Tag Archives: jogja

Melipir ke Jogan, Yuk!


Sudah ke Pantai Siung tapi nggak mampir di Pantai Jogan? Rugi hukumnya! Beda dengan pantai-pantai Gunungkidul yang lebih dikenal seperti Siung, Indrayanti, Baron, Pantai Jogan ini memang termasuk salah satu yang paling baru.

"Mabur" di bibir Jogan
“Mabur” di bibir Jogan

Apa sih istimewanya? Sesuai dengan kabar-kabar yang beredar, di pantai ini ada air terjun yang berada di bibir pantai. Kebetulan kami pulang mudik ke Jogja, dan Gunungkidul hampir selalu masuk daftar jalan-jalan tiap kali pulang kampung.

Kami berangkat dari Condong Catur sekitar jam 11 siang, menuju ke Jl Wonosari. Jalan yang kayanya udah kenal banget sama kami. Ibarat temen, udah cipika cipiki. Belum masuk Janti, Oliq udah tumbang di kursi belakang. Bobo manis, anteng. Simbokpun tenang,

Jalan naik ke Wonosari padat, tapi nggak terlalu susah nyalip truk-truk karena jalan sudah diperlebar di beberapa titik pendakian. Salut buat Pemkab Gunungkidul! Masuk ke jalan Baron, jalanan agak lengang. Belok kiri di jalan menuju ke Pantai Siung, melewati Ngringrong.

Baru sekitar jam 13.00 kami sampai di Pantai Siung, ini adalah kunjungan ke dua saya dan Puput. Pertama kali ke sini Oliq masih di perut buncit berumur 9 bulan 8 hari (2 hari menjelang due date). Tujuan ke Siung cuma satu: makan.

Setelah bayar retribusi masuk Rp 3000 per orang (sepertinya), saya sempat tanya kepada bapak penjaga. Katanya, Pantai Jogan sekitar 2 km dari pos tersebut. Jalan utama menuju ke Siung, persimpangan ke kanan menuju Jogan.

Dua setengah tahun yang lalu Siung masih cukup bagus, sekarang sudah terlalu banyak warung-warung yang berdiri tak beraturan. Saya kok jadi kurang suka ya. Padahal saya sendiri termasuk salah satu yang mempromosikan Pantai Siung lewat blog dan Yahoo Travel serta beberapa media lain :-(.

“Nek menurut kula, Pantai Jogan niku adem, enak! Wonten warung setunggal, Pak Min, taksi sedherek,” kata ibu pemilik warung. Artinya, menurutnya Pantai Jogan itu dingin. Hanya ada satu warung di sana milik Pak Min, yang masih bersaudara dengannya.

Karang Pantai Jogan, cantik!
Karang Pantai Jogan, cantik!

Tadinya ada teman yang bilang mobil tidak bisa ke Jogan, harus parkir di Siung dan jalan kaki ke sana. Ternyata sekarang sudah ada jalan yang cukup untuk mobil. Jalan ini mendaki karena lokasi memang berada di atas tebing. Di sana ada satu petak tanah yang kira-kira hanya cukup untuk 3 mobil dan belasan sepeda motor.

Pantainya sendiri berada di bawah. “Air terjunnya mana?” tanya saya pada Puput. “Kayanya yang dimaksud kriwikan ini, Cup!” ujar Puput menunjuk pada sebuah sungai kecil yang bermuara di bibir tebing, langsung jatuh ke laut.

The infamous kriwikan
The infamous kriwikan

Agaknya kami memang tidak terlalu beruntung. Debit air sungai saat itu kecil, sehingga yang terlihat bukannya air terjun, melainkan “kriwikan” atau air terjun mini. Otherwise, pantai ini memang adem seperti yang dibilang Bu Gholib. Ada pohon-pohon yang melindungi dari sengatan matahari.

Bila mau, bisa saja ke bawah melalui jalan setapak terjal dengan keamanan seadanya. Pantainya tidak berpasir, melainkan berbatu-batu. Ada sebuah cekungan seperti gua di bawah air terjun itu.

Jangan kalah sama traveler asing!
Jangan kalah sama traveler asing!

Oliq tidak mau dibawa ke bawah, jadi hanya Puput yang turun. Saya menemani Oliq main pesawat di muara sungai. Beberapa menit baru saya sadar, nnggg muara sungai ya…. emmmm kotor kan ya? Gleks. Ya sudahlah, anaknya hepi gitu, nggak tega mau ngangkat.

IMG_0631

Pemandangan dari atas bagus karena Pantai Jogan sangat sempit dan diapit karang-karang. Di sini juga masih bersih, mungkin karena belum terlalu banyak orang yang berkunjung juga.

Yang paling nikmat itu duduk-duduk di bale-bale warung Pak Min yang dibangun di bawah pohon, menikmati kelapa muda dan pesona Laut Selatan!

Ayo, melipir ke Jogan!

Advertisements

Terios 7 Wonders : Kepedulian Sosial Daihatsu di Lereng Merapi


Hari keempat kami dijadwalkan mengunjungi Desa Kinahrejo di Lereng Merapi setelah menempuh perjalanan panjang dari Desa Sawarna, Banten. Desa ini merupakan desa paling dekat dengan puncak Gunung Merapi di sisi selatan, sekaligus diapit oleh dua jalur lahar merapi, yaitu Kali Adem dan Kali Kuning. Desa ini juga merupakan base camp pendakian Gunung Merapi sekaligus kediaman juru kunci Merapi yang legendaris, yaitu (alm) Mbah Maridjan. Di kawasan ini pula terdapat obyek wisata Bebeng yang berada persis di samping Kali Adem.

Wisata Desa Kinahrejo pasca Erupsi Merapi 2010
Wisata Volcano Tour Merapi di Desa Kinahrejo pasca Erupsi Merapi 2010

Continue reading Terios 7 Wonders : Kepedulian Sosial Daihatsu di Lereng Merapi

Menikmati Keramahan Ombak Laut Selatan dan Ikan Laut Segar di Pantai Ngrenehan


Di antara sekian banyak pantai-pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, mungkin pantai ini tergolong pantai yang kurang terkenal. Namun bukan berarti pantai ini tidak layak dikunjungi, karena tetap ada hal menarik di sini. Pantai Ngrenehan lebih dikenal sebagai pantai nelayan, seperti halnya Pantai Baron dan Pantai Sadeng. Namun pantai ini lebih kecil dibanding Baron maupun Sadeng. Terletak di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari, pantai ini juga berdekatan dengan Pantai Ngobaran dan Nguyahan yang lebih terkenal, kira-kira 1 km sebelah timur Pantai Ngobaran.

Pantai Ngrenehan yang berbentuk teluk dengan ombak tenang, cocok bagi Anda yang membawa anak kecil
Pantai Ngrenehan yang berbentuk teluk dengan ombak tenang, cocok bagi Anda yang membawa anak kecil

Continue reading Menikmati Keramahan Ombak Laut Selatan dan Ikan Laut Segar di Pantai Ngrenehan

Indahnya Pantai-Pantai Gunungkidul


Siapa menyangka kabupaten di wilayah selatan DIY yang dulunya sering dikabarkan kekurangan air kini ijo royo-royo, ramai, dan sangat berkembang. Perkembangan utama yang kasat mata adalah dalam bidang pariwisata. Jaman saya kecil dulu, pantai di Gunungkidul ya tahunya cuma Baron, Krakal, Kukup, lha sekarang kok buanyaaak banget yang baru. Kabarnya ada sekitar 48 pantai (and counting!), saya baru ke 13 pantai. Di bawah ini ringkasannya sesuai abjad:

Pantai Baron– Pantai lama yang menjadi gerbang masuk ke pantai-pantai di wilayah Gunungkidul.

Pantai Indrayanti – Nama resminya Pantai Pulang Syawal. Merupakan pantai paling populer saat ini. Pantainya bersih, indah, namun bibir pantai sempit. Selalu overcrowded saat liburan. Di sini banyak kafe-kafe dan payung-payung yang disewakan, meniru seperti di Bali atau Phuket. Pantai ini tepat di seberang jalan, saat pasang air bisa sampai ke jalan raya. Hindari Pantai Indrayanti saat libur sekolah, macet total.

Pantai Krakal, berbatu
Pantai Krakal, berbatu

Continue reading Indahnya Pantai-Pantai Gunungkidul

Candi Sojiwan, Sebuah Candi Unik yang Tersembunyi


Mungkin tak banyak yang pernah mendengar nama Candi Sojiwan, apalagi kalau ditanya letaknya di mana. Ya, Candi Sojiwan memang tak sepopuler Candi Prambanan, apalagi Candi Borobudur. Sebenarnya candi ini letaknya tak jauh dari Candi Prambanan, kalau jalan kaki mungkin hanya sekitar setengah jam, namun memang candi ini baru selesai dipugar pada tahun 2011, masih sangat baru dibanding candi-candi lainnya. Yang paling menarik adalah bentuk candi ini mirip Candi Prambanan, tinggi dengan bentukan seperti piramid diatasnya, namun bagian atasnya berupa stupa-stupa mirip yang ada di Candi Borobudur. Bisa dibilang candi ini seperti “perkawinan” antara Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Candi Sojiwan yang unik dan cantik
Candi Sojiwan yang unik dan cantik

Continue reading Candi Sojiwan, Sebuah Candi Unik yang Tersembunyi