Category Archives: Living in KL

Balada Pembantu selepas Hari Raya


Hari pertama masuk kerja, saya langsung dicurhati seorang kawan Melayu yang tengah kebingungan, sebut saja namanya Puan (Ibu) Rosi.

Puan Rosi (R) : “Puput, apa sekarang Kerajaan (Orang Malaysia menyebut pemerintah sebagai kerajaan, meskipun kepala negaranya Presiden atau Perdana Menteri) Indonesia menerapkan aturan yang lebih ketat pada warga negara yang bekerja di Malaysia?”

Saya (S) : “Saya rasa justru Kerajaan Malaysia yang lebih ketat membatasi warga negara asing masuk, tak heran banyak projek-projek yang delay karena kekurangan tenaga kerja, terutama construction workers. Ada apa memangnya?”

R : “Saya punya pembantu daripada Indo belum balik-balik juga… Saya tanya kawan-kawan lain yang punya pembantu Indo pun sama, banyak yang belum balik.”

S: “Ah, itu masalah klasik puan… jangankan di Malaysia, di Jakarta pun tiap selepas Raya pasti ada saja pembantu yang tak balik, biasanya karena nak kahwin, tapi kadang juga alasan keluarga nak jaga ibu bapa, atau kadang malah dah dapat majikan baru. Dah kontak dia kah?”

Continue reading Balada Pembantu selepas Hari Raya

Pindah dan Tinggal di KL (Bagian 3 – Gaji dan Biaya Hidup Minimum)


Sejak saya membuat postingan tentang pindah dan tinggal di KL, mulai dari visa dan properti, banyak pertanyaan datang melalui blog ini. Dari sekian banyak pertanyaan, salah satu yang paling sering adalah, “Berapa gaji minimum di KL dan berapa biaya hidup di sana.” Sebenarnya jawabannya adalah relative, karena ini sangat tergantung dari banyak hal. Gaji jelas dipengaruhi bidang kerja, pengalaman, standard gaji di perusahaan, dan faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis suatu perusahaan. Sementara biaya hidup paling dipengaruhi oleh gaya hidup seperti apa yang diinginkan.

Namun karena masih banyak yang bertanya, bahkan kawan-kawan saya sendiri yang sebenarnya sudah cukup mapan, saya coba mengulas sedikit tentang masalah ini berdasarkan pengamatan saya selama kurang lebih setahun tinggal di KL. Oya, patokan saya adalah KL, kalau kota lain di Malaysia Barat (Malaysia Semenanjung) bisa jadi lebih murah, tapi kalau Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) alias bagian Malaysia yang ada di Pulau Kalimantan (Borneo), bisa jadi lebih mahal.

Continue reading Pindah dan Tinggal di KL (Bagian 3 – Gaji dan Biaya Hidup Minimum)

17 Wisata Gratis di Kuala Lumpur, Malaysia


KL memang sudah menjadi tujuan wisata favorit bagi banyak orang Indonesia. Banyaknya penerbangan murah dari berbagai kota di Indonesia adalah pemicu utama, di samping banyaknya pilihan wisata dan kemiripan budaya serta bahasa yang menjadikan kota ini ramah bagi banyak wisatawan Indonesia. Asyiknya lagi, kota ini juga menawarkan banyak tujuan wisata gratis yang layak Anda kunjungi. Berikut pilihannya :

Petronas Twin Tower alias Menara Berkembar Petronas, ikon utama kota KL
Petronas Twin Tower alias Menara Berkembar Petronas, ikon utama kota KL

Continue reading 17 Wisata Gratis di Kuala Lumpur, Malaysia

Pindah dan Tinggal di Malaysia (Bagian 2 – Sewa Properti)


Setelah sukses mendapatkan visa dan ijin kerja di Malaysia, langkah berikutnya tentu saja mencari tempat tinggal. Pada umumnya, kalau di wilayah KL dan Selangor (macam Jabodetabek kalau di Indonesia) orang lebih memilih tinggal di rumah susun / apartemen / kondominium daripada di rumah tapak (landed house). Alasannya simple saja, rumah susun lebih murah daripada rumah tapak, dan biasanya lokasinya lebih strategis. Tentu, ada saja rumah tapak di tengah kota yang letaknya sangat strategis, tapi harganya ya di awing-awang saja. Macam rumah di Menteng lah kalau di Jakarta.

Continue reading Pindah dan Tinggal di Malaysia (Bagian 2 – Sewa Properti)

Menjamu Selera di Pasar Ramadhan Setiawangsa


Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, bulan Ramadhan tentunya disambut meriah oleh warga Malaysia. Seperti halnya di Indonesia, suasana meriah menjelang buka puasa juga terasa di setiap sudut kota. Fenomena pasar kaget saat sore hari mendekati maghrib juga ada di sini, tentu dengan keunikan tersendiri yang mebuatnya berbeda dengan di tanah air. Seperti apa uniknya, yuk kita tengok.

Pasar kaget ramadhan di belakang stesen LRT Setiawangsa
Pasar kaget ramadhan di belakang stesen LRT Setiawangsa

Continue reading Menjamu Selera di Pasar Ramadhan Setiawangsa