Tag Archives: ho chi minh city

Hati-Hati Traveling di Vietnam!


Seperti yang sudah pernah saya tulis di Peringkat Negara ASEAN Versi Simbok, Vietnam menduduki peringkat pertama dalam daftar saya. Sayangnya, saya harus menyebutkan bahwa dunia pariwisata di Negeri Paman Ho ini juga penuh dengan penipuan (scam) pada turis asing. Kriminalitas dengan korban wisatawan asing banyak terjadi di kota-kota Vietnam, yang biasanya melibatkan taksi, cyclo, penjual makanan, agen perjalanan, bahkan hotel!

Banyak situs yang sudah membahas masalah ini dan memberikan contoh penipuan yang umum di Vietnam, misalnya Go SE Asia juga Vietnam Online, dan Virtual Tourist. Saya pun sudah pernah menyebut tentang beberapa jenis penipuan yang umum di buku Backpacking Vietnam (Elex Media, 2013).

Korbannya siapa? Biasanya memang turis-turis pemula lebih rentan untuk menjadi korban, namun kenyataannya, avid traveler saja pasti pernah lengah — dan dompet melayang. Simbok pernah kena? BEBERAPA KALI!!!!

Honeymoon escape to Vietnam
Honeymoon escape to Vietnam

Saya menulis ini lagi karena saya tahu banyak pembaca yang berencana ke Vietnam, dan beberapa hari yang lalu seorang pembaca baru saja mengalami musibah dirampok di Ho Chi Minh City. Dia ingin saya menuliskan di blog agar pembaca yang lain jadi lebih hati-hati. Continue reading Hati-Hati Traveling di Vietnam!

Advertisements

Makan Enak di Negeri Paman Ho


(Versi yang diedit sudah dimuat Republika, 11 Maret 2014)

Beberapa tahun belakangan ini pariwisata Vietnam semakin berkibar di dunia internasional. Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia sering menjadikan negara ini sebagai tujuan utama wisata mereka, selain Thailand. Dewasa ini para pelancong dari negara-negara Asia pun makin berminat untuk mengunjungi objek-objek wisata di Vietnam. Sementara itu dari wisatawan dari Indonesia juga melonjak drastis dengan dibukanya beberapa rute penerbangan murah dari Jakarta ke Ho Chi Minh City walaupun mungkin harus tetap transit.

viva

Buat saya, Vietnam tetap jadi tujuan favorit di Asia Tenggara, hingga saya sampai mengunjunginya dua kali.

Vietnam memiliki sejarah kelam akibat perang saudara di tahun 1970-an. Namun kini peninggalan sejarah tersebut justru menjadi aset wisata yang sangat menarik. Negeri ini juga diberkahi oleh panorama alam yang luar biasa. Untuk urusan perut, Vietnam menawarkan berbagai jenis masakan khas yang tidak hanya lezat, melainkan juga sehat!

Wisatawan baik dari Asia, maupun belahan dunia lain, sering menjadikan Vietnam sebagai destinasi untuk backpacking, alias berjalan-jalan murah. Saya pun demikian. Ada sejuta alasan untuk menjadikan Vietnam sebagai tujuan backpacking saya. Kuliner adalah salah satunya.

Jajan Murah di Vietnam

Ada berbagai jenis makanan Vietnam yang sudah dikenal secara luas, namun tidak ada yang mengalahkan ketenaran pho.

Pho adalah makanan nasional Vietnam yang berupa mi dari tepung beras dengan kuah kaldu jernih. Biasanya menggunakan daging sapi (pho bo) dan ayam (pho ga). Yang jelas harus berhati-hati karena banyak juga yang menggunakan daging babi.

Pho bisa anda nikmati di restoran-restoran, bahkan di rumah makan waralaba seperti Pho 24 atau Pho 2000 – yang bahkan memiliki cabang di Indonesia. Namun,  anda belum benar-benar di Vietnam bila belum merasakan pho di kaki lima. Hanya sebagai gambaran, harga satu mangkuk pho berkisar antara 20.000 hingga 30.000 dong, itu setara dengan Rp 10 ribu – 15 ribu. Murah kan?

Siput tampaknya juga menjadi salah satu kudapan khas Vietnam yang wajib dicoba. Saya menemukan cukup banyak pedagang siput rebus di Vietnam. Siput direbus dengan bumbu jahe, serai, dan daun jeruk. Anda dapat memesan satu mangkuk kecil atau besar, dan memilih jenis siput apa saja yang anda inginkan. Mereka akan memberikan siput-siput rebus tersebut dengan semangkuk saus dan batang besi yang digunakan untuk mencongkel daging siput. Biasanya sausnya terbuat dari air yang dicampur kecap ikan, cuka, gula, dan perasan jeruk nipis.

Salah satu kelebihan tinggal di Hanoi dan Ho Chi Minh City adalah dapat selalu menikmati makanan laut segar yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Berbagai macam binatang laut seperti cumi-cumi, udang besar, kepiting serta berbagai macam kerang dapat dinikmati. Semua ini biasanya dimakan sebagai cemilan, bukan sebagai lauk.

Anda biasanya disuruh memilih jenis apa yang anda inginkan per kilo, dan bagaimana cara memasaknya. Ada berbagai macam cara memasak, misalnya kerang yang dikukus dengan jahe, daging kepiting ditumis dengan bihun, dan cumi panggang. Ketika pertama kali memesan makanan di Vietnam saya kaget dengan porsi lalapan yang disediakan, satu baskom besar berbagai jenis sayuran untuk satu meja. Jauh melebihi porsi lalapan di rumah makan Sunda! Di Ho Chi Minh City, ada berderet-deret warung tenda yang menjual seafood segar di seberang Pasar Ben Thanh.

Makanan lain yang mungkin ingin Anda coba adalah banh my pate atau sandwich khas Vietnam. Roti isi ini merupakan salah satu peninggalan masa kolonial Perancis. Roti yang digunakan adalah baguette (roti Perancis – kadang ada yang menyebutnya dengan roti pentung). Isian yang paling umum adalah daging, ketimun, sosis, selada, dan saus pedas. Variasi lainnya adalah banh my trung dengan isian telur,bawang daun, dan ketimun, selada serta saus pedas.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Salad Vietnam bahkan lebih segar daripada salad barat, dengan bahan yang lebih unik serta eksotis. Bahan yang umum digunakan untuk salad adalah jantung pisang, tangkai teratai, dan pepaya muda. Nom du du adalah salad pepaya muda dengan rasa manis dan asam, dibubuhi dengan daging sapi kering.

Salah satu yang membuat saya minder ketika berkunjung ke Vietnam adalah mayoritas perempuan lokal memiliki tubuh langsing. Mungkin karena orang Vietnam memiliki kebiasaan mengkonsumsi sayuran segar, makanan rendah minyak, serta buah-buahan segar. Pedagang buah segar keliling sangat mudah ditemukan di jalanan, bahkan mereka berjualan hingga tengah malam.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan ketika membicarakan Vietnam adalah kopinya. Kopi Vietnam biasanya diminum dengan susu kental manis, diminum panas maupun dicampur es. Kopi ini disaring dengan sebuah alat sederhana bernama phin. Penjual kopi Vietnam sangat mudah ditemukan di sudut-sudut kota, harganya mulai dari 10.000 dong per gelas.

Restoran Halal di Hanoi dan Ho Chi Minh City

Bila hendak berwisata kuliner di Vietnam, lokasi paling tepat untuk memulai penjelajahan adalah dua kawasan backpacker yaitu Old Quarter di Hanoi dan Pham Ngu Lao di Ho Chi Minh City. Seperti juga banyak kawasan backpacker lainnya di dunia, dua tempat ini ibaratnya surga kuliner murah.

Warung-warung kaki lima, tenda-tenda di pinggir jalan menyediakan berbagai makanan khas yang memang pantas untuk dicicipi. Kelebihannya adalah harganya yang murah, hampir sama dengan harga makanan di kota-kota di Indonesia.

Hal yang paling menyulitkan adalah memastikan kehalalan makanan, terutama karena daging babi dikonsumsi secara luas di negara Ho Chi Minh ini. Biasanya saya cenderung memilih makanan laut atau vegetarian bila ragu-ragu.

Bila Anda tetap ingin menyantap makanan khas Vietnam tanpa ragu, ada beberapa restoran yang memiliki sertifikat halal. Di Ho Chi Minh City, ada beberapa restoran halal di sekitar Masjid Dong Du, tidak jauh dari beberapa lokasi wisata di kota itu.

Jangan ragu lagi, kunjungi segera negara Paman Ho ini, nikmati peninggalan sejarahnya dan cicipi kuliner khasnya!

Box:

Beberapa rekomendasi restoran halal yangmenyediakan menu khas Vietnam:

Quan An Ngon

18 Phan Boi Chau, Hanoi

 

Halal Restaurant

 80 Giang Vo, Hanoi

Halal@Saigon

31 Đông Du, Ho Chi Minh City tepat di hadapan Masjid Dong Du

Lion City Cafe & Restaurant,

45 Le Anh Xuan, dekat Pasar Ben Thanh HCMC

Vn. Halal (Muslim Food Restaurant)

14 Pham Hong Thai, dekat Pasar Ben Thanh HCMC

10 Objek wisata gratis di Hanoi dan Ho Chi Minh City


Vietnam ini memang surganya backpacker (Indonesia). Akomodasi murah, makanan kaki lima murah, mata uangnya pun nilainya lebih kecil daripada rupiah. Jadi alih-alih merasa miskin karena harus mengalikan mata uang lokal dengan kurs ketika mengkonversi ke rupiah, di Vietnam ini kita membaginya. Pokoknya bikin kita merasa kaya deh. Merasa tok lho ya, sebenernya sih tetep juga miskin hihihi.

Salah satu sudut Old Quarter Hanoi
Salah satu sudut Old Quarter Hanoi

Kalau sudah dapet penginepan murah, kita juga bisa makin hemat dengan pilihan objek wisata gratisan. Berikut rekomendasinya:

1.   Hoan Kiem Lake

Danau Hoan Kiem yang menjadi pusat kota Hanoi tidak akan mungkin terlewatkan oleh kalian. Kehidupan Hanoi seolah-olah mengelilingi danau ini. Salah satu landmark Hanoi adalah jembatan Huc berwarna merah yang berada di danau ini.  Pagi hari biasanya ada yang jogging, taichi, atau senam jantung lansia di sini. Bisa ikutan juga tuh. Sore dan malam ada banyak jajanan yang juga murah-murah.

2.       Old Quarter

Old Quarter atau yang sering juga disebut sebagai 36 jalan ini sebenarnya kini telah berkembang menjadi lebih dari 36 jalan. Lingkungan ini penuh dengan beragam toko-toko, warung makan, pasar, restoran. Kemungkinan besar kalian akan memilih akomodasi di Old Quarter.

3.       Pham Ngu Lao

Wilayah yang terletak di Distrik 1 Ho Chi Minh City ini adalah favorit para backpacker. Jajaran gang-gang kecil bak surga bagai para penggemar wisata kuliner maupun wisata belanja. Penggemar wisata malam pun akan dimanjakan di Pham Ngu Lao.

4.       Delta Mekong

Menelusuri Delta Mekong
Menelusuri Delta Mekong

Kalian dapat pergi ke kota-kota kecil di sekitar Delta Mekong, seperti Ben Tre, Can Tho, maupun My Tho. Di sana anda akan disuguhi pemandangan sawah, ladang, serta Sungai Mekong yang berwarna kecoklatan. Cara paling murah untuk menikmati pemandangan Delta Mekong adalah dengan mengikuti tur dari Ho Chi Minh City. Delta Mekongnya beneran gratis tapi turnya bayar hahahhah.

 

5.       Ho Chi Minh Mousoleum Complex Hanoi

Terletak di Lapangan Ba Dinh, tempat ini dulu digunakan oleh Ho Chi Minh untuk membacakan Deklarasi kemerdekaan pada 2 September 1945 yang menandai berdirinya Republik Demokratik Vietnam.

 

6.       Katedral St Joseph Hanoi

Gereja Katolik Roma ini dibangun dengan gaya arsitektuk neo-gothic. Katedral ini dibangun pada tahun 1886 dan sangat ramai dikunjungi jemaat pada akhir pekan dan Hari Raya.

7.       Saigon Central Mosque HCMC

Sering disebut juga sebagai Masjid Dong Du, karena letaknya di Jalan Dong Du Ho Chi Minh City, di sekitar kawasan elit Dong Khoi. Masjid ini didirikan oleh orang-orang Muslim dari India Selatan pada tahun 1935. Di sekitar masjid terdapat beberapa restoran halal. Dan di sinilah saya pernah shalat Idul Fitri tahun 2008!!

8.       Katedral Notre Dame HCMC

Katedral ini dibangun antara tahun 1863 dan 1880 oleh penjajah Perancis. Pada tahun 2005, patung Bunda Maria yang berada di depan bangunan gereja dikabarkan meneteskan airmata. Walaupun hal ini dibantah oleh uskup, hal tersebut tidak mengurangi minat warga untuk melihatnya.

Katedral Notre Dame yang pernah dihebohkan oleh patung Bunda Maria menangis
Katedral Notre Dame yang pernah dihebohkan oleh patung Bunda Maria menangis

9.       Pasar terapung Cai Rang

Pasar terapung ini berada sekitar 6 km dari Can Tho di Delta Mekong. Dari Ho Chi Minh City, butuh waktu sekitar 4-5 jam untuk mencapainya. Saat yang paling tepat untuk mengunjungi pasar ini adalah di pagi hari ketika sedang ramai pengunjung.

10.   Berbagai kuil dan pagoda

Vietnam dengan penduduk mayoritas beragama Buddha memiliki berbagai lokasi wisata berupa kuil dan pagoda. Beberapa di antaranya adalah Giac Lam Pagoda dan Thien Hau Pagoda di Ho Chi Minh City dan sekitarnya, serta Kuil Bach Ma di Hanoi. Sebagian besar kuil dan pagoda tidak memungut biaya masuk, kecuali beberapa tempat tertentu seperti Kuil Ngoc Son di Danau Hoan Kiem.

Lebih lengkapnya beli buku kami Backpacking Vietnam terbitan Elex Media :))

Boating The Mekong River Delta


The story here is written by my friend Geno who has been living and working in many countries around the globe. Check his blog for more interesting stories.

I’m seated on the floor of a small wooden boat, slowly being paddled through a remote narrow canal. I’m surrounded by jungle. Tall trees and palm branches lean towards me like outstretched arms, reaching high over the waterway. In parts foliage is so thick above me, that it blocks out the sun.

 

The Mekong River Delta is a labyrinth of islands, channels and canals
The Mekong River Delta is a labyrinth of islands, channels and canals

Around the boat, there is no sign of civilization. In some places the canal narrows to as little as six feet wide. To the sides, there’s no riverbank to speak of, only a continuous tangle of tree roots. I watch as mudskippers jump from the roots into the shallow waters. There is little sound; only the continuous rhythm of a simple wooden paddle, as it dips forward and back through the dark waters beneath. Continue reading

Vietnam: War Souvenir Market


The colonial clock tower of Ben Thanh market is the unofficial icon of old Saigon. Since Vietnam has returned to capitalism, a landmark from a buzzing market makes a fitting symbol. Like Asia itself, the market is overcrowded, and anxious for money from foreigners.

A mass of military gear from several armies is on sale in Dan Sinh market.

Unlike air conditioned American markets, the inside is filled with tropical heat. Crowds weave between hundreds of small stalls, with vendors selling just about anything. There are silk clothes, cosmetics, souvenirs, spices, exotic fruits, live seafood, and snake wine. That’s right, wine made from snakes, complete with a dead cobra still inside the bottle. The wine, and most other goods sold here, are still made by hand. Since this is the heart of the business district, and close to tourist sites, it’s one of the more expensive markets in town. Eager foreigners who visit still find prices cheaper than back home, so they think they’re getting bargains. But there are better markets in the city, with more interesting merchandise. Continue reading