Tag Archives: kyoto

Jatuh Cinta dengan Orang Jepang


Baru sekali pergi ke Jepang, saya langsung jatuh cinta pada orang-orangnya. Padahal, biasanya saya bukan tipe orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dulu bayangan saya tentang orang Jepang adalah seperti Nagao Kanji di Tokyo Love Story. Dingin, spaneng. Lebih parah lagi, seperti para tentara Jepang jaman penjajahan. Mungkin hanya satu dua yang lucu wagu seperti Kenshin Himura Battosai Si Pembantai dalam Samurai X. Atau seperti Nobita. Sementara itu bayangan Puput tentang orang Jepang adalah seperti Miyabi.

image

Dari pertama menginjakkan kaki di Jepang, rasanya tidak habis-habis bertemu orang baik hingga meninggalkan Jepang lagi.

Turun dari pesawat AirAsia di Bandara Haneda, waktu setempat hampir menunjukkan tengah malam. Saya sudah memesan satu kamar hotel untuk ‘transit’ sebelum pindah ke apartemen. Hotel ini menyediakan shuttle bus gratis, antara lain pukul 11.30 dan 12.20.

Orang Baik #1: penjaga konter informasi. Kami terbirit-birit menuju ke konter informasi untuk bertanya di mana parkiran shuttle bus. Si Mbak yang menjaga konter informasi memberitahu, menunjukkan denah. Pembawaannya ramah, Bahasa Inggrisnya pun bagus.

Continue reading Jatuh Cinta dengan Orang Jepang

Advertisements

10 Wisata Gratis di Tokyo


Tokyo boleh jadi dikatakan sebagai salah satu kota termahal di dunia. Kalaupun dapat tiket murah, kita kemudian bertanya-tanya berapa banyak yang akan dikeluarkan untuk tinggal di sana? Jangan jiper duluan, ada beberapa tips dan rekomendasi wisata gratisan di Tokyo.

Kota Tokyo dari atas
Kota Tokyo dari atas

10 Wisata Gratis di Tokyo

1. Shibuya Crossing dianggap sebagai persimpangan jalan paling sibuk sedunia. Letaknya tepat di depan Stasiun Shibuya, yang juga merupakan stasiun kereta api tersibuk di Jepang. Lampu merah menyala bersamaan sehingga seluruh kendaraan dari arah manapun akan berhenti. Pada saat pejalan kaki serentak menyeberang jalan dari segala penjuru. Shibuya juga terkenal akan toko-tokonya.

2. Patung Hachiko juga terletak di Shibuya, tepatnya di seberang stasiun. Hachiko adalah anjing yang selalu setia menunggu majikannya di stasiun antara tahun 1923-1935. Suatu saat majikannya yang merupakan seorang profesor meninggal dunia di kampus dan setiap hari Hachiko masih tetap menunggu di depan stasiun sampai ia juga mati.

3. Harajuku adalah agenda wajib kunjung, terutama hari Minggu. Takeshita St pada saat ini akan penuh dengan kaum muda, banyak yang mengenakan kostum-kostum unik. Jangan sungkan minta foto bareng sama mereka!

Para lolita di Harajuku
Para lolita di Harajuku

4. Yoyogi Park. Taman Yoyogi sangat luas dan rimbun padahal terletak di tengah kota, tepat di depan Harajuku. Saking luasnya ada banyak gerbang masuk ke taman ini. Di hari libur banyak remaja yang sedang berlatih menari, main alat musik, dan sebagainya.

5. Meiji-jingu adalah kuil paling terkenal di Tokyo. Bisa masuk lewat Yoyogi Park di gerbang Harajuku. Bila hari Minggu sering ada acara pernikahan di kuil yang bisa difoto-foto. Waktu kami ke sana, hanya dalam satu sore ada 3 acara!!

Salah satu acara pernikahan di Kuil Meiji
Salah satu acara pernikahan di Kuil Meiji

6. Tsukiji Market juga jangan dilewatkan. Apa sih asyiknya ke pasar? Buat saya, ke pasar tradisional itu wajib, apalagi Tsukiji adalah pasar ikan terbesar di dunia. Di sini ada pelelangan tuna yang sayangnya sekarang sudah ditutup bagi turis. Tapi, masih banyak lagi yang bisa dilihat karena cara pedagang menawarkan ikan-ikannya juga seru banget. Selain itu, di Tsukiji ini objek foto sangat banyak dan menarik. Sempatkan juga makan ikan panggang yang masih sangat segar, kalau yang ini bayar ya.

Tsukiji Market Tokyo
Tsukiji Market Tokyo

7. Senso-ji adalah kuil yang terletak di Asakusa. Kuilnya besar dengan dominasi warna merah, ditambah lampion-lampion khas yang digantung. Kalau hari libur, kuil ini banyak didatangi oleh peziarah. Di jalan menuju kuil terdapat deretan toko yang menjual berbagai cenderamata khas Jepang. Ada jimat enteng jodoh juga lho.

Senso-ji di Asakusa Tokyo
Senso-ji di Asakusa Tokyo

8. Tokyo Skytree adalah menara tertinggi di dunia, dan bangunan tertinggi ke 2 di dunia setelah Burj Al Arab. Naik ke puncaknya bayar dong, mahal lagi. Tapi mumpung masih di daerah Asakusa, jalan kaki saja ke arah Taman Asakusa, menyeberangi sungai. Dari situ pemandangan Tokyo Skytree terlihat jelas, lumayan kan ga usah beli tiket. Bisa juga naik ke lantai mall tepat di bawah Skytree. Di sana biasanya banyak yang sedang antre beli tiket.

Papa Krewel, Oliq, dan Tokyo Skytree
Papa Krewel, Oliq, dan Tokyo Skytree

9. Odaiba adalah sebuah pulau buatan di Tokyo Bay. Untuk ke sini kereta kita harus melewati Rainbow Bridge, jembatan yang terkenal itu. Nah, Tokyo Bay enak buat hang-out. Di sini juga ada Patung Liberty dalam versi yang lebih kecil.

Rainbow Bridge dan rel kereta
Rainbow Bridge dan rel kereta
Kichijoji di pagi hari
Kichijoji di pagi hari

10. Kichijoji adalah sebuah daerah yang memiliki taman luas. Di taman ada juga danau buatan yang besar. Kichijoji sering menjadi tempat para seniman jalanan memamerkan karya-karya mereka. Di dalam ada mini-zoo, tapi masuknya harus bayar. Di sekitar stasiun Kichijoji ada banyak toko-toko kecil yang sangat menarik.

Jadi, lupakan itu naik Skytree atau ke Disneyland kalau memang budget cekak. Lagipula, melihat Jepang yang sesungguhnya nggak harus bayar mahal kok.

google-site-verification: google5194a36db9762fd1.html

 

 

Berikutnya saya akan tulis tentang tips irit wisata ke Jepang.

Mengapa Harus Jalan-Jalan ke Luar Negeri?


Setiap kali artikel jalan-jalan ke luar negeri dimuat di media, hampir selalu ada pembaca yang berkomentar, “Ah, yang seperti itu di Indonesia juga banyak!” atau “Pantai-pantai di Indonesia lebih bagus dari itu!” atau “Buat apa mahal-mahal ke luar negeri, wisata Indonesia jauh lebih bagus”, dan semacamnya.

Tentu masing-masing individu berhak menyuarakan pendapatnya, tetapi saya menjadi tergelitik untuk juga menyuarakan pendapat saya dalam hal ini.

Ketika diundang menjadi pembicara baik langsung maupun di radio, saya selalu berpesan bahwa Indonesia itu sangat luar biasa amat indah! Tetapi, walaupun saya tinggal di negara yang sangat indah, bukan berarti saya kemudian enggan berjalan-jalan ke luar negeri. Read more

cropped-champselysees.jpg

Jatuh Cinta dengan Kyoto


Salah seorang teman yang pernah tinggal di Jepang berkata pada saya, “Kalau Tokyo itu seperti Jakarta, Kyoto lebih seperti Yogya.” Saya pun makin bersemangat merencanakan liburan ke Jepang, untuk merasakan dua kota dengan atmosfer berbeda itu.

Ternyata, saya memang langsung jatuh cinta dengan Kyoto, kota yang merupakan ibu kota kekaisaran Jepang selama lebih dari seribu tahun, sebelum akhirnya berpindah ke Tokyo (yang waktu itu masih bernama Edo).

Dari Tokyo ke Kyoto saya naik kereta Shinkansen dan langsung melihat perbedaan dua kota tersebut. Jumlah gedung tinggi di Kyoto tidak sebanyak di Tokyo. Masyarakatnya juga terlihat lebih santai — mengayuh sepeda untuk pergi ke kantor atau sekolah. Read more

Menginap di Apartemen, Alternatif Selain Hotel


Kebanyakan orang pertama kali mempertimbangkan masalah harga ketika memilih akomodasi saat berlibur di luar negeri. Untuk para pelancong tunggal, tentu saja pilihannya akan jatuh pada penginapan berbentuk asrama (dorm), atau hostel murah meriah. Harga dihitung per orang per malam. Namun, solusi seperti ini tentu tidak berlaku bagi keluarga yang membawa anak.

Di depan bangunan apartemen kami di Amsterdam
Di depan bangunan apartemen kami di Amsterdam

Continue reading Menginap di Apartemen, Alternatif Selain Hotel