Tag Archives: baby

How To Plan Your Babymoon


You have a baby on the way, or plan to do so? Note that under normal circumstances, pregnancies are not supposed to hamper your passion to travel. If you are an avid traveler, like I am, you would not think twice to plan a babymoon — or even babymoons.

Phuket 7 month along 2011
Phuket 7 month along 2011

Continue reading How To Plan Your Babymoon

Diary of A Pregnant Traveller


No, I’m not pregnant again, if you’re wondering! This is a short piece of my and my husband’s journey during the 2010-2011 pregnancy period. We dubbed it as Gembolan Era.  Nggembol is the Javanese term for “bringing something in your pocket. And the pocket should be around tummy area. It may as well carrying something using your T-shirt”. OK, I give up, I lost in translation. Long story short, we called the baby inside my belly “Gembolan”. And he sure has his share of adventure while still in the womb.

This certain piece is not to encourage pregnant women out there to travel. Sure, everything is up to their own judgement – as well as their condition. And sure as hell, their willingness! I share the story so that pregnant ladies are not discouraged to travel. 

Here is the list of short and long trips we’ve taken during the Gembolan Era.

2.5 month at Taman Bunga Nusantara

2.5 month along we went to Kebun Bunga Nusantara in Cibodas West Java. Everything was fine until the returning trip. It was supposed to be a day trip. Coming out from the complex, we were supposed to follow the sign to Jakarta, that leads us to the road we were coming from. Instead, dear husband put his whole trust to the GPS. He worshipped the GPS blindly (owing this sentence to Chairman Mao).

The road was fine until it was not. We had been traveled for kilometers and the road worsened and worsened. It was no longer a paved road. And even the dirt road occasionally only fit one car. Jungle on the left, cliff on the right. And the GPS lost it way. The screen showed that the car was not on any road. It simply in the middle of nowhere.

Continue reading Diary of A Pregnant Traveller

Traveling dengan Anak-Anak Part 10: Ajari Anak Cinta Nusantara!


Kali ini kami akan membahas tentang beberapa kota yang menurut kami cocok untuk wisata dengan anak-anak. Tentu saja ini adalah pilihan yang sangat subjektif dan belum tentu juga kami pernah membawa anak-anak kami ke kota-kota ini.

Saya dan Lala Amiroeddin hanya ingin berbagi pengalaman dan juga keinginan untuk mengajak anak-anak kami mengelilingi dan mencintai Indonesia. Tentu saja 5 kota saja tidak cukup, mungkin lain kali kami akan berbagi lebih banyak pengalaman seiring dengan makin seringnya kami wisata nusantara dengan anak-anak.

Anak-anak pasti senang bermain pasir di pantai

Continue reading Traveling dengan Anak-Anak Part 10: Ajari Anak Cinta Nusantara!

Traveler Tidak Harus Single*


Satu hal yang mengusik saya ketika akan menikah sekitar dua tahun yang lalu adalah apakah saya masih bisa berjalan-jalan. Calon suami saya pada saat itu mengatakan dengan yakin bahwa saya tetap boleh bersolo backpacking — yang ternyata adalah kebohongan terbesar sepanjang sejarah! Bagaimana bisa solo backpacking, kalau tiap mau pergi selalu ada yang nginthil. Ga dink, setelah menikah dia blatantly bilang ga boleh jalan sendirian lagi.

Jadilah Filipina menjadi tempat terakhir saya bepergian sendiri dua bulan sebelum menikah. Usai sudah kebebasan saya melakukan solo backpacking.

Akhirnya saya berperan menjadi istri yang baik dengan menuruti suami. Tentu saja dengan catatan setiap ada kesempatan jalan harus dilaksanakan. Dia tentu senang-senang saja karena sama-sama suka melancong (from this time on you pay for two!). And I finally embraced a different kind of traveling. I travel with husband since.

Bepergian pertama dengan suami adalah bulan madu ke Vietnam. Katakanlah kami sudah cukup hapal dengan gaya traveling masing-masing sehingga yang ini pun kami lalukan dengan gaya backpacking. Beberapa perjalanan lain ke beberapa tempat di Indonesia maupun di negara lain membuat saya menyimpulkan bahwa traveler tidak harus single

Couple Travelers

Trip bersama suami. Bulan madu ke-9 (kira-kira) bersama Gembolan umur 4-5 bulan

Tentu saja bepergian yang seperti ini lebih kompleks. Pertama, bila anda berdua bekerja tentu harus mencocokkan jadwal cuti. Kedua, anggaran yang dikeluarkan sebenarnya sama saja, tetapi menjadi terasa lebih banyak karena anda menghitung untuk dua orang. Berbeda bila anda bepergian dengan kawan, di mana pengeluaran ditanggung masing-masing. Bila anda pasangan yang belum menikah, seharusnya juga lebih sederhana karena pengeluaran ditanggung masing-masing.

Continue reading Traveler Tidak Harus Single*