Tag Archives: diving

Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 2)


Tulisan berikut adalah sambungan dari tulisan pertama mengenai lokasi penyelaman (dive spot) yang pernah saya kunjungi.

6. Nusa Penida, Bali

Lokasi ini juga relatif mudah dikunjungi, kira-kira satu jam perjalanan dengan kapal cepat dari Pantai Sanur, Bali. Laut di sekitar Pulau Nusa Penida terkenal dengan ikan pari (sting ray) dan manta (manta ray).  Namun yang paling terkenal adalah ikan mola-mola yang fenomenal. Ikan mola-mola adalah ikan bertulang belakang yang berbentuk bulat dengan sirip di atas dan bawah, bisa mencapai berat 1000 kg alias 1 ton. Ikan ini adalah obyek favorit para penyelam di Nusa Penida, umumnya muncul di bulan Mei sampai September, namun tidak bisa dipastikan. Nusa Penida juga terkenal arusnya yang cukup kuat, jadi lokasi ini tidak disarankan bagi penyelam pemula.

Penyelam bersiap-siap turun dari kapal di Nusa Penida, Bali
Penyelam bersiap-siap turun dari kapal di Nusa Penida, Bali

Continue reading Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 2)

Advertisements

Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 1)


Indonesia adalah surga bagi penyelam. Seorang penyelam professional pernah berkata, “Tinggal di Indonesia tapi tidak bisa menyelam (diving) seperti memiliki sebuah Ferrari tapi tidak bisa menyetir.” Meskipun terdengar berlebihan, tapi ini menunjukkan banyaknya lokasi penyelaman (diving spot) yang sangat indah di Indonesia. Hal ini tidak mengherankan karena Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa antara benua Asia dan Australia, serta memiliki segitiga karang (coral triangle) yang menciptakan ekosistem bawah laut yang sangat menakjubkan.

New_Blue ribbon eel2
Blue ribbon eel, salah satu binatang laut kecil lucu yang mudah ditemukan di perairan tropis Indonesia

Meskipun saya bukan penyelam profesional dan memiliki jumlah penyelaman yang masih sedikit, saya ingin berbagi lokasi-lokasi selam (dive spot) yang pernah saya kunjungi berikut ulasan ringkasnya.

Continue reading Mengenal dive spot di Indonesia (bagian 1)

Terpikat Kecantikan Pulau Weh – Aceh


Kalau orang Jakarta bilang mau ke Sabang, itu maksudnya pastilah Jl Sabang, jalan pendek yang terkenal karena kulinernya. Nah, kalau secara lebih luas Sabang yang dimaksud adalah Kota Sabang yang berada di ujung barat Indonesia. Ya benar, Sabang seperti di lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” itu.

Sebenarnya kalau wisatawan bilang mau ke Sabang maksud mereka adalah Pulau Weh – tempat kota Sabang berada. Sebab, kebanyakan dari mereka tidak akan menginap di Sabang, melainkan di wilayah-wilayah pantai seperti di Iboih atau di Sumur Tiga.

Family of Wanderlust - Pulau Weh
Family of Wanderlust – Pulau Weh

Continue reading Terpikat Kecantikan Pulau Weh – Aceh

10 Reasons Why You Must Visit Indonesia


1. In terms of natural wonders, we have it all. You name it, beautiful sandy beaches, strong sturdy volcanoes, cultural attractions, historical sites. And you know what, we also have snow!

2. It’s cheap, cheap, and cheap. For a dollar you can get a full meal (rice, veggies, chicken, drink and even a side dish) in traditional food stalls all over the country. The price may vary from one city to another, but your dollar certainly worth a long way.

Continue reading 10 Reasons Why You Must Visit Indonesia

Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – bagian 3 ( diving dan perjalanan pulang )


Hari ketiga petualangan saya di Togean bertepatan dengan hari natal. Pada pagi hari hanya ada ada tiga orang yang menyelam, yaitu saya, seorang Jerman bisu, dan dive master Gonzaga. Divespot kali ini bernama The Gap, tidak jauh dari divespot pertama Kota Wall. Divespot kali ini berupa dinding, tidak terlalu dalam, dan sedikit miring. Seperti biasa, koral disini sangat indah, demikian juga keragaman ikan-ikannya. Ada juga ikan napoleon, teripang, dan ikan kotak. Pada penyelaman kedua, kami menuju divespot dominic rock. Divespot ini juga berupa dinding, dan seperti biasa koral dan kumpulan ikannya sangat indah. Disini kami melihat giant moray eel, yaitu hewan laut seperti belut namun lebih besar, biasanya berwarna ungu. Ciri khas hewan ini adalah badannya selalu bersembunyi diantara bebatuan, namun kepalanya terjulur dengan mulut menganga menunggu mangsa. Namun kita harus berhati-hati karena gigi-giginya sangat tajam dan kuat.

Pada sore harinya saya ngobrol dengan seorang pegawai disana bernama Kukun. Menurutnya, dia pernah menyelam hingga 60m hanya dengan selang dan kompresor biasa, untuk mencari ikan menggunakan pukat. Dia bisa menyelam hingga 2 jam sebelum naik dan berganti dengan temannya. Walaupun sebenarnya hal ini sangat berbahaya, namun dia tidak merasa sakit apapun. Yah, memang cerita sebenarnya tidak seorangpun yang tahu, namun cara menyelam seperti itu jelas sangat berbahaya.

Malam harinya hujan turun deras. Paginya, hari keempat saya disana, cuaca terlihat buruk dengan angin kencang dan ombak tinggi. Rencananya pagi itu kami akan menuju Pulau Una-una, namun berhubung cuaca buruk maka tidak memungkinkan pergi kesana. Chris terlihat sangat kecewa dan dia menyalahkan Gonzaga, sang divemaster, karena memutuskan tidak pergi kesana kemarin. Menurut Gonzaga, dia memutuskan tidak pergi kesana karena kemarin hari Natal. Chris masih terlihat kesal karena menurutnya orang-orang tidak terlalu mempedulikan hari Natal. Akhirnya kami menyelam lagi ke divespot The Gap. Kali ini ombak cukup tinggi sehingga kapal berayun-ayun. Arus kuat juga kami rasakan ketika menyelam sehingga kami harus berpegangan pada karang atau batu. Karena hujan deras, visibility tidak terlalu bagus. Disini kami melihat moray eel lagi. Setelah 52 menit menyelam , kami naik ke permukaan dan arus kencang masih terasa. Untungnya kami bisa kembali ke resor dengan selamat meskipun cuaca masih buruk.

Dive center di Kadidiri Paradise Resort

Malam harinya, saya

 

 

 

 

 

 

Continue reading Togean, surga tersembunyi di tengah Sulawesi – bagian 3 ( diving dan perjalanan pulang )