Tag Archives: cherating

Road Trip Penuh Kesesatan ke Kuantan


Kalau pergi dengan kami, apalagi bawa mobil sendiri, selalu ada yang seru. Menyebalkan ketika dijalani, mengesankan ketika diingat. Dulu, waktu saya hamil Oliq, kami pernah tersesat 7 jam lamanya antara Tasikmalaya hingga Batu Karas. Padahal saya suda browsing jalannya, tapi Puput lebih percaya pada GPS. Kami juga pernah nyasar lebih dari 70km ketika pulang dari Cibodas menuju Bandung. Lewat hutan lebat belantara yang membuat saya pipis di semak-semak. Waktu itu bahkan sudah memikirkan tidur dalam mobil sebagai alternatif. Tentu, kami pun pernah nyasar di Lombok menuju ke Sendang Gile.

Petualangan paling wow dalam road trip kami adalah ketika kami pulang dari Kuala Terengganu ketika saya hamil Ola. Saat itu memang Malaysia tengah dilanda banjir paling parah selama 26 tahun terakhir tapi kami tetap nekat berangkat karena booking hotel tidak bisa di-cancel. Lak rodo gendeng to? Berangkatnya sih tidak masalah, ketika pulang kami menginap semalam di Gambang. Nah, Gambang ini kira-kira tinggal 2,5 jam lagi dari KL. Ternyata Tol Pantai Timur (LPT) putus diterjang banjir. Akhirnya kami harus memutari Pahang, menyeberang Negeri Sembilan hingga masuk Selangor dan kemudian kembali ke KL. Butuh 10 jam yang sangat macet dan panjang.

Pantai Teluk Cempedak

Kemarin itu sempat deg-degan juga karena kami akan kembali menuju ke Pantai Timur dan memang masih musim hujan. Tapi ya bismillah. Kuantan adalah ibukota Pahang sejak tahun 1955 berjarak hanya 240km dari Kuala Lumpur. Dari segi pariwisata menurut saya Kuantan ini terpinggirkan. Kebanyakan lebih memilih kota-kota di jalur Ipoh, Penang, dan Langkawi. Sementara, orang lewat Kuantan hanya bila menuju ke Kuala Terengganu – biasanya dengan tujuan akhir Pulau Redang dan Pulau Perhentian. Atau sesial-sialnya Kuantan cuma dilewatin mereka yang mau plesiran pantai atau surfing di Cherating.

Tapi kami suka Kuantan yang memang cenderung laid back. Tiga tahun lalu pun pernah ke sana. Ada pantai, ada sungai, ada makanan enak. Jadi kami putuskan untuk pergi ke sana long weekend lalu. Continue reading Road Trip Penuh Kesesatan ke Kuantan

Advertisements

Berburu Kunang-Kunang di Cherating


Saya tidak ingat kapan terakhir kali melihat kunang-kunang di Jogja. Mungkin sudah 30 tahun yang lalu. Dulu saya mengira kunang-kunang adalah kuku orang mati yang beterbangan. Kepercayaan anak-anak di daerah saya waktu itu demikian. Jadi saya selalu berpikiran bahwa Pemakaman Tambak Boyo – yang tidak jauh dari rumah – kalau malam pasti cantik karena banyak orang mati yang kukunya beterbangan di sana.

Kuku orang mati. Meh.

Ya, gitu deh. Namanya anak kecil.

Kalau saya dengan Puput saja sudah puluhan tahun tidak melihat kunang-kunang, apalagi anak-anak yang baru muncul di dunia ini beberapa tahun terakhir. Mereka tidak pernah merasakan hidup di lingkungan di mana masih sepi penduduk. Bertahun-tahun pindah dari apartemen-rumah-apartemen yang padat penduduk. Maklumlah, kontraktor. Hobinya pindahan kontrakan wakakak.

Hafiz Cherating Activities

Jadi ketika kami hendak berwisata ke Cherating ,salah satu tujuan utama adalah ikut tur kunang-kunang. Cherating adalah sebuah kota di negara bagian Pahang sebelah utara, sudah berbatasan dengan negara bagian Terengganu. Bahkan, kalau naik mobil ke sini, kita sempat menyeberang ke perbatasan Terengganu di jalur tol baru kembali ke Pahang. Wisata utama di Cherating itu pantai, yang memang bagus-bagus sih. Kota ini semacam resort areanya orang-orang Malaysia. Ada banyak hotel mewah di pinggir pantai hingga ke utara Kuala Terengganu sampai ke Pulau Perhentian dan Pulau Redang yang dekat dengan negara bagian Kelantan. Continue reading Berburu Kunang-Kunang di Cherating