7 Tips Belanja Online Aman dan Lebih Murah


Siapa sih yang nggak suka belanja online? Tinggal duduk manis di kasur, sambil nyeruput kopi susu panas, disambi fesbukan, bisa beli ini itu tanpa harus keluar rumah. Apalagi buat ibu-ibu macam saya, yang kadang kalau harus belanja keluar rumah, ninggalin anak, mereka minta upetinya macem-macem. Yang ada malah pajaknya lebih gede dari total belanjaannya *sigh*

Karena itu, buat saya e-commerce  sangat membantu banget. Bisa belanja ini itu, bandingin harga di situs ini dan itu, sambil momong anak-anak. Atau, sambil ngerjain tulisan, misalnya. Nggak buang waktu, tenaga, dan bensin hehe #SimbokNgiri.

Nah, kalau ada plan traveling, apalagi untuk negara-negara di iklim tertentu, suka-suka kita harus belanja perlengkapannya  dulu kan? Mau ngubek toko offline, kalau tinggal di kota kecil repot banget karena pilihan terbatas — itu pun kalau ada. Makanya, beli online itu yang paling bener, deh.

Lalu apa saja yang bisa dibeli online? Ya ampuuuuuun segala macam ada. Puput misalnya sering sekali beli peralatan elektronik mulai dari handphone, kamera dan perkakasnya, sampai laptop. Saya lebih sering belanja yang cemen, misalnya produk skincare, peralatan bayi maupun benih tanaman.

Salah satu barang elektronik yang beli online
Salah satu barang elektronik yang beli online

Sejauh ini belum pernah kecewa banget, hanya pernah beli di marketplace dan ternyata barangnya tidak ada. Pernah uang dikembalikan, pernah juga diganti dengan produk yang sama namun penjualnya berbeda.

Ada beberapa tips belanja online: Continue reading 7 Tips Belanja Online Aman dan Lebih Murah

Suamimu Pria Paling Romantis


Kalau definisi romantis itu contohnya memberi bunga, mungkin Puput mungkin orang paling tidak romantis di dunia. Lha bayangkan, sakuwen-uwen kami pacaran dan menikah hanya sekali kasih bunga. Bunga tapak dara. Waktu kami kelas 2 SD. Dan sebungkus kacang bawang rego selawe alias 25 perak.

Gembus, to?

Eh kalau dipikir-pikir mungkin dia pernah kasih bunga lagi. Suatu hari entah di mana, ketika kami lagi di taman dan ada bunga yang gogrok. Bunga Kamboja. Padakke raiku koyo juru kunci kuburan.mawun-gendongan

Kalau romantis itu misalnya suka memberi cokelat. Nggak pernah juga, wong Puput lebih doyan cokelat ketimbang saya. Lagian kasih cokelat menurut saya juga nggak romantis-romantis amat — apalagi yang dibentuk hati pakai warna pink segede bagong kaya yang diterima Delin dari cowok yang naksir dia jaman SMP. Kayanya buat Simbok lebih romantis kalau dibawain martabak. Sekalian sama terang bulan isi cokelat keju, dan oh please mesesnya yang Ceres dan kejunya Kraft, kalau bisa. Ga perlu isi neko-neko kaya Ovomaltine atau Toblerone. Larang. Continue reading Suamimu Pria Paling Romantis

Family Trip To Malaysia On A Budget


My friends always ask us how we manage travelling up to 20 countries as a family. That would cost a fortune. Let me tell you how we do it. We don’t splurge. We don’t buy unnecessary things. We hardly eat out (in some very expensive countries like Australia and Japan). We don’t buy souvenirs.

And we managed to do it with kids in tow. Do you know what, one of the main reasons why we travel with our babies is because we don’t have to pay their seats! So, do some family travelling while your kids are under 2 years old. That would save a lot of money.

The main thing to save money during your family trip is to choose the right destination. For us, and for millions other travellers, Southeast Asia has a lot to offer and can be done on the cheap. Like, very cheap for Western standard.

in the middle of tea plantation in Cameron Highlands
in the middle of tea plantation in Cameron Highlands

Today, I will give you some tricks on how to explore Malaysia on the cheap with your family. Wait, wait, why Malaysia? Continue reading Family Trip To Malaysia On A Budget

Air Terjun Bertingkat Tiu Kelep dan Sendang Gile


“Ke mana nih hari ini?” Puput dan saya menjembreng peta Lombok gratisan dari hotel. Setelah kemarin kami menyusuri pantai-pantai Lombok Selatan dan pulangnya cukup malam, rasanya hari ini pengen agak santai dikit. Oliq sudah mengultimatum agar jalan-jalannya nggak jauh-jauh. Delin apalagi. Melirik peta, kami sepakat bahwa rencana ke Sembalun harus dibatalkan. Terlalu jauh dari hotel kami di Senggigi. Lagipula, karena membawa anak, mustahil untuk berangkat pagi-pagi.

Akhirnya kami sepakat untuk pergi ke Tiu Kelep dan Sendang Gile di Lombok Utara. Dulu waktu masih tinggal di Jakarta, kami sering sekali wisata air terjun. Mulai dari berbagai curug di TN Gunung Salak hingga Curug Cikaso di dekat Ujung Genteng. Di Lombok, lokasi wisata tidak hanya pantai, bukan?

Simbok keren dan bayi keren
Simbok keren dan bayi keren

Dari Senggigi kami perkirakan akan tiba di lokasi dalam waktu 2 jam. Ternyata perjalanan ke utara menyusuri pantai barat Lombok sangat mengasyikkan. Sepanjang jalan berselang-seling antara pantai dan kota kecil. Jalannya mulus, berkelok, naik turun, just the way Puput likes it.

Pemandangan di jalanan dan bojoku dengan pose embuhlah
Pemandangan di jalanan dan bojoku dengan pose embuhlah

Tidak banyak yang terjadi hingga sebuah belokan tajam ke kanan. Puput mengandalkan aplikasi maps.me yang bisa offline. Irit batere dan irit data, katanya. Tapi boros waktu dan tenaga, wong kesasar akut.

Belokan ke kanan masih cukup meyakinkan karena masih berupa jalan raya besar. Namun ketika belok ke kiri, saya mulai ragu dan mempertanyakan. “Kamu yakin lewat sini?” Bla, bla, bla pokoke dudu Puput nek ora sabda pandhita GPS. Manut suarane mbak-mbake. Madep mantep. Keblasuk. Continue reading Air Terjun Bertingkat Tiu Kelep dan Sendang Gile

Berprasangka Baik Pada Suami


“Entar kamu ditindas lho sama suamimu!”
“Kalau ada apa-apa sama suamimu gimana?”

Ibu-ibu yang dulu bekerja dan kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga seperti saya pasti pernah mendengar kalimat-kalimat di atas. Pernah, atau mungkin malah sering, bahkan dari keluarga dekat. Sebagian (kecil) mungkin peduli, sebagian lain hanya bilang demikian sebagai bentuk ketidaksetujuan atas pilihan kita. Padahal, makani wae ora ndadak melu protes barang gyaaa gyaaa…

“Apa-apa” di sini adalah eufemisme dari suamimu: di-PHK, sakit, meninggal, poligami sementara kamu ga rela berbagi suami karena imanmu ga sekuat istri Nabi dan Teh Ninih😇, dan selingkuh. Pokoke segala macam hal yang kalau orang Jawa jaman dulu bilang amit-amit jabang bayi. Continue reading Berprasangka Baik Pada Suami

An Indonesian travelling family, currently lives in KL. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .