Category Archives: Tips and Tricks

Tips Asyik Menikmati Piknik


“Alaaah, ternyata cuma gini doang.”
“Bagusan juga pantai di Indonesia.”
“Ngapain sih kamu ke negara X, kan ga ada apa-apa di sana?”

Pernah denger seperti ini? Pasti pernah ya. Pernah mengucapkan? Mungkin pernah juga.

Kami termasuk keluarga penyuka travelling, tidak pernah menyesal pergi ke suatu tempat. Padahal, mungkin oleh orang lain di tempat itu dianggap ga ada apa-apa, ga bagus, ga worth it, dan lain sebagainya.

Lihat anak-anak seneng aja kami udah seneng

Bagi kami, tiap tempat selalu ada sesuatu. Lagipula, yang paling kami nikmati adalah pengalaman, bukan tujuan.

Travelling is not about destination. It is all about experience. Continue reading Tips Asyik Menikmati Piknik

Advertisements

Tips Serius dan Trik Ngaco untuk Traveling Musim Dingin


Lihat salju. Itu adalah salah satu alasan tersering yang saya dengar kenapa temen-temen memutuskan untuk liburan di negara empat musim saat musim dingin. Padahal musim dingin itu repot, lho, harus bawa berbagai perlengkapan seperti coat, long john, kupluk dsb. Dan kadang kalau memang belum punya sama sekali, total belanja barang-barang itu mungkin hampir sama dengan harga tiket pp-nya.

P_20180113_105127
Biar sudah hangat tetap butuh kehangatan tambahan

Faktanya, tidak semua negara dengan musim dingin itu bersalju, tapi tetap saja liburan musim dingin itu menggoda iman. Lha maklum saja kita kan pengen merasakan pengalaman berbeda di negara empat musim, wong kita ini tinggal di negara banyak musim. Selain musim hujan, musim kemarau, ada juga musim banjir, musim rambutan, musim gapyok-gapyokan di medsos kalau pas kebarengan musim pilpres dan pilkada, ada musim begal motor. Daku sediiiiih ciiiiint…….

Salah lain alasan liburan musim dingin adalah: BIAR KELIHATAN DI LUAR NEGERI huahahhahaa. Lha nek kowe ning Malioboro nganggo jaket tahan air lan sepatu boot sakdengkul, bukannya kelihatan keren, malah dikon nyaponi telek jaran sing pating tlenyek.

Demikianlah, betapa visualnya jiwa-jiwa narsis ini.

Jadi, serepot-repotnya liburan pas musim dingin, tetap dilakoni, for the sake’s of experience. Pengalaman. Biar kalau pakai kupluk kelihatan keren, enggak dikira tukang villa nawarin kamar dengan kamar mandi dalam boleh jam-jaman.

Kebetulan saya pernah berlibur musim dingin di beberapa negara: Turki, Belanda, Norwegia, Perancis, India, Taiwan, Korea, Australia (kalau ini tinggal sih ya), jadi bisalah sedikit berbagi tips.

  1. The Golden Rule dari musim dingin adalah: DRESS IN LAYERS. Pakai bajunya berlapis-lapis. Enggak satu lapis saja, berlaku juga untuk celana. Tentu ini kalau suhunya dingin banget, buat kami yang pasti di bawah 5° Di atas itu, masih berani celana satu lapis, tapi atasan sudah berlapis. Kalau anak-anak di bawah 10°C celana sudah saya dobeli, apalagi atasnya. Kelebihan dari baju berlapis ini adalah mudah untuk adaptasi. Musim dingin kadang mudah berubah suhunya, ini banget-banget terjadi di Melbourne Australia. Dingin, ujug-ujug panas, ujug-ujug hujan es. Nah kalau baju berlapis, kalau terasa agak hangat, bisa dilepas satu lapis. Atau kalau kalian masuk ruangan, jaket bisa dilepas, tapi mungkin kalau kaosan tok masih terlalu dingin, kan asyik kalau dalamnya masih dobel.

2. What are in the layers

Ini gambaran apa saja yang kami pakai ada musim dingin (di luar daleman, nanti ada bahasan tersendiri), tentu kalian sesuaikan masing-masing:

Dingin banget (minus sampai 5°C). Dewasa: long john celana, celana tebal (2 lapis, kalau memang dingin banget atau berangin, bisa ditambah legging tapi pengalaman saya sih kalau celana 2 lapis saja), long john atas, kaos biasa, sweater tebal kalau ada wool, winter coat tebal  (4 lapis). Kupluk. Kaos kaki wool (kerasa banget bedanya kalau kamu pakai kaos kaki biasa). Sarung tangan. Tambahan: syal. Sepatu: kets biasa atau boots. Walau dibilang Ugg is for ugly girl, saya tetap penyuka ugg. Tapi punya saya ugg-uggan beli online harga dulu 200ribu. Itu aja udah nyaman banget lho. Anak-anak: anak saya ga ada yang punya long john, jadi kostum mereka pakai biasa aja tapi lapisan ditambah. Bawahan: legging yang ada pucuk kakinya 2 lapis, lalu celana biasa yang tebal (3 lapis). Atasannya kaos, sweater, jumper, baru winter coat yang ada hoodienya (4 lapis, boleh ditambah kaos 1 lagi kalau dingin atau angin). Kaos kaki 2 lapis kalau leggingnya yang cuma sampai mata kaki, kaos kaki anak saya yang biasa karena ga punya wool. Kupluk tambah hoodie dari coat. Gloves. Tambahan: earmuff, tapi anak saya ga punya hahahha. Sepatu: kets biasa atau lebih baik lagi sepatu khusus winter.

Dingin biasa (5°C-10°C) Dewasa: Long john celana, celana biasa (2 lapis), long john atas, kaos, winter coat. Udaha ga pakai kupluk pun ga masalah karena saya juga masih pakai kerudung, sementara Puput rambutnya sudah memberi proteksi premium. Ga pakai gloves juga. Sepatu dan kaos kaki masih sama di atas. Anak-anak: legging, celana tebal (2 lapis), kaos, sweater, winter coat (3 lapis). Kaos kaki, sepatu. Masih harus pakai kupluk atau hoodie. Gloves lebih baik masih pakai keculai kalau kaya Ola yang emoh banget hadeeeuuuh.

Dingin-dingin empuk (suhu belasan derajat) Dewasa: celana  1 lapis aja, atasan kaos dan winter coat. Kalau sudah mendekati 20°C sih jaket biasa aja gapapa ya. Tapi kalai suhu masih naik turun mending play safe. Kaos kaki biasa, sepatu kets.Anak-anak: Oliq biasa celana 1 lapis karena pakai jins, Ola 2 lapis karena celana dia semua bentuknya legging tipis. Atasan kaos (bisa 1 bisa 2 tergantung suhu) dan winter coat. Udah ga perlu gloves, tapi kalau saya tetap bawa, kadang pas ke pegunungan masih terlalu dingin. Anak-anak udah ga pakai kupluk, cuma hoodie yang dari coat. Sepatu kaos kaki biasa.

3. Belinya di mana? Dulu, zaman saya mau sekolah di Australia, susah banget cari perkakas musim dingin di Jogja. Beruntunglah kalian yang traveling di era online seperti ini. Gampang banget cari winter gear. Oh ya, saya pernah nulis tempat cari perlengkapan musim dingin di Jakarta di sini. Tapi mungkin sudah out of date juga ya.

Ada perbedaan pendapat tentang “beli di sana” dan “beli di sini”. Kalau menurut saya, kalau memang travelingnya pas musim dingin, ya mending “beli di sini”, biar pas sampai sana sudah siap. Enggak malah habis waktu muter-muter cari jaket sambil kedinginan plus kepuyuh-puyuh. Beda halnya kalau kalian mau sekolah, datang pas belum musim dingin, bisa cari sale di tempat tujuan atau malah beli perlengkapan winter di toko barang bekas kaya Saver’s, Salvation Army, Oxfam Shop dsb.

Long john beli di mana? Kawan-kawan selama ini banyak yang merekomendasikan heattech Uniqlo, ada yang extra warm ada yang ultra warm. Harganya memang terjangkau. Saya sendiri sebagai pengguna kaos dan celana panjang dan celana pendek Uniqlo memang puas dengan brand ini, tapi belum pernah coba heattech karena long john lama kami masih ada. Saya lihat fleece dan winter coats Uniqlo juga bagus-bagus. Sepertinya untuk anak-anak juga ada.

Winter coat Ola (bekas Oliq) beli di Zara. Punya Oliq sekarang beli di Norwegia karena Puput dulu lupa bawa coat Oliq dan baru sadar pas sampai sana. Bayangkan.

Untuk inner, banyak juga yang merekomendasikan Mark and Spencer. Harganya cenderung lebih mahal dari Uniqlo tapi barangnya juga lebih berkualitas.

Untuk kupluk, gloves, saya mending beli online. Barang-barang yang asalnya dari China gitu harganya murah banget. Gloves Oliq cuma RM 10 free ongkir. Ola ga mau pakai gloves barunya karena “……itu buat perempuaaaaan huaaaaaa. Ola ga mau ada benik-beniknyaaaaaa.”

  1. Dalaman

Beberapa hari yang lalu di salah satu status saya ada komen dengan thread luar biasa panjang. Bahannya cuma satu: celana dalam laki-laki. Emang kalau lagi traveling ini PR banget. Kalau perempuan saya rekomendasi pakai yang seamless, mudah dicuci dan cepat kering. Kalau celana dalam laki-laki kan biasanya tebal, susah kering, kalau bawa banyak bakal ngebak-ngebaki koper. Mending cari yang agak tipis, mudah kering. Asal jangan merk Hings putih kaya bapak-bapak zaman dulu. It’s such a turn off.

Kabar baiknya, kalau pas musim dingin itu biasanya keriiiing banget. Jadi jemuran, walau cuma dijemur di kamar mandi lumayan cepat kering. Apalagi kalau digantungin di atas kap lampu.

  1. Beha

Wahai para perempuan, mohon simak poin ini. Ini sungguh sangat penting karena beha itu tebal dan susah kering. Belum lagi kalau kalian bawa yang berkawat, berbusa, dan berenda akan menuh-menuhin koper kalau bawa banyak. Jadi bawalah sedikit saja. Misal: 1 atau 2. Lha kalau kurang gimana? Ini triknya. Uhuk. Pakai beha di luar kaos. Jadi gini: pakai kaos dulu, baru beha. Baru kaos lagi (kan layered clothing ya), baru winter coat. Wait, jangan ketawa dulu, ada manfaatnya lho:

  1. Beha jadi enggak kotor karena berada di tengah-tengah baju. Cup maupun talinya tidak nempel langsung di kulit. Jadi bisa dipakai lagi. Ha, irit jemuran kan? Makanya bawa spare 1 saja cukup.
  2. Musim dingin itu sangat kering buat kulit kita yang biasa di iklim tropis. Jeratan tali kutang sama seperti kolor yang terlalu ketat, gampang bikin gatal kulit yang sangat kering. Kalau pakai kutang di luar kaos, meminimalisir kontak langsung dengan kulit niscaya gatal pun terminimalisir.

Kalau saya sudah pakai kostum gini, diketawain Puput. Yo ben yang penting irit dan nyaman. Asal, jangan kamu masuk ruangan terus buka jaket, ternyata di dalamnya langsung beha di luar kaos. Kan embuh banget itu?

Kalau Superman celana dalam di luar. Kalau kutang di luar jadi Super Simbok.

  1. Pelembab

Ini juga extra penting. Dulu teman-teman laki-laki saya sok emoh di Australia pakai pelembab. Itu 13 tahun yang lalu di mana metroseksual masih tabu hahahaha. Mereka ga mau pakai pelembab, karena menganggapnya kosmetik. Yang ada kulitnya jadi nglothok-nglothok. Sejak itu jadi merasa wajib pakai pelembab. Pakainya Sorbolene. Entah kenapa terakhir saya pakai sorbolene kiriman dari salah satu brand, kok efeknya ga begitu terasa di kulit saya. Sekarang saya prefer pakai Vaseline Petroleum Jelly. Ini mantep banget untuk udara dingin *minta endorse Unilever*. Rasa-rasanya banyak traveler yang juga mengandalkan Petroleum Jelly ini. Habis gitu, harganya murah banget, di Malaysia cuma RM 5, sekitar 17 ribu rupiah. Bisa dipakai di kulit, muka, bibir. Ya, kalau habis pakai terus cipokan rasane klonyot-klonyot lunyu.

petrojelly

  1. Conditioner

Kalau kalian mengandalkan sampo hotel, mending bawa conditioner sendiri. Kalau ga rambut kalian bakal sangat kering, mudah rontok. Apalagi sampo hotel kan kebanyakan murahan. Anak-anak saya yang rambutnya halus aja kelihatan beda banget waktu traveling di negara dingin, apalagi rambut kita sing wis mangalami asam garam kehidupan. Duh, bawa ya.

  1. Kerudung

Saya sih selalu prefer pashmina. Untuk winter trip, saya suka pashmina yang agak tebal, tipe-tipe cashmere gitu. Jadi selain bisa buat kerudungan, bisa berfungsi jadi scarf. Bisa juga jadi kemul. Kalau bisa pashmina yang bolak-balik, beda warna, lumayan kan bisa jadi property foto. Coba kalau ada yang jual pashmina bolak-balik jawil Simbok, ya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Ini waktu di Korea dua tahun lalu

Karena ini udah panjang banget, saya stop di sini ya, takutnya kalian malah bosen bacanya terus ketiduran atau malah kepentut-pentut. Kalau ada pertanyaan silakan dilayangkan lewat media sosial mana saja, kalau mau kirim hadiah atau barang endorsement juga boleh ahhahahah.

Salam Super Simbok.

Persiapan Liburan Anti Ribet


Pejalan itu ada dua tipe besar. Pertama, yang menikmati perjalanannya, tapi sebenarnya malas mengurusi persiapan. Ke dua, yang menikmati segala macam tetek bengek sebelum keberangkatan. Bahkan, kadang – tapi tidak selalu – adrenalin sebelum berangkat ini malah lebih memuncak daripada perjalanan itu sendiri.

Saya termasuk tipe ke dua. The idea of travelling is sometimes even better than the travel itself. Ngono lho cara Jawane wekekekk. Saya termasuk orang yang sangat bersemangat mempersiapkan keberangkatan. Saya rela menghabiskan banyak waktu untuk membandingkan harga tiket pesawat, membandingkan harga hotel dan membaca seksama review-reviewnya. Belum lagi berselancar mencari informasi tentang lokasi wisata, transportasi umum, makanan halal, dan sebagainya. Maklumlah, namanya traveler on budget, mesti irit demi jalan-jalan selanjutnya.

Now everyone can fly

Sering ada teman tanya, “Gimana sih caranya bisa liburan terus?” atau “Tips dong cara dapet tiket murah?” atau “Duitmu kok nggak habis-habis buat jalan terus sih?” Tetooootttt. Belum tahu dia, kami ini makannya kangkung sama tempe terus biar tiket bisa kebeli hahahha. Enggak sih ya, cuma memang ada tips dan trik gimana bisa traveling hemat, apalagi untuk keluarga dengan anak-anak seperti kami. Ehmmm, beli tiket untuk 4 orang itu beda banget dengan waktu masih sorangan.

Nah, untuk yang bertanya cara dan tips, saya menyadari saya suka menggampangkan. Biasanya saya bilang, “Halah gampang, kan tinggal pantengin pas ada promo maskapai. Gampaaaaang.” Faktanya ya nggak segampang itu, apalagi bagi mereka yang masih newbie dalam hal seperti ini. Continue reading Persiapan Liburan Anti Ribet

Siapa yang memegang keuangan keluarga, suami atau istri?


Gara-gara harus bayar tukang bangunan, tukang sofa, dan beli beberapa perabot yang bikin tabungan sama setipis lambenya Lambe Turah, saya jadi kepikiran masalah ini.

Dari sejak menikah sampai sekarang keuangan kami dipegang Puput.

Myeongdong di pagi hari

Kenapa dipegang suami? Soalnya dulu NEM matematikanya pas SD, SMP, SMA 10 bulat telur. Sementara saya….nganu bulat krowak. Wekekeke.

Soalnya dia lebih bisa ngatur keuangan. Berapa untuk belanja dapur (dikasih ke saya), berapa untuk sedekah, berapa untuk tabungan. Continue reading Siapa yang memegang keuangan keluarga, suami atau istri?

Liburan Keluarga Sukses dan Ceria dengan 7 Tips Ini


“Ada temenku kapok, Mbok, liburan bawa anak. Repot banget katanya, padahal cuma ke Singapura,” ujar kawan saya suatu hari.

Liburan dengan anak, bagi keluarga yang sama sekali belum pernah bepergian, bagaikan tantangan besar. Ngurus anak di rumah aja repot, apalagi traveling?! Gila kali ya bule-bule itu bawa anak ke mana-mana. Mungkin itu pikiran semua orang.

Kekhawatiran terhadap anak itulah yang banyak membuat keluarga memutuskan untuk menunda liburan (jauh) hingga anak-anak mereka ‘sudah agak besar’. Sudah agak besar itu relatif, tergantung keluarga masing-masing. Ada yang artinya umur satu tahun, karena sudah bisa makan table food sehingga tidak terlalu repot mempersiapkan makanan pendamping ASI. Ada pula yang memilih usia sekitar 2 tahun karena anak sudah lebih lancar berkomunikasi dengan orangtuanya, dapat menyampaikan keinginannya. Atau, ada juga yang lebih suka menunda hingga anak usia SD sehingga bisa gendong ransel sendiri hahaha.

Nggemblok bayi dan nggandeng balita
Nggemblok bayi dan nggandeng balita

Kenapa sebagian orang cemas ketika akan liburan dengan anak? Biasanya takut anak rewel di jalan (terutama di pesawat), yang lain adalah khawatir anak sakit. Continue reading Liburan Keluarga Sukses dan Ceria dengan 7 Tips Ini