Tag Archives: diving

Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – (bagian 2 – diving dan bangkai pesawat)


Setelah Anda membaca tulisan saya sebelumnya mengenai perjuangan menuju Togean, tentu Anda bertanya-tanya apa yang menarik disana. Atraksi utama di Togean adalah diving alias menyelam. Bila Anda bukan seorang penyelam, Anda masih bisa snorkeling, memancing, ataupun hanya sekedar bersantai di pinggir pantai. Pelancong sebenarnya juga bisa menjelajahi pulau-pulau dan hutan-hutan di pulau-pulau tersebut, namun hal ini jarang dilakukan karena relatif mahal dan kurang menarik bagi pelancong pada umumnya. Ada beberapa satwa yang hanya ada di sekitar Togean, namun biasanya hanya peneliti yang tertarik menjelajahi aneka satwa tersebut.

Seperti halnya pelancong lainnya, tujuan utama saya datang ke Togean adalah untuk menyelam. Penyelam seperti saya dan pelancong lainnya dikategorikan  sebagai Recreational Diver alias penyelam rekreasi. Ini untuk membedakan dengan Professional Diver dengan keahlian khusus seperti inspeksi pipa bawah laut dan pengelasan bawah laut. Tapi jangan salah sangka, meskipun hanya Recretional Diver, diperlukan latihan dan sertifikasi khusus oleh lembaga profesional yang bergerak di bidang pelatihan selam rekreasi. Di dunia, ada beberapa lembaga yang diakui secara internasional seperti PADI (Proffessional Associaton of Diving Instructor), CMAS (Confederation Mondiale des Activires Subaquatiques), dan NAUI (National Association of Underwater Instructor).  Di Indonesia, ada juga lembaga yang bisa memberikan sertifikat selam yaitu POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) yang menginduk ke CMAS. Diantara lembaga-lembaga tersebut, PADI adalah lembaga yang terbesar dan memiliki paling banyak resor selam (dive resort) maupun toko selam (dive shop). Kadidiri Paradise maupun Black Marlin termasuk dive resort yang diakui oleh PADI. Ini artinya mereka memiliki instruktur maupun peralatan selam yang memenuhi standar PADI.

Untuk dapat menyelam secara aman dan benar, Anda harus memiliki sertifikat terlebih dulu. Bila mengacu pada PADI, ada beberapa tingkatan yaitu Open Water Diver, Advance Open Water Diver, Rescue Diver, Dive Master, hingga Dive Instructor. Bila Anda belum memiliki sertifikat, Anda harus mengambil kursus Open Water Diver terlebih dahulu. Sebagai PADI dive resort, baik Kadidiri Paradise maupun Black Marlin bisa mengadakan kursus tersebut untuk Anda, namun biasanya Anda harus memesan tempat terlebih dahulu. Saya sarankan Anda mengambil kursus di tempat lain sebelum datang ke Togean sehingga Anda tinggal menyelam begitu datang ke Togean. Bila Anda belum memiliki sertifikat selam dan tidak berniat mengambil kursus Open Water Diver, Anda masih bisa menyelam melalui program Discover Scuba Diving. Lewat program ini, Anda akan berlatih menggunakan peralatan selam sekaligus menyelam di laut dangkal, tentu dengan pengawasan instruktur berpengalaman. Saya akan membahas mengenai selam lebih dalam di tulisan yang lain.

Togean termasuk dalam segitiga koral alias coral triangle. Ini adalah istilah geografi yang mengacu ke wilayah segitiga lautan tropis yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Tomor Leste yang mengandung sedikitnya 500 spesies koral di tiap wilayah ekologi atau ecoregion. Karena lokasi Togean yang relatif jauh dari kota besar, laut di sekitarnya masih sangat jernih dan hampir tidak tercemar sehingga pertumbuhan koral dan karangnya sangat baik. Koral dan karang yang baik adalah habitat yang sempurna untuk hewan-hewan laut lainnya.

Malam pertama di Togean saya habiskan dengan berkenalan dengan tamu-tamu yang sudah ada. Saya bertemu banyak bule Eropa seperti Chris dari Jerman, Blum dari Belanda, Rene dan Ingo dari Belanda, Martin dan Sarah dari Swiss, dan sekelompok orang bisu dari Jerman. Ya, Anda tidak salah, orang-orang Jerman yang bisu ternyata bisa sampai di Togean meskipun hanya mengandalkan bahasa isyarat. Ini benar-benar membuat saya kagum karena perjalan kesini sangat menantang, bahkan untuk orang normal seperti saya, apalagi bagi orang-orang dengan keterbatasan fisik dan berbeda bahasa dan budaya seperti orang-orang Jerman tersebut. Saya juga berkenalan dengan Gonzaga, sang diving instructor, sekaligus pengelola dive center di Kadidiri Paradise ini. Kami makan malam bersama dan dilanjutkan dengan menonton TV dari DVD.

Perahu kayu untuk diving, lengkap dengan tempat untuk tabung selam

Continue reading Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – (bagian 2 – diving dan bangkai pesawat)

Advertisements

Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi (bagian 1 – transportasi dan akomodasi)


Togean.Saya yakin, sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan yang mengaku hobi jalan-jalan, mungkin termasuk Anda, belum pernah mendengar kata Togean. Tapi tahukah Anda, bahwa sebuah survey menyatakan bahwa Togean termasuk salah satu tujuan wisata terpopuler di Asia?

Pantai pulau Kadidiri

Continue reading Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi (bagian 1 – transportasi dan akomodasi)