Tag Archives: makanan jogja

Lotek Colombo Bu Bagyo, Harus Coba Kalau ke Jogja


Salah satu warung yang tidak pernah saya lewatkan kalau pulang ke Jogja adalah jajan lotek Bu Bagyo di seputaran Sagan. Ada yang belum tahu lotek? Kalau di Jakarta mirip dengan gado-gado gerobak (kalau di Jogja, gado-gado bumbu kacangnya matang, tidak perlu diulek, tinggal siram). Kalau di Jawa Barat mungkin mirip dengan rujak sayur.

image
Lotek Bu Bagyo

Harus diakui, khazanah per-salad-an Indonesia tidak kalah dengan dunia Barat. Bayangkan, salad dengan dressing bumbu kacang saja banyak ragamnya, antara lain.pecel (atau pecal), gado-gado, dan lotek ini. Serupa, tapi tidak sama persis.
Continue reading Lotek Colombo Bu Bagyo, Harus Coba Kalau ke Jogja

Festival Jajanan Bango: Dari Bumi Nusantara untuk Bangsa Indonesia


“Cup, ke Chow Kit yuk, kecap Bango habis,” ujar saya pada suami, menyebutkan pasar terbesar di Kuala Lumpur. Sebagai kaum migran yang sudah ‘hinggap’ di negeri jiran selama 1,5 tahun, akhir pekan selalu kami gunakan untuk berbelanja bahan makanan – terutama untuk menu-menu khas Indonesia.

Di kali lain, saya mengirimkan pesan singkat kepada mbak yang membersihkan rumah secara part time, “Mbak Sah, titip wortel. Brokoli, kecap Bango, tempe.” Kebetulan Mbak Sah tinggal di dekat Pasar Dato Keramat, yang merupakan daerah hunian migran dari Madura sehingga walau kecil, pasar menyediakan cukup banyak produk Indonesia.

Kecap Bango untuk nusantara
Kecap Bango untuk nusantara

Sebenarnya sudah lama saya menjadi penggemar fanatik Kecap Bango, tapi lantas menggila setelah menjadi simbok-simbok yang hobi masak. Tinggal di Kuala Lumpur, mencari Bango tidak semudah di Indonesia, tentunya. Di sana, merk ini tidak diketemukan di supermarket maupun minimarket, hanya dijual di pasar-pasar yang khusus memperdagangkan produk Indonesia, salah satunya di Chow Kit dan Dato Keramat.

Siapa sih yang tidak kenal Bango? Awalnya kecap ini adalah produk usaha rumahan di daerah Benteng, Tangerang. Lahir pada tahun 1928 merk ‘Bango’ dipilih dengan visi agar dapat terbang tinggi hingga ke mancanegara. Bango bertahan di era penjajahan hingga Indonesia merdeka. Pada tahun 2001, PT Unilever mengakuisisi Bango menjadi bagian dari jajaran perusahaannya dan Bango terbang kian tinggi, hingga ke luar negeri, seperti yang diinginkan oleh pendirinya. Continue reading Festival Jajanan Bango: Dari Bumi Nusantara untuk Bangsa Indonesia