Tag Archives: jeddah

Asyiknya Wisata Pasar


Saya sudah sering sekali menulis tentang pasar-pasar yang saya kunjungi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bagi saya, pasar adalah tempat yang paling tepat untuk mengenal budaya setempat serta lokasi yang paling cocok untuk mengamati interaksi penduduk lokal.

Setiap kali pergi ke negara tertentu, saya usahakan untuk mengunjungi paling tidak salah satu pasarnya. Ada beberapa keuntungan melakukan wisata pasar, antara lain yang sudah saya sebutkan di atas, untuk wisata kuliner, serta sekaligus belanja oleh-oleh – yang terakhir ini sangat tergantung kocek, harap maklum cuma traveler kere.

Di bawah ini rangkuman pasar-pasar yang menurut saya menarik – beberapa pasar sudah ada tulisan yang lebih mendetail dalam blog ini:

1. Tsukiji Market (Tokyo)

Pasar ikan terbesar di dunia ini berada di Tokyo Jepang. Tidak seperti pasar ikan lain yang berbau amis dan jorok, pasar ini bersih dan tidak berbau. Setap kali pasar tutup, selalu ada pembersihan besar-besaran, dengan lokasi lapak disiram air menggunakan truk tangki. Yang paling menarik di sini adalah pelelangan tuna, sayangnya sekarang acara ini ditutup bagi wisatawan demi menjaga higienitas ikan-ikan tersebut. Yang paling menyenangkan di sini adalah makan ikan bakar segar yang sangat lezat.

2. Pasar Tomohon (Manado)

Salah satu pasar terunik yang pernah saya kunjungi ini berada di Kabupaten Minahasa. Sebenarnya Pasar Beriman Tomohon ini pasar biasa saja, menjual berbagai kebutuhan sehari-hari penduduk setempat. Namun, banyak barang dagangan di sini yang tidak umum dijual di pasar lain, misalnya babi, anjing bakar, kucing bakar, tikus bakar, dan sebagainya yang menjadi konsumsi penduduk lokal.

Anjing panggang a la Tomohon
Anjing panggang a la Tomohon

Continue reading Asyiknya Wisata Pasar

Beribadah Umrah Membawa Bayi, Sedikit Repot Banyak Barokah


Alhamdulillah. Kata itu terucap dalam hati ketika saya tiba di hadapan Ka’bah di Masjidil Haram. Alhamdulillah tidak hanya saya dan suami dapat berkunjung ke Baitullah, melainkan dengan bayi kami yang pada saat itu berusia 11 bulan. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melancarkan perjalanan keluarga kecil kami ini untuk pergi beribadah umrah.

Sebenarnya niat untuk menjalankan ibadah umrah ini sudah ada pada tahun lalu. Namun, karena pada waktu yang sudah ditetapkan saya mengandung tujuh bulan, rencana terpaksa tertunda satu tahun. Ternyata penundaan tersebut justru membawa berkah karena kami dapat membawa serta si Kecil ke Baitullah. Thariq Naveed Risanto (Oliq), usia 11 bulan, akan berkunjung ke rumah Allah!

Apa tidak repot? Pertanyaan tersebut datang dari teman di tanah air maupun beberrapa kenalan yang kami temui di Arab Saudi. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentunya bersifat retoris. Tentu saja repot, namanya juga membawa bayi! Tetapi tentu saja hal tersebut tidak akan mengurangi kekhusyukan beribadah dan kebahagiaan karena telah diberi kesempatan berumrah sekeluarga.

Continue reading Beribadah Umrah Membawa Bayi, Sedikit Repot Banyak Barokah

Ballad, Pusat Belanja Oleh-oleh di Jeddah


Oleh Olenka Priyadarsani

Resminya pusat perbelanjaan di ibu kota Arab Saudi ini bernama Corniche Commercial Center, namun karena letaknya, lebih terkenal dengan nama Ballad. Di sinilah biasanya jamaah haji dan umroh singgah untuk membeli oleh-oleh dalam perjalanan mereka menuju ke Bandara King Abdul Aziz untuk kembali ke tanah air.

Jangan heran bila Anda melihat berbagai tulisan di etalase toko yang sangat familiar di mata, misalnya Wilujeng Sumping atau Sugeng Rawuh. Nama toko-tokonya pun sangat Indonesia, antara lain Toko Amir Murah dan Toko Gani Murah. Ini bukan karena pemiliknya orang Indonesia, melainkan karena pembeli terbanyak adalah para jamaah dari negeri kita.

Lalu apa saja yang bisa dibeli di Ballad?

Yang pertama tentu saja oleh-oleh khas haji, seperti berbagai macam jenis kurma dan produk olahannya, kacang arab, pistachio, dan kismis. Selain itu ada juga berbagai permen dan cokelat yang cocok untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Toko-toko di Ballad menggunakan nama berbahasa Indonesia. Foto: Olenka Priyadarsani

Continue reading Ballad, Pusat Belanja Oleh-oleh di Jeddah

Oliq’s Third Country


Oliq (now 11 mo) went overseas for the first time when he was 6 month old. It was Malaysia en route to Australia.

A short visit in Malaysia as we stayed only a few hours at the airport. And because we passed the immigration (with the stamps) — it was officially Oliq’s first international exposure.

Australia was the big one. 12 day trip, Melbourne and Sydney. 6-mo Oliq experienced the 40 centigrade heat and a low chilly superwindy St Kilda at maybe 12 degree Celcius.

The third country is Saudi Arabia for umra. 9 hour flight is a longhaul. I myself don’t hate flying but taking a baby for such a long airtime is frankly exhausting. Turned out everything was alright.

Jeddah, continued with 5hours busride to Madinah. Oliq is finally at Masjed Nabawi!!! Yeeaaaaa lucky baby!

In Madinah, we visited Masjid Quba, Kebun Kurma, Quran Complex while passing some other significant mosques.

In the holy city of Makkah al Mukarrama, Oliq got his chance to see Ka’bah, circled it 7 times (for 3 times) carried by papa and mama. Did his Sa’I until midnite and continued with Tahalul. Oliq is now gundul!

An extremely exhausting process at King Abdulaziz Airport followed by 9 straight hour flight. Oliq is finally home again.

He is looking forward to the next country to step on.