Tag Archives: koper

Traveling Itu Hak, Jangan Diatur-Atur


Bahwasanya traveling itu kewajiban tidak pernah tertuang dalam pasal apapun di UUD 45. Bahwasanya traveling hak juga tidak diatur di mana-mana juga sih huehehe. Mau bawa koper, gendong ransel sak Bagong sekalian sama Gareng Petruknya, tidak ada aturannya. Mau bawa tongsis atau tripod dan menjadikan HP sebagai remote kameranya juga monggo saja. Mau bawa fotografer profesional ya silakan saja.

Wong dolan-dolanmu dewe. Wong duit-duitmu dewe.

Puput mabur (foto oleh Mas Bem)
Apapun gaya travelingmu yang penting happy (foto oleh Bems)

Continue reading Traveling Itu Hak, Jangan Diatur-Atur

Penitipan bagasi di Amsterdam Centraal Station, Belanda


Anda pasti pernah menjumpai situasi ketika Anda sudah harus check out dari penginapan sementara penerbangan Anda masih malam hari. Kalau Anda memperpanjang masa menginap hingga malam, mungkin Anda akan terkena biaya penuh, biasanya ketentuan ini berlaku kalau Anda memperpanjang hingga pukul 18.00. Kalau Anda ingin jalan-jalan dulu sebelum ke bandara, mungkin Anda merasa repot dengan koper besar yang harus dibawa-bawa kemana-mana. Mungkin kalau Anda menginap di hotel, Anda bisa menitipkan koper di resepsionis hotel. Namun ini berarti Anda harus kembali ke hotel lagi untuk mengambil koper yang kadang kala agak merepotkan jika hotel Anda berlokasi jauh dari bandara atau lokasi jalan-jalan. Apalagi jikalau Anda menginap di apartemen atau homestay, Anda tidak akan menemukan fasilitas ini. Lalu, apakah Anda harus menambah biaya untuk memperpanjang penginapan atau harus repot menenteng koper besar kesana kemari?

Ruangan loker di Amsterdam Centraal Station, Belanda
Ruangan loker di Amsterdam Centraal Station, Belanda

Continue reading Penitipan bagasi di Amsterdam Centraal Station, Belanda

Backpackology, sebuah gaya hidup masa kini


Alhamdulillah, tak terasa blog ini telah mencapai lebih dari 100.000 hits atau kunjungan. Sebuah angka yang bagi kami terasa sangat spesial karena untuk sebuah blog personal pencapaian tersebut tidak mudah, butuh komitmen dan konsistensi tersendiri. Karena itu kami sajikan tulisan spesial mengenai makna dibalik nama blog ini, backpackology.

Oliq the backpacker. Backpackology atau ilmu tentang petualangan bisa diajarkan sejak dini

Continue reading Backpackology, sebuah gaya hidup masa kini

Traveling dengan Anak-Anak Part 9: Koper, Tas, atau Ransel?


Traveling dengan Anak-Anak Part 9: Koper, Tas, atau Ransel?

Anda lebih suka menggunakan koper ketika berwisata karena baju jadi lebih rapi, muat banyak, dan aman dimasukkan dalam bagasi? Itu sah-sah saja, apalagi bila Anda berlibur dengan bayi atau balita dengan bawaan seabrek-abrek. Gendong ransel di belakang dan gendong bayi di depan? Top abis! Olen dan Lala akan membahas jenis-jenis koper/tas/ransel yang sering dibawa bepergian dan juga preferensi kami.

——————-

Olenka Priyadarsani dan ransel-ranselnya (serta koper)

Saya termasuk pengguna fanatik ransel dan jaraaaaang sekali menggunakan koper ketika bepergian. Suami pun demikian. Alasannya simpel, biar bisa masuk kabin (kalau ga berat2 amat) jadi tidak perlu menunggu bagasi dari pesawat. Itulah kenapa kami menamai blog ini backpackology.

Tapi sejak punya anak prinsip tersebut tidak berlaku. Bukan berarti kami tidak bawa ransel lho. Ransel tetap bawa, koper juga (terpaksa) bawa.

Monggo diintip koleksi koper/tas saya, siapa tau bisa memberikan inspirasi:

1. Koper besar

Koper merah andalan di antara ransel-ransel

Koper merah besar ini adalah kebanggaan Papa Krewel. Tidak boleh dibawa dengan cara diseret. Harus dibawa di samping dalam posisi tegak nan elegan dengan gaya pramugari. Biasanya kami membawa koper besar itu untuk perjalanan-perjalanan jauh dan lama. Perkecualian adalah ke Manado ketika si Merah harus bekerja keras mengangkut peralatan selam Papa Krewel. Koper tersebut biasanya muat antara 17 hingga 25 kg, tergantung apa yang dibawa.

Continue reading Traveling dengan Anak-Anak Part 9: Koper, Tas, atau Ransel?