Category Archives: Traveling dengan Anak-Anak

Review Legoland Malaysia


Akhirnya kami ke Legoland setelah tiga tahun sebelumnya pergi ke Johor dan  memutuskan untuk tidak ke Legoland karena …….mahal hahahahha. Tapi tahun ini kami memutuskan sudah worth it karena Oliq sudah umur 6 tahun dan sudah bisa bermain hampir semua wahana di Legoland.

Legoland Malaysia yeaaay!

Tiket Legoland untuk non myKad (non Malaysian) di counter adalah RM 250 dewasa dan RM 200 anak-anak di atas 3 tahun. Di bawah 3 tahun masih gratis, dengan menunjukkan paspor. Kami membeli secara online selambatnya 7 hari sebelum hari-H, tiketnya RM 200 dewasa dan RM 160 anak-anak antara 3-12 tahun. Itu adalah harga tiket combo untuk theme park dan water park. Continue reading Review Legoland Malaysia

Advertisements

Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei


20 Hal yang harus kamu ketahui tentang Brunei Darussalam, nomor 9 bakal bikin kamu melotot *macak wartawan Tribun*

Brunei itu mahal, katanya. Sebenarnya itu hanya mitos belaka. Brunei itu murah……kalau kamu mantunya Aburizal Bakrie wakakakkak.

IMG-20180408-WA0026.jpg
1 Billionth Barrel monument di Kompleks Pertambangan Minyak Brunei Shell Petroluem di Seria

Jadi, minggu lalu kami ke Brunei. Nggak lama sih, cuma 4 hari 3 malam karena bookingnya pun mendadak. Oliq ada libur term break, tapi Puput nggak jelas bisa cuti atau nggak. Akhirnya baru bisa ambil cuti seminggu sebelumnya. And I had to use my magic fingers to find the perfect deal. Continue reading Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei

Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2017


Tahun 2017 adalah tahun yang kurang ceria untuk kehidupan plesiran kami. Ada beberapa berita duka di awal tahun, ditambah dengan cash flow yang masih embuh-embuhan karena kebanyakan mbayar tukang jadi kami tidak bisa melakukan trip jauh. Selain itu, saya dan anak-anak tinggal di Jogja sementara Puput di Jakarta. Kehidupan LDM membuat kami harus banyak berpikir untuk melakukan piknik-piknik terencana. Gimana bisa merencanakan wong masa depan hidup kami juga belum jelas waktu itu hahahha. Jadilah hanya piknik tipis-tipis.

Boleh dibilang tahun ini adalah satu-satunya tahun setelah pernikahan di mana kami sama sekali tidak melakukan trip jauh keluar benua, bahkan trip medium keluar regional. Paling jauh hanya Bangkok, Thailand.

Maret  — Candi Sukuh, Candi Cetho, Solo (Indonesia)

Beginilah namanya pasangan LDM, setiap Jumat Puput pulang ke Jogja, dan akan balik ke Jakarta Senin pagi. Plesirnya cuma bisa weekend saja, yang artinya nggak bisa jauh-jauh dari Jogja. April ini kami ke Solo, menginap di Alana Solo yang reviewnya ada di sini.

Candi Ceto yang sangat mirip pura di Bali

Kami day trip ke Karanganyar menuju ke Candi Sukuh yang disebut-sebut mirip dengan Chichen Itza, lengkap dengan arca yang nganu itu. Bagus, kami suka, suka, suka karena memang penggemar candi dan sudah lama banget mengagendakan ke sini tapi belum kesampaian.

Dari Candi Sukuh kami menuju ke Candi Cetho melewati kebun teh di Kemuning yang cantik. Jalannya berliku dan lumayan seram ya karena menanjak terjal. Untung kami pakai Accord tangguh yang pernah ke segala medan. Candi Cetho menurut saya malah menyerupai pura. Di sekelilingnya terdapat perkebunan sayur.

Pulangnya kami mampir ke Rumah Teh Ndoro Donker yang fenomenal itu. Reviewnya di sini.   Continue reading Catatan Perjalanan Keluarga Pelancong 2017

Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak


I’m back. Setelah berbulan-bulan bertapa dalam gua mencari wangsit gimana caranya ngajak Puput plesiran — dan terus gagal — akhirnya saya menyerah dan kembali ngeblog walaupun dengan tulisan dari perjalanan masa lalu.

Nah, belakangan makin sering terbaca di forum traveling tentang orang tua yang kebingungan mau bawa anak-anak ke lunar negeri. Ke mana yang paling paling cocok. Saya sih bakal langsung menjawab (dalam hati) ASEAN karena dari segi biaya dan jarak relatif murah dan mudah. Tapi, mana dulu?

Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan...
Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan…

Sebelum meneruskan baca ini, silakan baca tulisan Simbok terdahulu.

Peringkat Negara-Negara ASEAN untuk Jalan-jalan

….dijamin daftarnya berbeda sekali dengan yang ini. Karena liburan bawa anak-anak dan dewasa semua itu berbeda jauh, terutama buat newbie family traveller. Kecuali kalau anak-anakmu dan orang tuanya sudah terbiasa traveling. Monggo, mau Nepal, Tanzania, atau Kenya.

Terus terang saya belum pernah membawa anak-anak ke seluruh negara (Ola baru 4 negara, Oliq baru 7 negara ASEAN termasuk Indonesia), jadi saya membuat list berdasarkan pengalaman saya mengunjungi semua negara ASEAN dengan atau tanpa anak.

Lalu bagaimana daftar saya? Continue reading Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak

Membuat MPASI Homemade dan Sehat Saat Travelling


Salah satu hal yang paling membuat ibu-ibu malas membawa bayi traveling adalah masalah makanannya. Apalagi kalau anaknya picky eater seperti Oliq dan Ola. Duh kebayang repotnya. Masa iya tiap kali anak hanya makan makanan instan?

Saya bukan anti makanan instan sih, cuma sebisa mungkin dihindari. Kalaupun instan saya lebih memilih puree yang ada dalam botol, bukan bubur seduh yang sudah mengalami proses kimia berkali-kali. Dan puree botolan ini kalau di Indonesia harganya maaaaak, bikin kantong jebol, pun tidak mudah didapatkan.

Karena itu, dulu, zaman Oliq masih bayi, saya rela membawa rice cooker kecil dan kompor listrik, beserta peralatan lain, misalnya saringan, parutan, dan tumbukan. Perlengkapan memasak MPASI anak saja bisa setengah koper sendiri. Rela saya, demi agar Oliq makan masakan homemade.

Pernah nih, baru satu hari di Norwegia, kompor listrik mati total. Rasanya pengen garuk-garuk es di jalanan. Hiks.

Banyak teman saya yang enggan membawa bayinya traveling, juga karena masalah ini. MPASI. Bikin MPASI di rumah saja repot apalagi di hotel, di kota asing, atau bahkan di negara antah berantah. Akhirnya, mereka menunda acara jalan-jalan hingga anak sudah bisa makan table food.

Bahan-bahan mentah sehat untuk makanan bayi
Bahan-bahan mentah sehat untuk makanan bayi

Saya jujur enggak sanggup kalau harus menunggu anak besar. Dulu, booking tiket sudah sejak hamil, jadi ketika anak lahir langsung beli tambahan tiket untuk bayi. Repot ya repot sajalah, yang penting tetap jalan-jalan haha. Continue reading Membuat MPASI Homemade dan Sehat Saat Travelling