Tag Archives: hamil

Perjalanan Tangguh Si Gembolan


“Kalian gila!” kata dr Sadina, dokter kandungan saya di Jakarta.

Hari terakhir periksa itu kandungan saya sudah sekitar 8,5 bulan. Dokter Sadina bertanya, saya mau melahirkan di mana, dan kami jawab di Yogya. “Terus pulang ke Yogya naik apa? Naik pesawat kan udah nggak bisa,” tanya dokter kami yang baik hati itu. Selain usia kandungannya sudah tua, kebetulan hamilnya juga besar sekali, jadi tidak mungkin kalau harus pura-pura hamil sebelum 7 bulan – usia kandungan maksimal sesuai peraturan maskapai.

“Terus, mau ke Yogya kapan?”

“Dua minggu lagi,” kata Puput, suami saya.

“Wong edan. Buruan aja pulangnya. Nanti kalau mbrojol di jalan, piye?”

Read more

1378104159455673702

Advertisements

Diary of A Pregnant Traveller


No, I’m not pregnant again, if you’re wondering! This is a short piece of my and my husband’s journey during the 2010-2011 pregnancy period. We dubbed it as Gembolan Era.  Nggembol is the Javanese term for “bringing something in your pocket. And the pocket should be around tummy area. It may as well carrying something using your T-shirt”. OK, I give up, I lost in translation. Long story short, we called the baby inside my belly “Gembolan”. And he sure has his share of adventure while still in the womb.

This certain piece is not to encourage pregnant women out there to travel. Sure, everything is up to their own judgement – as well as their condition. And sure as hell, their willingness! I share the story so that pregnant ladies are not discouraged to travel. 

Here is the list of short and long trips we’ve taken during the Gembolan Era.

2.5 month at Taman Bunga Nusantara

2.5 month along we went to Kebun Bunga Nusantara in Cibodas West Java. Everything was fine until the returning trip. It was supposed to be a day trip. Coming out from the complex, we were supposed to follow the sign to Jakarta, that leads us to the road we were coming from. Instead, dear husband put his whole trust to the GPS. He worshipped the GPS blindly (owing this sentence to Chairman Mao).

The road was fine until it was not. We had been traveled for kilometers and the road worsened and worsened. It was no longer a paved road. And even the dirt road occasionally only fit one car. Jungle on the left, cliff on the right. And the GPS lost it way. The screen showed that the car was not on any road. It simply in the middle of nowhere.

Continue reading Diary of A Pregnant Traveller

Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak


Tulisan ini merupakan gabungan antara tulisan saya dengan penulis tamu, Lala Amiroeddin. Kami, emak-emak keren ini, ingin berbagi pengalaman tentang berwisata bersama bayi dan balita. Khusus artikel ini akan menceritakan pengalaman membawa anak bepergian dengan pesawat terbang. Memang agak repot, tetapi tidak mustahil, kok! Temukan tips-tips dari kami yang semoga saja berguna untuk para bunda dan panda….

Tulisan pertama adalah pengalaman Lala dengan kedua anaknya Raissa (hampir 2 tahun 10 bulan) dan Fiamma (6,5 bulan). Setelah para cewek-cewek cantik di atas, saya akan menceritakan pengalaman saya terbang bersama Oliq (12 bulan), yang akhir-akhir ini mendapat panggilan baru yaitu Boliq (Bocah Ngglidik).

Tips mengatasi panik saat membawa anak terbang dapat dibaca di sini.

———————

Lala bersama Raissa dan Fiamma

Saya sangat gemar  berlibur untuk  mengunjungi tempat-tempat baru, tidak peduli apakah lokasinya sangat jauh sehingga  harus mengalami berjam-jam perjalanan lewat jalur udara  maupun yang dekat-dekat saja dan bisa dicapai lewat-jalur darat. Kegemaran ini sudah saya tularkan ke suami pada awalnya dan sekarang berlanjut untuk ditularkan kepada kedua anak saya.

-Bersama anak pertama, awalnya dimulai dengan beberapa perjalanan jarak dekat ke Bandung, dan kemudian naik tingkat perjalanan yang agak jauh ke negeri seberang, yakni Singapura,  -Pada saat itu usianya beranjak 8 (delapan) bulan. Perjalanan perdana ke luar negeri dengan membawa anak kecil (lebih tepatnya seorang bayi) berjalan dengan sangat baik karena dia menikmati tidurnya hampir selama penerbangan.

Continue reading Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak

Jalan-jalan Murah Ketika Hamil? Tidak Masalah!


Saya dan suami gemar berjalan-jalan murah alias backpacking. Dan ketika mengetahui saya mengandung, kami memutuskan tetap melakukan perjalanan — dengan catatan apabila kesehatan memungkinkan. Sebab bagaimana pun, kesehatan janin prioritas kami.

Perjalanan pertama kami tidak begitu jauh. Kami menghabiskan liburan Natal di Green Canyon dan Pantai Batu Karas, Jawa Barat. Waktu itu saya sedang hamil tiga-empat bulan. Mengendarai mobil selama sekitar lima jam dari Jakarta, kami melewati perjalanan yang menyenangkan.

Masalah justru datang karena kami tersesat sekitar 20 km di hutan. Tidak ada pom bensin (tak masalah, sebab bensin mobil kami cukup) serta tidak ada toilet umum (semak-semak pun jadi jalan keluar).

Saya memang tak dapat menjelajahi gua-gua di Green Canyon sebab bebatuan di sana sangat licin. Namun kami sudah cukup puas dengan udara segar, pemandangan indah, dan makanan laut yang menggoda selera.

Continue reading Jalan-jalan Murah Ketika Hamil? Tidak Masalah!