Tag Archives: kaleidoskop

Where We Have Been In 2018


Travel while you are young. Yo nek wis tuo masih tetap mau jalan-jalan ya ga apa-apa juga sih. Tapi yang jelas stamina itu sangat mempengaruhi. Saya kerasa banget setelah usia di atas 35, kalau jalan tidak sekuat ketika masih lebih muda. Tentu, traveling membawa balita juga berpengaruh.

Masjid Omar Ali Saifuddien di malam hari

Dulu, waktu hamil pertama, usia kehamilan 4 bulan masih sanggup gendong ransel 40 liter walau nggak penuh-penuh amat. Mampu keliling dari pagi sampai malam dengan jadwal makan yang nggak teratur. Sekarang, baru bentar aja udah kelaparan. Nek kuwi dasare kowe nggragas, Mbok!

Pokoknya beda. Beda banget huhuhu. Dulu habis jalan lama masih biasa nganu-nganu-nganu, sekarang saling oles-oles Counterpain.

Stonehenge di Amesbury.

Kami bersyukur punya kesempatan berkunjung ke tempat-tempat baru (dan lama). Bersyukur bisa melakukan perjalanan bersama keluarga. Allahumma amiin. Continue reading Where We Have Been In 2018

Advertisements

Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2017


Tahun 2017 adalah tahun yang kurang ceria untuk kehidupan plesiran kami. Ada beberapa berita duka di awal tahun, ditambah dengan cash flow yang masih embuh-embuhan karena kebanyakan mbayar tukang jadi kami tidak bisa melakukan trip jauh. Selain itu, saya dan anak-anak tinggal di Jogja sementara Puput di Jakarta. Kehidupan LDM membuat kami harus banyak berpikir untuk melakukan piknik-piknik terencana. Gimana bisa merencanakan wong masa depan hidup kami juga belum jelas waktu itu hahahha. Jadilah hanya piknik tipis-tipis.

Boleh dibilang tahun ini adalah satu-satunya tahun setelah pernikahan di mana kami sama sekali tidak melakukan trip jauh keluar benua, bahkan trip medium keluar regional. Paling jauh hanya Bangkok, Thailand.

Maret  — Candi Sukuh, Candi Cetho, Solo (Indonesia)

Beginilah namanya pasangan LDM, setiap Jumat Puput pulang ke Jogja, dan akan balik ke Jakarta Senin pagi. Plesirnya cuma bisa weekend saja, yang artinya nggak bisa jauh-jauh dari Jogja. April ini kami ke Solo, menginap di Alana Solo yang reviewnya ada di sini.

Candi Ceto yang sangat mirip pura di Bali

Kami day trip ke Karanganyar menuju ke Candi Sukuh yang disebut-sebut mirip dengan Chichen Itza, lengkap dengan arca yang nganu itu. Bagus, kami suka, suka, suka karena memang penggemar candi dan sudah lama banget mengagendakan ke sini tapi belum kesampaian.

Dari Candi Sukuh kami menuju ke Candi Cetho melewati kebun teh di Kemuning yang cantik. Jalannya berliku dan lumayan seram ya karena menanjak terjal. Untung kami pakai Accord tangguh yang pernah ke segala medan. Candi Cetho menurut saya malah menyerupai pura. Di sekelilingnya terdapat perkebunan sayur.

Pulangnya kami mampir ke Rumah Teh Ndoro Donker yang fenomenal itu. Reviewnya di sini.   Continue reading Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2017