tidak mencantumkan Indonesia karena nanti jadi tidak adil dan kalau tidak jadi nomor 1 bisa-bisa saya dikepruki massa nasionalis .

  1. Vietnam
Salah satu sudut Old Quarter Hanoi

Continue reading Peringkat Negara ASEAN untuk Jalan-Jalan