Air Terjun Sipiso-piso, Permata di Tanah Karo


Olenka Priyadarsani

Ketika seseorang berkunjung ke Sumatera Utara, tujuan utama wisata mereka pastilah Danau Toba. Air terjun Sipiso-piso pun berada di tepi Danau Toba, sayangnya objek wisata yang sangat menarik ini kurang dikunjungi wisatawan karena letaknya di tepi yang berbeda dengan kota Parapat, di mana wisatawan biasanya berkunjung.

Sipiso-piso terletak di sebelah utara Danau Toba, sekitar 24 kilometer dari Kabanjahe. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Air terjun Sipiso-piso terbuat dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba.

Ketika saya berkesempatan berkunjung ke tempat ini, pemandangan air terjun sungguh luar biasa. Air terjun yang kecil namun tinggi jatuh di antara tebing berwarna kehijauan. Dari gardu pandang yang dibangun pemerintah di Merek ini pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan air terjun, melainkan juga Danau Toba.

Air terjun Sipiso-piso berada di sekitar 800 meter di atas permukaan air laut. Air terjun itu deras mengalir ke bawah mengiris bukit-bukit hijau yang ditumbuhi pohon pinus. Sipiso-piso sendiri arti harafiahnya adalah “pisau”.

Continue reading Air Terjun Sipiso-piso, Permata di Tanah Karo

Advertisements

Mau Liburan di Awan, Ayo ke Kawah Putih


Ingin berlibur di sebuah negeri di awan? Anda tak perlu terbang tinggi. Cukup pergi ke Kawah Putih di selatan Bandung. Uap yang muncul dari danau vulkanik ini menimbulkan efek seperti awan.

Kawah ini adalah satu dari dua kawah Gunung Patuha. Menurut sejarah, Kawah Putih ditemukan oleh seorang botanis Jerman Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1837. Kawah Putih menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bandung pada tahun 1987. Dulu kawah tersebut merupakan tambang belerang, namun kini telah berhenti produksi.

Danau kawah ini cukup luas, dan letaknya yang berada di  2.430 meter di atas permukaan laut membuat temperatur di objek wisata ini sejuk. Bila musim penghujan atau menjelang sore udara dingin pun lebih mengigit.

Salah satu keistimewaan dari Kawah Putih adalah warna danaunya yang berubah-ubah sesuai temperatur dan kadar belerang. Terkadang warnanya kebiruan, kadang kehijauan, terkadang juga cokelat. Secara umum, apapun warna danaunya, lokasi ini didominasi warna putih. Bahkan batu-batu yang mengelilingi kawah pun telah berubah warna menjadi keputih-putihan. Oleh karena itu, sangat cocok dijuluki negeri di awan.

Continue reading Mau Liburan di Awan, Ayo ke Kawah Putih

Situ Patengan, Danau di Tengah Kebun Teh


Oleh Olenka Priyadarsani

Siapa bilang berlibur harus pergi jauh dan mengeluarkan uang banyak? Saya sangat yakin bahwa esensi berlibur adalah keluar dari rutinitas sehari-hari yang menjemukan dan melakukan sesuatu yang lain. Jadi Anda bisa berlibur di mana saja: berkeliling dunia atau suatu tempat yang tak terlalu jauh dari rumah.

Situ Patengan (atau Patenggang) di Ciwidey, Bandung Selatan, dapat dijadikan salah satu pilihan destinasi akhir pekan bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Jaraknya, 185 km dari Jakarta melalui tol Cipularang.


Suasana di Situ Patengan. Foto: Olenka Priyadarsani

Terletak di ketinggian sekitar 1600 m di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi kebun teh Rancabali. Anda tidak hanya dapat menyaksikan danau yang tenang, tapi juga menikmati hijaunya kebun teh dengan topografi memesona.

Continue reading Situ Patengan, Danau di Tengah Kebun Teh

Candi Cangkuang, Candi Mungil di Tengah Danau


Oleh Olenka Priyadarsani

Garut mungkin lebih dikenal sebagai produsen dodol. Tetapi sebenarnya kota kecil ini memiliki pemandangan alam yang indah. Kabarnya, aktor Inggris Charlie Chaplin pernah berkunjung ke Garut dan menjulukinya “Switzerland of Java”.

Salah satu objek wisata yang terdapat di Garut adalah Candi Cangkuang di Kecamatan Leles. Tidak seperti Prambanan atau Borobudur, Cangkuang hanya terdiri dari satu candi mungil yang terletak di tengah danau bernama sama — Situ Cangkuang.

Ketika tiba di tepi danau, yang pertama kali terlihat adalah jajaran rakit bambu aneka warna. Jauh lebih cantik dari rakit yang pernah saya lihat. Penumpang dapat duduk di dua bangku panjang berhadapan di bagian tengah.

Situ Cangkuang dikelilingi beberapa gunung dengan pemandangan indah. Foto: Olenka Priyadarsani

Sementara itu bagian dasar rakit terbuat dari bambu-bambu panjang yang disatukan, dengan bagian depan runcing. Rakit-rakit inilah yang dapat disewa untuk menyeberangkan wisatawan ke lokasi candi.

Tarif sewa rakit cukup murah yaitu Rp 4 ribu per orang bolak-balik. Namun dengan catatan penumpang berjumlah 20 orang. Anda harus menunggu penumpang lainnya sampai rakit penuh. Bila tidak mau membuang waktu, Anda dapat menyewa satu rakit seharga Rp 80 ribu, bisa ditawar hingga 60 ribu.

Pulau di tengah danau tidak jauh. Rakit berjalan pelan menyusuri danau yang berwarna kehijauan. Di kejauhan terlihat sisi danau yang dipenuhi bunga-bunga teratai berwarna merah muda. Sementara itu, gunung dan bukit menjadi latar belakang pemandangan.

Continue reading Candi Cangkuang, Candi Mungil di Tengah Danau

Berbelanja Cendera Mata di Queen Victoria Market


Oleh Olenka Priyadarsani

Bila Anda sedang berlibur di Melbourne, Australia dan mencari cendera mata untuk orang-orang terkasih di Tanah Air, ada satu tempat yang direkomendasikan. Namanya Queen Victoria Market atau sering juga disebut Vicmart.

Queen Victoria Market berdiri pada 1878 dan merupakan pasar terbuka pertama di negara bagian Victoria. Pasar ini terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota Melbourne. Bagi warga Melbourne, Vicmart merupakan tempat berbelanja sehari-hari, seperti sayuran, buah-buahan, daging, serta produk laut.

Bahan-bahan segar tersebut dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah daripada di pasar-pasar lain ataupun supermarket.

Walau berfungsi sebagai pasar tradisional, Vicmart jauh lebih bersih. Di sore hari, lapak-lapak tidak akan terlihat karena semuanya dimasukkan ke dalam gudang. Selain rapi dan bersih, Queen Victoria Market juga makin ramah lingkungan. Salah satu buktinya adalah dilarangnya tas plastik bagian daging dan susu, jadi Anda harus membawa tas sendiri.

Bagi wisatawan penggila belanja, Vicmart menjadi surga tersendiri dengan berbagai toko yang menjual cendera mata khas Australia. Salah satu yang paling umum ditemukan di bagian los barang-barang umum adalah pedagang kaos suvenir. Selain itu, banyak kios yang menjajakan boneka koala dan kanguru, tas, gantungan kunci, magnet kulkas, dan sebagainya.

Pilihan cendera mata yang dapat Anda bawa pulang dengan harga cukup murah. Foto: Olenka Priyadarsani

Anda suka cendera mata etnik? Senjata khas suku Aborigin, bumerang yang terbuat dari kayu dijual di sini untuk hiasan di rumah. Selain itu, ada beberapa instrumen musik tradisional Aborigin yang sangat menarik untuk dibeli. Lukisan tradisional pun dapat dijadikan pilihan untuk diberikan pada orang-orang terdekat.

Cendera mata khas Aborigin dapat dijadikan pilihan oleh-oleh. Foto: Olenka Priyadarsani

Salah satu keunggulan dari berbelanja di Queen Victoria Market adalah macam suvenir yang sangat lengkap. Anda dapat mencari barang untuk bayi hingga orang tua. Selain itu, tentu saja, harganya yang cenderung lebih murah daripada di toko-toko suvenir yang tersebar di seluruh kota Melbourne, apalagi di lokasi-lokasi wisata.

Nah, keuntungan yang lainnya adalah karena banyak penjaga kios adalah orang Indonesia. Banyak di antara mereka adalah mahasiswa yang mengisi waktu senggang dengan bekerja paruh waktu di pasar ini. Bila Anda menemukan penjaga kios orang Indonesia tentu tawar-menawar akan lebih mudah. Bisa jadi Anda akan mendapat harga yang lebih murah, ataupun dapat bonus!

Wahyu (31 tahun), salah satu penjaga kios di Victoria Market yang berasal dari Indonesia mengatakan bahwa kadang wisatawan dari Indonesia melakukan “aji mumpung” dengan menawar semena-mena bila mengetahui penjaga kios berasal dari satu negara.

Wahyu, salah satu penjaga kios Vicmart yang berasal dari Indonesia. Foto: Olenka Priyadarsani

Queen Victoria Market tidak buka setiap hari. Jam bukanya pun berbeda setiap harinya. Pasar ini libur pada hari Senin dan Rabu. Sementara itu jam buka untuk Selasa dan Kamis adalah antara pukul 06.00 hingga 14.00. Untuk Jumat agak lebih panjang antara pukul 06.00 hingga pukul 17.00. Hari Sabtu buka pada pukul 06.00 hingga jam 15.00 dan Minggu 09.00 sampai 16.00.

Untuk membeli bahan-bahan segar, semakin mendekati tutup akan semakin murah. Anda akan sering mendengar teriakan, “One dollar, one dollar!”. Itu adalah suara para pedagang yang mengobral dagangan mereka, terutama buah, sayur, dan produk laut.

Sedikit kiat untuk pemburu cendera mata kaus, datanglah pada hari Jumat. Pada hari ini kaus yang harga biasanya antara 5 hingga 7 dolar Australia bisa didapatkan pada harga 10 dolar untuk 3 kaus. Lumayan, bukan?

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .