Tag Archives: family

How Much You Spend for Holiday?


Belakangan ini saya semakin sering mendapatkan pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana mengatur dana untuk jalan-jalan/liburan/traveling. Sebenarnya sudah ada beberapa artikel dalam blog ini yang membahas masalah itu, antara lain di sini dan situ.

Secara pribadi saya sendiri kesulitan untuk menghitung berapa banyak budget yang saya keluarkan dalam satu tahun, karena saya memang bukan tipe planner, yang merencanakan segalanya jauh-jauh hari. Travelling masih sebatas asal ada tiket promo, libur nasional, maupun ujug2 pantat Puput gatel minta jalan-jalan.

Continue reading How Much You Spend for Holiday?

Traveler Tidak Harus Single*


Satu hal yang mengusik saya ketika akan menikah sekitar dua tahun yang lalu adalah apakah saya masih bisa berjalan-jalan. Calon suami saya pada saat itu mengatakan dengan yakin bahwa saya tetap boleh bersolo backpacking — yang ternyata adalah kebohongan terbesar sepanjang sejarah! Bagaimana bisa solo backpacking, kalau tiap mau pergi selalu ada yang nginthil. Ga dink, setelah menikah dia blatantly bilang ga boleh jalan sendirian lagi.

Jadilah Filipina menjadi tempat terakhir saya bepergian sendiri dua bulan sebelum menikah. Usai sudah kebebasan saya melakukan solo backpacking.

Akhirnya saya berperan menjadi istri yang baik dengan menuruti suami. Tentu saja dengan catatan setiap ada kesempatan jalan harus dilaksanakan. Dia tentu senang-senang saja karena sama-sama suka melancong (from this time on you pay for two!). And I finally embraced a different kind of traveling. I travel with husband since.

Bepergian pertama dengan suami adalah bulan madu ke Vietnam. Katakanlah kami sudah cukup hapal dengan gaya traveling masing-masing sehingga yang ini pun kami lalukan dengan gaya backpacking. Beberapa perjalanan lain ke beberapa tempat di Indonesia maupun di negara lain membuat saya menyimpulkan bahwa traveler tidak harus single

Couple Travelers

Trip bersama suami. Bulan madu ke-9 (kira-kira) bersama Gembolan umur 4-5 bulan

Tentu saja bepergian yang seperti ini lebih kompleks. Pertama, bila anda berdua bekerja tentu harus mencocokkan jadwal cuti. Kedua, anggaran yang dikeluarkan sebenarnya sama saja, tetapi menjadi terasa lebih banyak karena anda menghitung untuk dua orang. Berbeda bila anda bepergian dengan kawan, di mana pengeluaran ditanggung masing-masing. Bila anda pasangan yang belum menikah, seharusnya juga lebih sederhana karena pengeluaran ditanggung masing-masing.

Continue reading Traveler Tidak Harus Single*