Tag Archives: filter ND

Camera review : Samsung NX Mini


Awalnya saya tidak berniat membeli kamera baru, tapi gara-gara kamera Canon S110 tiba-tiba lensanya rusak dan biaya reparasinya hampir sama dengan harga kamera baru, saya terpaksa kembali mencari-cari kamera baru untuk bekal perjalanan ke Turki.

Kali ini criteria kamera yang saya cari mirip dengan pengganti S110, antara lain :

  1. Kamera saku berukuran kompak, cukup dalam saku celana / kemeja.
  2. Ada fungsi manual dan gambar RAW.
  3. Ada fitur wifi untuk berbagi.
  4. Harga kurang dari 4 juta rupiah, atau kira-kira RM 1100.

Kualitas gambar atau IQ (Image Quality) jelas menjadi prioritas, namun dengan criteria diatas pada umumnya IQ sudah sangat bagus untuk ukuran kamera saku kompak. Namun tentu kualitasnya secara umum masih di bawah kamera SLR atau mirrorless. Fitur kamera saku kelas ini juga cukup lengkap, namun sangat bervariasi dari satu kamera ke kamera lain.

Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)
Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)

Continue reading Camera review : Samsung NX Mini

Advertisements

(JPG / Journal of Photo on the Go) Karang Cantik Pantai Tanjung Layar, Sawarna Banten


Pada episode JPG kali ini, saya mengajak Anda menikmati karang-karang cantik nan fotogenik di Pantai Tanjung Layar, Desa Sawarna, Banten. Sebenarnya, seperti halnya foto landscape pada umumnya, karang-karang ini paling bagus difoto ketika senja menjelang matahari terbenam atau pagi hari sesaat setelah matahari terbit. Namun karena pagi hari harus menunggu Oliq bangun dulu dan sore harinya malah kehujanan, jadilah saya kesiangan mengambil foto terbaik di sini. Namun tak apalah, meski kesiangan dan dengan peralatan pas-pasan, dibantu sedikit olah digital, foto-foto ini masih layak dihidangkan…

Nah ini karang berbentuk layar yang legendaris...perhatikan karang di belakang batu layar ini, di situ ombak sering menghantam dan menghasilkan pemandangan yang spektakuler
Nah ini karang berbentuk layar yang legendaris…perhatikan tembok karang di belakang batu layar ini, di situ ombak sering menghantam dan menghasilkan pemandangan yang spektakuler

Oya, untuk mendapatkan foto ombak yang “lembut” saat memecah karang, gunakan teknik slow shutter alias menyetting waktu bukaan rana kurang lebih di bawah 1/15 detik (sebenarnya ini tergantung kecepatan ombak dan pencahayaan saat itu, coba-coba saja sampai dapat settingan yang pas) dan lebar bukaan rana sekecil mungkin (biasanya sekitar f22). Tentu saja Anda perlu tripod disini, kalau tidak hampir dipastikan gambarnya akan blur, kecuali tangan Anda setenang dewa hehehe… Kalau cahaya masih redup, mungkin Anda tak perlu filter ND (Neutral Density) yang berfungsi mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke lensa, tapi kalau sudah terlalu terang, Anda perlu filter ND. Nah kalau tak punya filter ND, pilihannya adalah menyetting bukaan rana lebih cepat agar tidak overexposure (dengan resiko ombak menjadi kurang lembut) atau gunakan setting gambar RAW (bukan JPG) dan lakukan olah digital di komputer (tapi tetap jangan terlalu overexposure karena olah digital juga punya keterbatasan).

Hasil slow shutter di tembok karang belakang layar, tentu sudah dengan olah digital terutama untuk mengurangi tingkat keterangan yang sangat kuat
Hasil slow shutter di tembok karang belakang batu layar, tentu sudah dengan olah digital terutama untuk mengurangi tingkat keterangan yang sangat kuat

Untuk mendapatkan foto terbaik, jangan ragu-ragu mendekat ke karang tanjung layarnya, namun tetap jaga jarak dengan karang yang seperti tembok karena ombak bisa tiba-tiba menghantam karang dan cipratan ombaknya sangat dahsyat… idealnya, gunakan lensa lebar, tapi kalau tak ada ya kembali lagi, kamera dan lensa terbaik adalah yang Anda miliki 🙂

Anda harus sedekat ini dengan tembok karang untuk mendapatkan hasil yang fantastis...
Anda harus sedekat ini dengan tembok karang untuk mendapatkan hasil yang fantastis… tanpa slow shutter, percikan ombak terlihat sangat jelas…

Jangan salah, kamera yang dipakai tak harus SLR atau mirrorless, kamera saku juga bisa dipakai, tapi harus yang bisa disetting manual dan sebaiknya yang bisa format RAW seperti Canon S110, Panasonic Lumix LX7, Olympus ZX2, Fujifilm X20, Sony RX100, Ricoh GR, dan Nikon P7800. Sayangnya, kamera ini memang agak mahal, paling murah sekitar 3,3 juta saat ini, paling mahal ada yang diatas 20 juta hehehe….

Tak perlu banyak cakap, langsung saja nikmati foto-foto berikut :

Slow shutter di tembok karang...
Slow shutter di tembok karang…
Masih di tembok karang yang sama, tapi momen yang berbeda…
Masih di tembok karang yang sama, tapi agak bergeser sedikit…

Ini gambaran slow shutter saat ombak kuat menghantam tembok karang...

Ini gambaran slow shutter saat ombak kuat menghantam tembok karang…
Kalau yang ini warna yang diatur agak agak keunguan, masih di karang yang sama
Kalau yang ini warna yang diatur agak agak keunguan, masih di karang yang sama
Kalau ini diambil dari jarak jauh, namun masih di karang yang sama, warna disetting ke sephia
Nah yang ini diambil dari jarak jauh, namun masih di karang yang sama, warna disetting ke sephia. Perhatikan kalau difoto dari jarak jauh, ombak yang menjadi latar depan kurang terlihat sehingga kurang cantik…
Cocok juga untuk foto model, pastinya model kudu siap basah-basahan kena ombak yang kuat...
Cocok juga untuk foto model, pastinya model kudu siap basah-basahan kena ombak yang kuat…
Kalau mau narsis dengan latar ombak yang tinggi, kudu punya nyali ekstra, kalo gak ya terbirit-birit kaya si mbak... perhatikan tinggi ombak saat memecah tembok karang...
Kalau mau narsis dengan latar ombak yang tinggi, kudu punya nyali ekstra, kalo gak ya terbirit-birit kaya si mbak… perhatikan tinggi ombak saat memecah tembok karang…