Category Archives: Rambling (waton nggambleh)

Tentang Pernikahan


Beberapa hari yang lalu saya nonton acara TV judulnya “Say Yes To The Dress”, reality show tentang para calon pengantin yang mencari gaun pernikahannya di Amerika sono. Ya Tuhan ribet ya. Ribuan dolar dihabiskan untuk gaun pernikahan yang paling dipakai beberapa jam, setelah itu disobek-sobek. Ada calon pengantin yang memaksa tokonya menemukan gaun yang pernah dia lihat di subah acara. Harus sama persis plek ketiplek. Dan ternyata gaun itu harganya lebih dari dua kali lipat anggarannya, dan akhirnya dia rela demi si gaun.

Kebayang ga sih kalau saya minta baju pengantin seharga 50 juta? Modyar nan. Dulu, syarat baju pengantin Puput cuma satu: tidak boleh lebih dari 500 ribu rupiah *nari gambyong muter Pasaraya Blok M*

Tapi namanya acara pernikahan memang penting nggak penting. Prioritas bagi sebagian orang, nggak penting banget bagi sebagian orang lain — dalam hal ini saya dan Puput sepaham. Dulu, kami hanya mengundang teman kami via medsos, karena buat kami memang itu lebih kepada acara orangtua. Tanpa terlalu ramai-ramai.

Tentu, selalu ada yang mencurigai hamil duluan HAHAHA. Yakin, pasti ada yang ngitung mundur kelahiran Oliq. Continue reading Tentang Pernikahan

Advertisements

Suamimu Pria Paling Romantis


Kalau definisi romantis itu contohnya memberi bunga, mungkin Puput mungkin orang paling tidak romantis di dunia. Lha bayangkan, sakuwen-uwen kami pacaran dan menikah hanya sekali kasih bunga. Bunga tapak dara. Waktu kami kelas 2 SD. Dan sebungkus kacang bawang rego selawe alias 25 perak.

Gembus, to?

Eh kalau dipikir-pikir mungkin dia pernah kasih bunga lagi. Suatu hari entah di mana, ketika kami lagi di taman dan ada bunga yang gogrok. Bunga Kamboja. Padakke raiku koyo juru kunci kuburan.mawun-gendongan

Kalau romantis itu misalnya suka memberi cokelat. Nggak pernah juga, wong Puput lebih doyan cokelat ketimbang saya. Lagian kasih cokelat menurut saya juga nggak romantis-romantis amat — apalagi yang dibentuk hati pakai warna pink segede bagong kaya yang diterima Delin dari cowok yang naksir dia jaman SMP. Kayanya buat Simbok lebih romantis kalau dibawain martabak. Sekalian sama terang bulan isi cokelat keju, dan oh please mesesnya yang Ceres dan kejunya Kraft, kalau bisa. Ga perlu isi neko-neko kaya Ovomaltine atau Toblerone. Larang. Continue reading Suamimu Pria Paling Romantis

Berprasangka Baik Pada Suami


“Entar kamu ditindas lho sama suamimu!”
“Kalau ada apa-apa sama suamimu gimana?”

Ibu-ibu yang dulu bekerja dan kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga seperti saya pasti pernah mendengar kalimat-kalimat di atas. Pernah, atau mungkin malah sering, bahkan dari keluarga dekat. Sebagian (kecil) mungkin peduli, sebagian lain hanya bilang demikian sebagai bentuk ketidaksetujuan atas pilihan kita. Padahal, makani wae ora ndadak melu protes barang gyaaa gyaaa…

“Apa-apa” di sini adalah eufemisme dari suamimu: di-PHK, sakit, meninggal, poligami sementara kamu ga rela berbagi suami karena imanmu ga sekuat istri Nabi dan Teh Ninihūüėá, dan selingkuh. Pokoke segala macam hal yang kalau orang Jawa jaman dulu bilang amit-amit jabang bayi. Continue reading Berprasangka Baik Pada Suami

Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!


Saya sama simbok Olen itu punya kesukaan yang hampir sama. Kami sama-sama suka bola (kami bukan cuma seneng tapi bener-bener ngerti bola), sama-sama suka sejarah (tapi sejarah asmara kami gampang lupa), West TV series favorit juga sama, kami juga sesama lulusan HI. Walau jarak usia kami jauh, saya 17 dan dia 38 (kemudian diuncali kumkuman cawet) kami jarang berantem. Kecuali kasus semangka, Zanetti dan walkman. Ah itu cerita masa lalu, jaman Olen masih doyan ngemut es gabus. Ya pokoknya Olen itu manusia favorit dalam hidup saya. Eh ini ngapa jadi kayak acara tali kasih deh!

Intinya Olen itu panutan dalam hidup saya selain Nabi Muhammad. Termasuk soal traveling. Saat dia baru pulang dari Kamboja dan cerita soal Tuol Sleng, sejak itu saya bercita-cita harus ke sana dan akhirnya kesampaian.

3
Ini riverside tempat saya ketemu si Naim

Continue reading Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!

5 alasan kenapa kamu harus segera travelling setelah putus! 


Indonesia itu punya lebih dari 17.000 pulau dan kamu belom move on? Duh, mending semedi aja bareng si Buta dari Gua Hantu.
Nyebai emang kalau ada yang ngejek kita kayak gitu? Lau pikir move on gampang??? Lau pikir kenangan selama 2 tahun mudah dilupakan? Apalagi udah dijanjiin bakal dikawinin!

candid ala-ala

Cari pacar lagi, tapi kan nggak semua orang bisa cepet dapet pacar lagi. Opo meneh koyo aku, wis elek ireng lemu umbelen sisan.. Caranya menciptakan kenangan baru ya lewat traveling. Nggak perlu jalan2 jauh kayak Sun Gokong dan Biksu Tong yang ke Barat nyari kitab suci. Deket gapapa yang penting represing.

Continue reading 5 alasan kenapa kamu harus segera travelling setelah putus!