Tag Archives: backpacker

Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam


Sebagai manusia yang seneng sama sejarah, tentu saya seneng banget bisa dapat kesempatan untuk menjelajahi Penang yang terkenal dengan kota tuanya. Saya berangkat dengan rute JOG-KUL-PEN semuanya naik AirAsia karena tiket pesawat ke Penang dari KL lebih murah daripada naik bis. Nah, dolan kali ini saya pergi sendiri tanpa Mbak Olen tanpa Mas Puput dan tanpa teman. Gimana perasaan saya? Ya jelas deg2an! Mengingat wajah saya yang imut ini, saya takut jadi incaran pria nakal. Cuih! Wakakaka

Hari Pertama

Saya terbang dari KLIA 2 ke PIA (Penang International Airport) jam 2.55 waktu KL. Perjalanan hanya butuh satu jam saja, dari bandara ke hostel kita bisa naik taksi atau bis. Saya jelas milih bis karena taksi harganya sungguh ngampleng! Keluar dari airport langsung terlihat halte bisnya, bis Rapid Penang. Biasanya para turis pasti nginepnya di kawasan Georgetown, saya pun begitu lebih tepatnya di Lorong Chulia/Chulia Lane. Tidak semua bis melewati Georgetown, dan hanya sampai terminal bis KOMTAR dan kita harus ganti bis disitu menuju georgetown, kan ribet to, mindo gaweni wae.  Maka jangan ragu tanya dengan pak sopirnya dan sebutkan daerah hostel kita. Saya sendiri naik bis nomer 401 karena bis ini melewati Lebuh Chulia/Chulia Street sehingga tinggal jalan dikit udah sampai hostel tanpa ganti bis di KOMTAR. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam saja. Sampai di hostel pukul 05.00 pm, nggak usah pakai lama langsung aja kita keliling Georgetown.

  • Berburu Street Art

Karena saya nginep di daerah Lebuh Chulia dan saat itu sudah sore maka saya hanya keliling jalan kaki di sekitar sana. Jangan lupa sebelumnya ambil peta di bandara atau hostel. Untuk hunting street art sendiri Dinas Pariwisata Penang sudah menyediakan peta khusus letak-letak street art. Namanya juga street art to, pasti letaknya yo benar-benar di pinggir jalan. Bagi orang yang jalan-jalan sendiri kayak saya susah juga buat narsisnya. Ha wong baru masang tripod, udah ada mobil nyamber lewat!

1484670_10205936402639994_4164166692814741809_n
street art yang terbuat dari kawat

Continue reading Itinerary Newbie: Solo Backpacking Keliling Penang 3 Hari 2 Malam

Advertisements

Menjadi Pejalan Mandiri, Jangan Malas!


Separo dari sebuah perjalanan adalah perencanaan. Bohong kalau seorang pejalan mengatakan ia pergi tanpa perencanaan lebih dahulu. Yang benar adalah mungkin dia pergi tanpa perencanaan yang matang.IMG_3000

Walaupun Anda pergi dengan mengikuti tur, tetap ada perencanaan, bukan? Misal: memilih agen perjalanan yang tepat, merencanakan apa saja yang harus dibawa, bawa uang berapa, dan sebagainya. Apalagi Anda yang memilih menjadi pejalan mandiri. Continue reading Menjadi Pejalan Mandiri, Jangan Malas!

Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking


Ide tulisan ini sebenarnya saya siapkan untuk menyambut follower blog ke-100, tapi apa daya hingga follower ke-137 (dan sudah 140 ketika tulisan ini akan diterbitkan) saya baru bisa menuangkan ide dalam blog ini. Kali ini saya akan membahas revolusi digital yang telah mengubah backpacking alias jalan-jalan mandiri menjadi sebuah gaya hidup yang menginspirasi banyak orang, termasuk kami tentunya.

1. Internet

Ini adalah revolusi digital yang paling kuat dalam mengubah backpacking menjadi suatu gaya hidup modern yang sangat menarik bagi banyak orang. Internet yang awalnya hanya digunakan sebagai media untuk bertukar informasi pada jaman Perang Dunia, kini telah merambah hampir semua penjuru dunia dan menyediakan wadah untuk saling bertukar informasi. Secara khusus, situs pencari / search engine seperti google.com menjadi gerbang utama bagi netizen (sebutan bagi pengguna internet) untuk berburu informasi termasuk dunia wisata.

2. Online ticketing

Dulu, kita harus menghubungi agen perjalanan untuk memesan tiket, terutama tiket pesawat, atau datang langsung ke bandara / stasiun. Kini, kita bisa dengan mudah memesan tiket melalui internet. Di Indonesia, maskapai yang memulai revolusi ini adalah AirAsia.com yang menawarkan tiket murah melalui internet. Bagi saya, inilah revolusi digital terbesar dalam dunia backpacking, karena dengan fasilitas ini seseorang dengan dana terbatas memiliki kesempatan untuk bepergian ke banyak tempat, hingga lintas negara, dengan mudah dan murah. Orang-orang yang awalnya tidak berniat untuk berkunjung ke suatu negara menjadi tertarik karena biaya yang sangat murah dibanding sebelumnya. Sebagai gambaran, suatu maskapai bisa menawarkan tiket promo kurang dari Rp 100.000 untuk rute negara ASEAN. Dengan harga yang sama, mungkin Anda hanya bisa pergi ke kota-kota di Jawa dengan bis atau kereta. Tentu, Anda harus punya kartu kredit untuk dapat menggunakan fasilitas online ticketing meskipun kini dengan kartu debit atau transfer bank juga sudah dimungkinkan.

Continue reading Backpackology : Revolusi Digital dalam dunia Backpacking

Camera review : Kamera saku (pocket camera) di bawah 2 juta rupiah (OLD – 2013)


Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang fitur-fitur kamera saku dan tulisan tentang fitur-fitur canggih kamera saku, tentu Anda akan kembali bertanya-tanya, jadi kamera apa yang paling bagus? Tentu saja jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung selera dan fitur-fitur yang dipilih tiap orang. Sesuai ulasan saya bahwa batasan yang paling penting adalah harga, rekomendasi kamera ini berdasarkan batasan harga Rp 2.000.000. Kenapa harga ini yang dipilih, karena ini adalah batasan psikologi harga yang masih bisa dianggap terjangkau alias “murah” untuk ukuran kamera saku, namun masih dapat memperoleh kamera dengan fitur-fitur canggih yang sangat berguna bagi seorang backpacker. Saya hanya memilih 3 kamera saku terbaik agar Anda lebih fokus namun tetap memiliki pilihan sesuai kebutuhan.

1. Sony Cybershot DSC WX50 ( http://www.sony.co.id/product/dsc-wx50 )

Sony Cybershot DSC WX50 , kamera saku di bawah 2 juta yang paling direkomendasikan

Continue reading Camera review : Kamera saku (pocket camera) di bawah 2 juta rupiah (OLD – 2013)

Warning: Travelling. Highly addictive!


japan

Some people enjoy travelling once or twice a year because it gives them a sense of freedom from their daily routine. This is what most people do. Once or twice a year. That’s why there is a term “annual holiday”. Some people just go beyond once or twice a year.

When I look up the dictionary – in my case it is most probably Wikipedia – addiction means the continued use of a mood altering substance or behaviour despite adverse dependency consequences, or a neurological impairment leading to such behaviours. In this case, I am an addict because when I don’t travel for a short while my mood worsens, I’ll go cranky. But of course addiction goes beyond definition.

I know some people have gone extreme, such as selling a house to fund round-the-world trip, or give up a lifetime career to backpack for a year or two. Those people I’d definitely and undoubtedly called travel addicts. Continue reading Warning: Travelling. Highly addictive!