Tag Archives: cambodia

A 3-Year-Old, 10 Countries, 12 Airlines


Kids are never too young to travel. Travelling is not about ticking off countries. Yet, the more I take my son somewhere new, the happier we are. We are convinced that introducing cultures, languages, food, and others as early as possible is crucial to one’s next stage of life. Respect differences, as God create human in many forms. Oliq has just over 3 years old. We don’t celebrate his birthdays by organizing a party. Instead, we took him places. Last year we took him to a definite adventure to winding roads, beautiful beaches, turtles of  Ujung Genteng. This year we took him to the everlasting beauty of old charms in Penang. Oh, how we treasure our trips. Airplanes is a mere vehicle to take us places. But for Oliq, it holds deeper meaning. He can recognizes over 30 airlines logos before reaching 2 year old. He flew Fokker 70 to A330, from Boeing 737 to Boeing 777. From A320 to the giant A380. Continue your journey, son, the world is your playground.

Australia
Australia

malaysia
Malaysia

Continue reading A 3-Year-Old, 10 Countries, 12 Airlines

Advertisements

Ada Apa di Old Market Siem Reap?


Sebagai seorang simbok pejalan, kunjungan ke pasar tradisional saat ke luar negeri itu wajib. Memangnya kenapa? Pertama, pasar itu fotogenik. Jauh lebih fotogenik daripada ABG alay yang selfie sambil monyong-monyongin mulut.

Serunya Psar Chaa
Serunya Psar Chaa

Continue reading Ada Apa di Old Market Siem Reap?

WHY ON EARTH GO TO SOUTHEAST ASIA?


Jungle surrounds ancient Cham ruins in Central Vietnam today. This former Viet Cong hideout was heavily damaged by bombing during the war

The story here is written by my friend Geno who has traveled and worked in many countries around the world. Enjoy reading his stories!

When I first told friends that I was going to live in Southeast Asia and travel extensively through these countries, their first reaction was between shock and surprise. Then came the inevitable questions.

“Isn’t it dangerous?”

“Don’t the people there still hate us?”

The questions were understandable, since these were the lands from America’s longest 20th century war, the first war America didn’t win. The cold war quagmire spread across Vietnam’s borders to include Laos and Cambodia. Faraway places that Americans had never heard of before the conflict, became infamous: Saigon and Khe Sanh. Hanoi, and the Ho Chi Minh Trail. Phnom Penh, and the Mekong River. Continue reading

Mengintip Sejarah Kelam Kamboja (2)


Pada pertengahan 1970-an, Kamboja dikuasai rezim Khmer Merah pimpinan Pol Pot, yang memiliki cita-cita mengubah Kamboja menjadi negara agraris dengan menganut paham ultra-Maoisme. Dia memindahkan orang dari kota ke desa untuk bekerja di ladang dan membunuh siapa saja yang menentang. Banyak orang tak bersalah, termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua yang menjadi korban kekejaman rezim Khmer Merah.

Cheoung Ek

Terletak sekitar 14 km dari Phnom Penh, ibukota Kamboja, Cheoung Ek adalah salah satu tempat rezim Khmer Merah membunuhi dan mengubur orang yang dianggap menentang kekuasaan rezim tersebut. Para tahanan yang dipenjara di Tuol Sleng (baca tulisan Bagian 1), akan dibawa ke Cheoung Ek untuk dibunuh.

Saya pergi ke Cheoung Ek menggunakan tuk-tuk selama satu jam, dengan ongkos $ 7. Jalanan ke arah luar kota ini sangat berdebu, sehingga saya harus menutup muka dengan syal.  Sekilas, tempat ini terlihat seperti taman dengan pepohonan rindang. Banyak kupu-kupu yang juga beterbangan. Para pedagang suvenir menawarkan dagangan mereka.

Continue reading Mengintip Sejarah Kelam Kamboja (2)

Mengintip Sejarah Kelam Kamboja (1)


Obyek wisata di Kamboja tidak semata terbatas pada Angkor Wat, sebuah candi Buddha yang megah, tetapi juga obyek wisata dengan sejarah kelam yang terletak di sebelah timur negara itu.

Kekejaman kelompok Khmer Merah pimpinan Pol Pot pada 1970-an meninggalkan luka mendalam bagi warga Kamboja hingga hari ini. Tetapi peninggalannya justru menjadi objek wisata, terutama bagi mereka yang menyukai sejarah.

Museum Genosida Tuol Sleng

Saya mengawali perjalanan saya dengan berkunjung ke museum ini, yang berjarak kira-kira satu jam perjalanan dari Bandara Internasional Phnom Penh. Saya tiba di tempat tujuan sekitar pukul tiga, sehingga masih memiliki sekitar dua jam untuk mengeksplorasi tempat tersebut.

Awalnya saya mengira Tuol Seng hanya sebuah museum biasa, yang banyak juga dijumpai di negara lain, tetapi ternyata tidak. Tempat ini menyajikan sesuatu yang sangat berbeda.

Continue reading Mengintip Sejarah Kelam Kamboja (1)