Tag Archives: balita

Traveling dengan Anak-Anak Part 6: Menyusui di Tempat Umum


Masih seputar wisata dengan anak-anak bersama Olen dan Lala di sini. Untuk memperingati pekan ASI internasional yang baru saja lewat, kali ini kami akan berbagi tentang pengalaman menyusui anak-anak di tempat umum ketika kami sedang berlibur baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu ada bebreapa kiat yang semoga dapat mendorong para orangtua untuk tidak perlu “malu-malu” menyusui di tempat umum.

Satu hal yang kami yakini adalah: mendapatkan ASI adalah hak asasi anak. Di rumah ataupun sedang bepergian itu adalah hak asasi anak.

Inilah sekelumit cerita emak-emak keren dalam memenuhi hak anaknya ketika berwisata.

Olen dan Oliq

Saya mungkin menjadi salah satu ibu yang tidak sungkan menyusui di mana saja. Saya punya prinsip, I don’t mind flashing a boob if it means my son’s thirst (and rights) fulfilled. Sehubungan dengan Oliq yang memang menolak minum dari dot sejak umur 3 bulan, saya memang mau tak mau menyusuinya langsung dari payudara.  A mom gotta do what a mom gotta do.

In a perfect world, semua ibu dapat menyusui anaknya di nursery room yang bersih, nyaman, dan lengkap. But there’s no such thing as a perfect world.  Tidak semua tempat umum memiliki ruang menyusui, walaupun hal ini semakin digalakkan. Kalaupun ada, kadang saya sendiri yang malas apabila tiap kali mau menyusui harus mondar-mandir ke ruang menyusui.

Menyusui dengan latar belakang seperti ini semua ibu pasti suka!

Continue reading Traveling dengan Anak-Anak Part 6: Menyusui di Tempat Umum

Advertisements

Caving, Tubing, Rafting di Goa Pindul dan Srigethuk bersama Bayi


Siapa bilang berolahraga “agak” ekstrem tidak bisa membawa balita? Bisa kok. Tentu saja aspek paling utama yang dipertimbangkan adalah keselamatan si anak. Yang ke dua, kalau orangtuanya ragu-ragu, batalkan saja.

Karena kami yakin, dengan gagah berani kami membawa Oliq yang pada saat itu berusia 7 bulan ke Air Terjun Srigethuk di Gunung Kidul. Pada hari Minggu kemarin, Oliq 13 bulan, untuk pertama kalinya kami mengajak Oliq tubing sekalian caving di Goa Pindul — juga di Gunung Kidul Yogyakarta.

Oliq dan Papa Krewel di atas rakit

Srigethuk

Air terjun Srigethuk ini merupakan lokasi wisata baru yang menjadi favorit warga Jogja dan sekitarnya. Saya pernah menulis tentang Srigethuk untuk Yahoo! Travel yang dapat dibaca di sini (link hilang akan saya update lagi). Karena permintaan khusus seorang kawan, Leonie, tulisan ini khusus membahas tentang tata cara dan tata krama (hayaaah) membawa anak balita di Srigethuk. Semoga dapat membantu Anda yang juga ingin membawa anak-anak ke lokasi-lokasi wisata tersebut.

Continue reading Caving, Tubing, Rafting di Goa Pindul dan Srigethuk bersama Bayi

Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak


Tulisan ini merupakan gabungan antara tulisan saya dengan penulis tamu, Lala Amiroeddin. Kami, emak-emak keren ini, ingin berbagi pengalaman tentang berwisata bersama bayi dan balita. Khusus artikel ini akan menceritakan pengalaman membawa anak bepergian dengan pesawat terbang. Memang agak repot, tetapi tidak mustahil, kok! Temukan tips-tips dari kami yang semoga saja berguna untuk para bunda dan panda….

Tulisan pertama adalah pengalaman Lala dengan kedua anaknya Raissa (hampir 2 tahun 10 bulan) dan Fiamma (6,5 bulan). Setelah para cewek-cewek cantik di atas, saya akan menceritakan pengalaman saya terbang bersama Oliq (12 bulan), yang akhir-akhir ini mendapat panggilan baru yaitu Boliq (Bocah Ngglidik).

Tips mengatasi panik saat membawa anak terbang dapat dibaca di sini.

———————

Lala bersama Raissa dan Fiamma

Saya sangat gemar  berlibur untuk  mengunjungi tempat-tempat baru, tidak peduli apakah lokasinya sangat jauh sehingga  harus mengalami berjam-jam perjalanan lewat jalur udara  maupun yang dekat-dekat saja dan bisa dicapai lewat-jalur darat. Kegemaran ini sudah saya tularkan ke suami pada awalnya dan sekarang berlanjut untuk ditularkan kepada kedua anak saya.

-Bersama anak pertama, awalnya dimulai dengan beberapa perjalanan jarak dekat ke Bandung, dan kemudian naik tingkat perjalanan yang agak jauh ke negeri seberang, yakni Singapura,  -Pada saat itu usianya beranjak 8 (delapan) bulan. Perjalanan perdana ke luar negeri dengan membawa anak kecil (lebih tepatnya seorang bayi) berjalan dengan sangat baik karena dia menikmati tidurnya hampir selama penerbangan.

Continue reading Traveling dengan Anak-anak (Part 1): Terbang Yuk Nak