Tag Archives: imigrasi

Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura


Judulnya kaya cerita horor ya? Padahal bakalan lucu nih. Ya biasalah lucu-lucu ngenes nyebahi 😂😂

Jadi ceritanya kami ke Johor Bahru dengan tujuan utama Legoland. Singapura cuma jadi side trip. Kebetulan Ola belum pernah ke Singapura, hitung-hitung ndolanke dia ke negara ke-9 ini.

Awal mau berangkat ke Johor sudah mengkhawatirkan. Pulang field trip hari Kamis Oliq demam. Dan Jumat masih demam hingga bolos sekolah. Hari itu ada 6 anak sekelas dia yang demam, hampir separo kelas sendiri.

Kami agak ragu, jadi berangkat ga. Ya wis tunggu Sabtu aja. Sabtu pagi yang niatnya berangkat habis Subuh kami undur agak siang. Oliq udah ga terlalu demam walau kemudian mimisan sedikit. Anaknya ngotot minta berangkat.

Perjalanan ke JB naik mobil santai butuh waktu 5,5 jam karena sempat salat dan makan siang lama. Emang niat santai aja biar Oliq ga sakit lagi. Intinya, anaknya udah sembuh hingga kami sampai di hotel di kawasan Taman Perling.

Continue reading Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura

Advertisements

Mbah Kakung Ketinggalan Pesawat


Kisah ini bermula sekitar delapan bulan yang lalu – yang lagi-lagi gara-gara tersihir promo free seat AirAsia.Waktu itu saya ada di Jogja, baru saja melahirkan Ola. Siapa sih yang nggak tergoda kursi gratis dan hanya bayar pajak bandara saja? Siapa coba? *ngacung*

Karena menurut prediksi saya akan berada di Kuala Lumpur beberapa bulan mendatang, saya – dengan sangat tidak selfish-nya – membookingkan tiket untuk Mama dan Papa saya (Uti dan Mbah Kakung). Saya booking JOG-KUL pp untuk tanggal 9 Maret dan pulang tanggal 15 Maret. Serasa mau nari gambyong waktu akhirnya dapat Rp 420 ribu untuk dua orang pulang pergi. Murih tenin!

Di tanah seberang, Puput bilang mau cari-cari tiket liburan juga. Saya bilang, oke, tapi jangan awal Maret, Uti sama Mbah Kakung sudah dibeliin tiket promo. Tapi, bukan Puput kalau nggatekke. Pokokmen, omongane bojone ki ora tau digagas.

Puput dapat tiket murah ke Korea untuk kami berempat tanggal 6-12 Maret. Nah kan, nah kan, gimana coba Uti dan Mbah Kakung mau datang kalau kaminya masih di Seoul? Sambil ngomel-ngomel cantik saya suruh Puput bookingkan tiket berangkat lagi. Akhirnya dibelikan tiket JOG-KUL untuk Mbah Kakung dan Uti tanggal 13 Maret, masih dengan harga Rp 220 ribu berdua. Nanti yang tiket hangus bisa diminta airport taxnya. Toh jadinya nggak rugi karena kursi gratis. FIX.

Masalah lain muncul bulan lalu ketika Simbok sadar bahwa Cucup Markecup salah booking nama buat Uti. Salahnya fatal banget lagi. Pokoke marai gero-gero! Puput punya ide gila buat ganti nama di tiket print-out karena menurutnya petugas AirAsia cuma bakal scan barcode aja, nggak bakal cocokin nama di komputer. YA KALI YAKIN BANGET ENTAR KALAU UTI MALAH DIBLACKLIST IMIGRASI MALAYSIA PIYE???

Rasanya pengen ngeplaki pantat Puput pakai sutil. Continue reading Mbah Kakung Ketinggalan Pesawat

10 Persiapan Solo Backpacking Pertama Kali


Paling tidak sekali dalam hidupmu, sempatkan untuk solo travelling ke luar negeri.

“Kenapa harus sendirian, kan nggak ada yang nemenin bobo, nggak ada yang motretin, kalau ada apa-apa gimana?”

Lha, justru itu. Traveling sendiri jadi arena yang pas buat menguji mental dan nyali kamu. Buat melepaskan diri dari zona nyaman kamu. Buat sejenak terbang bebas dan bukannya terus berada dalam dekapan mbokmu.

10989128_10205936386959602_1947876538417308839_n
Berkat Tripod yang maha berjasa

“Kalau nggak ada yang bantu motoin, gimana? Entar ga bisa eksis di IG dan meriya di Path, donk!”

Bro, sis, ada kalanya jalan-jalan juga bukan foto-foto doang. Ketemu plang penunjuk arah, foto. Ketemu langit biru sedikit, foto. Ketemu tiang, foto. Upload foto sih biasa aja, nggak apa-apa. Tapi agak cape deh juga kalau tiap foto yang diupload backgroundnya aja yang beda, posenya begitu aja. Iya, iya, udah tahu juga sampeyan punya Xiaomi Yi baru! Wekekek Continue reading 10 Persiapan Solo Backpacking Pertama Kali

Amazing Race demi Makan Halal di Hong Kong


One hell of a day. Lapar, pegel, capek, dan berantem! Hari terakhir kami di Hong Kong dengan day trip ke Makau persis sekali dengan salah satu episode di acara TV Amazing Race.

Islamic Center favorit kami
Islamic Center favorit kami

Alkisah, karena harus naik feri ke Makau, kami hanya sarapan roti tawar dan susu di hotel. Oliq pada dasarnya kurang suka roti manis, tapi masih mau kalau roti tawar tanpa selai dan spread lain. Kami naik feri dari Shun Tak pukul 11.45 dan sampai di Terminal Maritimo Makau jam 13.00. Setelah keluar imigrasi, kami naik bus umum ke Largo Senado (Senado Square). Tujuannya hari itu memang hanya ke sekitar situ saja. Maklum, mau ke kasino, lupa bawa dono dan indronya. Continue reading Amazing Race demi Makan Halal di Hong Kong

Disangka Kriminal di Imigrasi Singapura


Entah kapan terakhir kali saya nulis di blog ini, saya yang biasanya cuma sebagai contributor khususnya wisata dan kulineran Jogja kali ini saya go international. Hehehe

Berhasil sampai USS walau cuma nabeng foto tok
Berhasil sampai USS walau cuma nabeng foto tok

Ngomong-ngomong tentang luar negeri, sebenernya saya udah pernah 3x pergi ke negara tetangga. Waktu itu ke Phuket diajak Mbak Olen dan Mas Puput, lainnya saya ke Malaysia untuk urusan deportasi si NST. Saya juga nggak pernah ribet untuk urusan imigrasi, yah kecuali sekali waktu saya bawa pulang si NST dan dicegat di imigrasi Jogja. Helooo, mau masuk negara sendiri, kota kelahiran sendiri susah amat. Mungkin saya dikira germonya NST #semuasalahNST Continue reading Disangka Kriminal di Imigrasi Singapura