Tag Archives: backpacking vietnam

10 Objek wisata gratis di Hanoi dan Ho Chi Minh City


Vietnam ini memang surganya backpacker (Indonesia). Akomodasi murah, makanan kaki lima murah, mata uangnya pun nilainya lebih kecil daripada rupiah. Jadi alih-alih merasa miskin karena harus mengalikan mata uang lokal dengan kurs ketika mengkonversi ke rupiah, di Vietnam ini kita membaginya. Pokoknya bikin kita merasa kaya deh. Merasa tok lho ya, sebenernya sih tetep juga miskin hihihi.

Salah satu sudut Old Quarter Hanoi
Salah satu sudut Old Quarter Hanoi

Kalau sudah dapet penginepan murah, kita juga bisa makin hemat dengan pilihan objek wisata gratisan. Berikut rekomendasinya:

1.   Hoan Kiem Lake

Danau Hoan Kiem yang menjadi pusat kota Hanoi tidak akan mungkin terlewatkan oleh kalian. Kehidupan Hanoi seolah-olah mengelilingi danau ini. Salah satu landmark Hanoi adalah jembatan Huc berwarna merah yang berada di danau ini.  Pagi hari biasanya ada yang jogging, taichi, atau senam jantung lansia di sini. Bisa ikutan juga tuh. Sore dan malam ada banyak jajanan yang juga murah-murah.

2.       Old Quarter

Old Quarter atau yang sering juga disebut sebagai 36 jalan ini sebenarnya kini telah berkembang menjadi lebih dari 36 jalan. Lingkungan ini penuh dengan beragam toko-toko, warung makan, pasar, restoran. Kemungkinan besar kalian akan memilih akomodasi di Old Quarter.

3.       Pham Ngu Lao

Wilayah yang terletak di Distrik 1 Ho Chi Minh City ini adalah favorit para backpacker. Jajaran gang-gang kecil bak surga bagai para penggemar wisata kuliner maupun wisata belanja. Penggemar wisata malam pun akan dimanjakan di Pham Ngu Lao.

4.       Delta Mekong

Menelusuri Delta Mekong
Menelusuri Delta Mekong

Kalian dapat pergi ke kota-kota kecil di sekitar Delta Mekong, seperti Ben Tre, Can Tho, maupun My Tho. Di sana anda akan disuguhi pemandangan sawah, ladang, serta Sungai Mekong yang berwarna kecoklatan. Cara paling murah untuk menikmati pemandangan Delta Mekong adalah dengan mengikuti tur dari Ho Chi Minh City. Delta Mekongnya beneran gratis tapi turnya bayar hahahhah.

 

5.       Ho Chi Minh Mousoleum Complex Hanoi

Terletak di Lapangan Ba Dinh, tempat ini dulu digunakan oleh Ho Chi Minh untuk membacakan Deklarasi kemerdekaan pada 2 September 1945 yang menandai berdirinya Republik Demokratik Vietnam.

 

6.       Katedral St Joseph Hanoi

Gereja Katolik Roma ini dibangun dengan gaya arsitektuk neo-gothic. Katedral ini dibangun pada tahun 1886 dan sangat ramai dikunjungi jemaat pada akhir pekan dan Hari Raya.

7.       Saigon Central Mosque HCMC

Sering disebut juga sebagai Masjid Dong Du, karena letaknya di Jalan Dong Du Ho Chi Minh City, di sekitar kawasan elit Dong Khoi. Masjid ini didirikan oleh orang-orang Muslim dari India Selatan pada tahun 1935. Di sekitar masjid terdapat beberapa restoran halal. Dan di sinilah saya pernah shalat Idul Fitri tahun 2008!!

8.       Katedral Notre Dame HCMC

Katedral ini dibangun antara tahun 1863 dan 1880 oleh penjajah Perancis. Pada tahun 2005, patung Bunda Maria yang berada di depan bangunan gereja dikabarkan meneteskan airmata. Walaupun hal ini dibantah oleh uskup, hal tersebut tidak mengurangi minat warga untuk melihatnya.

Katedral Notre Dame yang pernah dihebohkan oleh patung Bunda Maria menangis
Katedral Notre Dame yang pernah dihebohkan oleh patung Bunda Maria menangis

9.       Pasar terapung Cai Rang

Pasar terapung ini berada sekitar 6 km dari Can Tho di Delta Mekong. Dari Ho Chi Minh City, butuh waktu sekitar 4-5 jam untuk mencapainya. Saat yang paling tepat untuk mengunjungi pasar ini adalah di pagi hari ketika sedang ramai pengunjung.

10.   Berbagai kuil dan pagoda

Vietnam dengan penduduk mayoritas beragama Buddha memiliki berbagai lokasi wisata berupa kuil dan pagoda. Beberapa di antaranya adalah Giac Lam Pagoda dan Thien Hau Pagoda di Ho Chi Minh City dan sekitarnya, serta Kuil Bach Ma di Hanoi. Sebagian besar kuil dan pagoda tidak memungut biaya masuk, kecuali beberapa tempat tertentu seperti Kuil Ngoc Son di Danau Hoan Kiem.

Lebih lengkapnya beli buku kami Backpacking Vietnam terbitan Elex Media :))

Advertisements

Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking


Ide tulisan ini sebenarnya saya siapkan untuk menyambut follower blog ke-100, tapi apa daya hingga follower ke-137 (dan sudah 140 ketika tulisan ini akan diterbitkan) saya baru bisa menuangkan ide dalam blog ini. Kali ini saya akan membahas revolusi digital yang telah mengubah backpacking alias jalan-jalan mandiri menjadi sebuah gaya hidup yang menginspirasi banyak orang, termasuk kami tentunya.

1. Internet

Ini adalah revolusi digital yang paling kuat dalam mengubah backpacking menjadi suatu gaya hidup modern yang sangat menarik bagi banyak orang. Internet yang awalnya hanya digunakan sebagai media untuk bertukar informasi pada jaman Perang Dunia, kini telah merambah hampir semua penjuru dunia dan menyediakan wadah untuk saling bertukar informasi. Secara khusus, situs pencari / search engine seperti google.com menjadi gerbang utama bagi netizen (sebutan bagi pengguna internet) untuk berburu informasi termasuk dunia wisata.

2. Online ticketing

Dulu, kita harus menghubungi agen perjalanan untuk memesan tiket, terutama tiket pesawat, atau datang langsung ke bandara / stasiun. Kini, kita bisa dengan mudah memesan tiket melalui internet. Di Indonesia, maskapai yang memulai revolusi ini adalah AirAsia.com yang menawarkan tiket murah melalui internet. Bagi saya, inilah revolusi digital terbesar dalam dunia backpacking, karena dengan fasilitas ini seseorang dengan dana terbatas memiliki kesempatan untuk bepergian ke banyak tempat, hingga lintas negara, dengan mudah dan murah. Orang-orang yang awalnya tidak berniat untuk berkunjung ke suatu negara menjadi tertarik karena biaya yang sangat murah dibanding sebelumnya. Sebagai gambaran, suatu maskapai bisa menawarkan tiket promo kurang dari Rp 100.000 untuk rute negara ASEAN. Dengan harga yang sama, mungkin Anda hanya bisa pergi ke kota-kota di Jawa dengan bis atau kereta. Tentu, Anda harus punya kartu kredit untuk dapat menggunakan fasilitas online ticketing meskipun kini dengan kartu debit atau transfer bank juga sudah dimungkinkan.

Continue reading Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking

Kompas Gramedia Travelling Book Fair : Konsultasi Travelling bersama Olenka Priyadarsani


Hari Jumat, 30 Nopember 2012, menjadi hari spesial bagi kami, backpackology.me, karena istri saya sekaligus kontributor utama, Olenka Priyadarsani, memiliki kesempatan menjadi konsultan travelling untuk Phuket, Vietnam, dan Jepang, ditambah tips travelling bersama anak. Ya, acara ini diadakan sebagai ajang promosi dan penjualan buku-buku wisata terbitan Elex Media selaku anak perusahaan dari Kompas Gramedia. Karena ini merupakan acara pertama dan bisa dibilang sebagai uji coba, acara ini diadakan di kantor pusat Kompas Gramedia di Jalan Palmerah.

travelling book fair1 Continue reading Kompas Gramedia Travelling Book Fair : Konsultasi Travelling bersama Olenka Priyadarsani