Category Archives: Southeast Asia

Review Legoland Malaysia


Akhirnya kami ke Legoland setelah tiga tahun sebelumnya pergi ke Johor dan  memutuskan untuk tidak ke Legoland karena …….mahal hahahahha. Tapi tahun ini kami memutuskan sudah worth it karena Oliq sudah umur 6 tahun dan sudah bisa bermain hampir semua wahana di Legoland.

Legoland Malaysia yeaaay!

Tiket Legoland untuk non myKad (non Malaysian) di counter adalah RM 250 dewasa dan RM 200 anak-anak di atas 3 tahun. Di bawah 3 tahun masih gratis, dengan menunjukkan paspor. Kami membeli secara online selambatnya 7 hari sebelum hari-H, tiketnya RM 200 dewasa dan RM 160 anak-anak antara 3-12 tahun. Itu adalah harga tiket combo untuk theme park dan water park. Continue reading Review Legoland Malaysia

Advertisements

Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura


Judulnya kaya cerita horor ya? Padahal bakalan lucu nih. Ya biasalah lucu-lucu ngenes nyebahi 😂😂

Jadi ceritanya kami ke Johor Bahru dengan tujuan utama Legoland. Singapura cuma jadi side trip. Kebetulan Ola belum pernah ke Singapura, hitung-hitung ndolanke dia ke negara ke-9 ini.

Awal mau berangkat ke Johor sudah mengkhawatirkan. Pulang field trip hari Kamis Oliq demam. Dan Jumat masih demam hingga bolos sekolah. Hari itu ada 6 anak sekelas dia yang demam, hampir separo kelas sendiri.

Kami agak ragu, jadi berangkat ga. Ya wis tunggu Sabtu aja. Sabtu pagi yang niatnya berangkat habis Subuh kami undur agak siang. Oliq udah ga terlalu demam walau kemudian mimisan sedikit. Anaknya ngotot minta berangkat.

Perjalanan ke JB naik mobil santai butuh waktu 5,5 jam karena sempat salat dan makan siang lama. Emang niat santai aja biar Oliq ga sakit lagi. Intinya, anaknya udah sembuh hingga kami sampai di hotel di kawasan Taman Perling.

Continue reading Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura

Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei


20 Hal yang harus kamu ketahui tentang Brunei Darussalam, nomor 9 bakal bikin kamu melotot *macak wartawan Tribun*

Brunei itu mahal, katanya. Sebenarnya itu hanya mitos belaka. Brunei itu murah……kalau kamu mantunya Aburizal Bakrie wakakakkak.

IMG-20180408-WA0026.jpg
1 Billionth Barrel monument di Kompleks Pertambangan Minyak Brunei Shell Petroluem di Seria

Jadi, minggu lalu kami ke Brunei. Nggak lama sih, cuma 4 hari 3 malam karena bookingnya pun mendadak. Oliq ada libur term break, tapi Puput nggak jelas bisa cuti atau nggak. Akhirnya baru bisa ambil cuti seminggu sebelumnya. And I had to use my magic fingers to find the perfect deal. Continue reading Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei

Drama Ketinggalan Pesawat ke Kelantan


“Cup, besok kita berangkat jam berapa?”

“Pesawate jam 8 to, berangkat jam setengah 6 aja cukup.”

“Cukup po?”

“Cukup.”

Yo wis lah, sebagai istri yang manut suami saya nurut. Dalam hati sebenarnya merasa cukup juga sih. Biasanya kami kalau terbang internasional berangat dari rumah sekitar 3 jam sebelumnya, kalau pagi-pagi buta tanpa macet. Lha ini cuma Kelantan doang, terbang domestik nggak pakai pemeriksaan imigrasi segala, beda setengah jam harusnya cukup kan? Harusnya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kami berangkat naik mobil, karena hanya pergi 2 malam 3 hari, parkirnya lebih murah daripada harus bayar taksi bolak-balik. You know lah, jarak dari KLIA ke pusat kota KL sana sekitar 48km, kalau jarak ke rumah bisa sampai 60km.

Kok ya ndilalahnya ada aja kejadian di jalan. Puput suka lewat Sungei Besi, itu lho dekat Terminal Bersepadu Selatan (kalau kalian pernah ke Melaka naik bus pasti naiknya di TBS). Nah saya selalu bilang kalau habis TBS agak ribet jalannya, mlungker-mlungker, sekali salah masuk jalan ya muter. Saya lebih senang lewat tol MEX langsung melewati KBRI. Tapi ya sudah, manut suami wong dia yang nyetir. Continue reading Drama Ketinggalan Pesawat ke Kelantan

Wisata Syariah di Terengganu


Bagaimana rasanya mengelilingi 23 masjid paling keren di dunia, mulai dari Indonesia kita tercinta sampai Tunisia, Spanyol, dan Rusia? Ha mbuh saya juga belum pernah hahahha. Tapi minimal kemarin kami sudah mengelilingi miniaturnya di Kuala Terengganu, Malaysia.

Hitung-hitung gladi resik sebelum berkunjung ke tempat sebenarnya. Ya to?

Gerbang masuk Taman Tamadun Islam

Tidak ditampik, sebagai muslim kami pun selalu tergerak untuk mengunjungi masjid di negara di mana kami hinggap, terutama bila itu adalah negara di mana muslim bukan mayoritas. Kami pernah ke beberapa masjid di Thailand, ke Seoul Central Mosque di Itaewon Korea Selatan, Masjid Ammar di Hong Kong, dan Central Mosque di Dong Khoi Ho Chi Minh City Vietnam.

Kalau di negara muslim, jelas dong, karena masjid hampir selalu menjadi salah satu atraksi wisata.

Terengganu, selain Kelantan, adalah negara bagian di Malaysia di mana nilai Islami memang masih dinilai tinggi. Huruf Jawi (penggunaan huruf Arab untuk Bahasa Melayu – seperti Arab Melayu di Sumatera atau Pegon di Jawa) masih umum dipakai. Bahkan untuk iklan-iklan di billboard (kalau yang ini saya kok rasanya enggak nemu di Sumatera).

Terengganu punya satu objek wisata unggulan yaitu Masjid Kristal yang terapung di Sungai Terengganu, termasuk dalam kompleks Taman Tamadun Islam. Taman Tamadun Islam ini terletak di Pulau Wan Man yang terhubung langsung dengan pusat kota Kuala Terengganu. Jadi ceritanya ini adalah menggabungkan antara wisata spiritual dengan edutainment, yaitu berupa wahana yang menghadirkan miniatur masjid-masjid di dunia. Well, tidak semuanya masjid sih, yang jelas merupakan miniatur peninggalan Islam dari seluruh dunia.

Tiket masuk ke wahana ini adalah RM 22 untuk dewasa, sementara anak-anak usia di bawah 7 tahun masih gratis. RM 22 itu sudah termasuk makan gratis lho, makannya pun lumayan, yaitu pilihan nasi campur atau bihun/mie/kwetiau kuah.

Cuaca Terengganu nggak jelas banget waktu kami datang. Begitu masuk, mau ke miniatur masjid pertama sudah hujan. Kami harus berteduh di emperan souvenir shop yang sukses membuat Ola, “Mau beli bonekaaaaaaaa. Mau beli bonekaaaaaaa.”

Simbok lelah.

Miniatur Masjid Kul Sharif di Rusia

Satu menit berikutnya matahari bersinar terang dan kami bisa mulai menjelajah wahana Islami ini. Masjid yang pertama kami datangi adalah Kul Sharif Mosque di Kazan, Rusia, negara saya idam-idamkan. Aslinya, masjid ini dibangun dengan arsitektur Volga Bulgaria di Kazan Kremlin Tatarstan pada abad ke 16, namun dihancurkan oleh Ivan The Terrible pada tahun 1552. Pada tahun 1996 masjid dibangun kembali dengan bantuan beberapa negara Islam. Continue reading Wisata Syariah di Terengganu