Tag Archives: eropa

Kisah Perjalanan Arem-Arem ke Benua Biru


Punya perut khas Indonesia ini ada suka dukanya. Sukanya, kalau sedang melakukan jelajah kuliner di berbagai sudut nusantara, tidak bakalan tidak puas. Makanan tradisional mulai dari yang sudah sangat umum hingga makanan-makanan langka yang tidak terlalu dikenal.

Dukanya? Walaupun saya dan suami termasuk pemakan segala, Oliq (3,5 tahun) adalah pecinta nasi sejati. Anak kami ini pun lebih suka masakan yang sangat Indonesia sebagai lauknya, misalnya rawon, brongkos, lodeh, tahu tempe, dan sebagainya. Tidak masalah sih bila sedang di rumah karena saya juga termasuk simbok yang suka memasak, dan selera Indonesia memang yang paling pas. Tapi, karena kami termasuk keluarga yang sering travelling ke luar negeri,harus ada strategi tertentu supaya liburan tetap senang dan perut tetap kenyang!

Walaupun tiap traveling selalu berusaha melakukan #JelajahRasa makanan setempat, tetap saja lama-lama lidah dan perut nggak bisa bohong!SAMSUNG CAMERA PICTURES

Salah satu cara paling efisien bagi kami ketika melakukan liburan keluarga ke luar negeri adalah dengan menginap di apartemen yang menyediakan dapur atau kitchenette (dapur kecil). Ini hanya berlaku bila liburan kami ke negara yang dirasa sulit untuk menemukan makanan yang cocok di lidah dan perut. Kalau untuk negara-negara Asia Tenggara di mana nasi mudah didapat, tidak masalah jajan di warung. Beda ceritanya bila kami harus ke Eropa, pasti peralatan perang seperti rice cooker, bumbu instan, abon, sambal botol masuk ke koper pertama kali.

“Mama, Aik lapel, mau maem naci,” bayangkan kalau lagi di negeri antah berantah dan tidak bawa rice cooker. Continue reading Kisah Perjalanan Arem-Arem ke Benua Biru

Advertisements

Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid


Belum pernah saya melihat orang-orang setempat sedemikian hangatnya terhadap anak-anak seperti yang minggu lalu kami alami di Turki. Sebelumnya, saya sempat membaca memang orang Turki sangat senang dengan anak-anak, dan ucapan “masallah” akan bola-bali terdengar, disertai cubitan kepada anak.

Ternyata sangat benar.

Oliq sangat menikmati Turki
Oliq sangat menikmati Turki

Oliq pernah menangis gara-gara terlalu sering dicubit pipinya ketika umrah di Arab, di Turki malahan lebih sering lagi. Ketika sedang medogrok menunggu pemilik apartemen yang kami sewa di wilayah Grand Bazaar, tiba-tiba ada mas-mas ganteng turun dari taksi. Oliq langsung dicubit sambil bilang, “Masallah $#%^$##$%^^” Mas, Simbok e ga sekalian? Bahkan sampai jauh pun masnya masih melambai-lambaikan tangan. Continue reading Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid

Menginap di Apartemen, Alternatif Selain Hotel


Kebanyakan orang pertama kali mempertimbangkan masalah harga ketika memilih akomodasi saat berlibur di luar negeri. Untuk para pelancong tunggal, tentu saja pilihannya akan jatuh pada penginapan berbentuk asrama (dorm), atau hostel murah meriah. Harga dihitung per orang per malam. Namun, solusi seperti ini tentu tidak berlaku bagi keluarga yang membawa anak.

Di depan bangunan apartemen kami di Amsterdam
Di depan bangunan apartemen kami di Amsterdam

Continue reading Menginap di Apartemen, Alternatif Selain Hotel

Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak


Tulisan ini merupakan gabungan antara tulisan saya dengan penulis tamu, Lala Amiroeddin. Kami, emak-emak keren ini, ingin berbagi pengalaman tentang berwisata bersama bayi dan balita. Khusus artikel ini akan menceritakan pengalaman membawa anak bepergian dengan pesawat terbang. Memang agak repot, tetapi tidak mustahil, kok! Temukan tips-tips dari kami yang semoga saja berguna untuk para bunda dan panda….

Tulisan pertama adalah pengalaman Lala dengan kedua anaknya Raissa (hampir 2 tahun 10 bulan) dan Fiamma (6,5 bulan). Setelah para cewek-cewek cantik di atas, saya akan menceritakan pengalaman saya terbang bersama Oliq (12 bulan), yang akhir-akhir ini mendapat panggilan baru yaitu Boliq (Bocah Ngglidik).

Tips mengatasi panik saat membawa anak terbang dapat dibaca di sini.

———————

Lala bersama Raissa dan Fiamma

Saya sangat gemar  berlibur untuk  mengunjungi tempat-tempat baru, tidak peduli apakah lokasinya sangat jauh sehingga  harus mengalami berjam-jam perjalanan lewat jalur udara  maupun yang dekat-dekat saja dan bisa dicapai lewat-jalur darat. Kegemaran ini sudah saya tularkan ke suami pada awalnya dan sekarang berlanjut untuk ditularkan kepada kedua anak saya.

-Bersama anak pertama, awalnya dimulai dengan beberapa perjalanan jarak dekat ke Bandung, dan kemudian naik tingkat perjalanan yang agak jauh ke negeri seberang, yakni Singapura,  -Pada saat itu usianya beranjak 8 (delapan) bulan. Perjalanan perdana ke luar negeri dengan membawa anak kecil (lebih tepatnya seorang bayi) berjalan dengan sangat baik karena dia menikmati tidurnya hampir selama penerbangan.

Continue reading Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak