Category Archives: Java

Candi Ijo Tidak Lagi Syahdu, Tapi Hidup


Seorang ibu berusaha mengendalikan mobilnya, menuju ke parkiran. Juru parkir heboh mengganjal ban belakang mobil dengan batu besar. Maklum saja, tanjakannya terjal, sementara mobil mengantre masuk ke lokasi parkir. Sepanjang jalan pun berjajar mobil parkir, semua diganjal batu.

Dulu Candi Ijo tak begini. Empat tahun silam kami datang ke candi ini. Sepi, hanya sekelompok (yang sepertinya) mahasiswa dan sepasang muda-mudi yang bergaya pre-wed. Waktu itu masuknya gratis, ada box donasi, hanya wajib lapor penjaganya dan menulis buku tamu.

Sekarang ramai sampai susah mau dapat foto bagus
Sekarang ramai sampai susah mau dapat foto bagus

Syahdu. Hening. Sepi. Hanya kicau burung dan sesekali suara pesawat terbang dari dan ke Adisutjipto.

Baca: Terminal B Bandara Adisutjipto Continue reading Candi Ijo Tidak Lagi Syahdu, Tapi Hidup

Malapetaka di Bukit Panguk


In the far away land, the mountains were overarching. The hills started shutting us in, the trees and rocks about us seemed shadowy and dim. Mordor was in sight, beware! Rupamu, Mbok, ndadak macak JRR Tolkien barang. Mordar-mordor. nDlingo kaliii!

Ini cerita kesialan kami seharian ini menambah daftar kesialan saat traveling, melibatkan wafer, ban pecah, kunci mobil yang terjebak di bagasi, dan  kepala dinosaurus. Entah mana yang lebih sial, yang ini atau saat Oliq midak telek kirik di Paris.panguk4

***

Alkisah ketika Puput datang kemarin dia bercerita, “Besok kita ke Bukit Panguk yuk, kemarin aku lihat di Lion Mag, bagus.” Iya, maskapai kesayangan Puput adalah Lion Air. Dia mah anaknya gitu, antimainstream. *istrinya minta diendorse*

Awalnya kami berangkat menuju Bukit Panguk kemarin, tapi karena ini, anu, dan itu, baru keluar rumah selepas asar, nyaris jam 4 sore. Jogja itu, saudara sebangsa dan setanah air, kalau malam Minggu, byuuuuuh macetnya kaya Ragunan-Mampang jam 7 pagi. Gencet-gencetan. Alhasil kami baru sampai di Ring Road Timur hampir jam 5-an. Karena sungguh sangat mustahil, kami ambil alternatif yang lebih feasible: Hutan Pinus Mangunan. Continue reading Malapetaka di Bukit Panguk

Si Tebing Breksi yang Makin Seksi


Bagaimana tidak makin seksi, dinding-dinding tebing kelabu pucat itu kini dipercantik dengan ukiran-ukiran. Relief-relief kisah pewayangan. Sementara itu, Sang Merah Putih berkibar di setiap sisi. Nasionalis tradisionalis. Modern dan masa lampu. Kekinian dan kekunoan.

***

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih menulis untuk Yahoo Indonesia, saya pergi menyambangi Candi Ijo. Candi ini berada di Bukit Ijo, merupakan wilayah cagar budaya. Keberadaan Bukit Ijo, yang berada di ujung timur Kabupaten Sleman ini konon menjadi (salah satu) alasan mengapa landas pacu Bandara Adisutjipto tidak dapat diperpanjang. Hence, bandara pun menjadi tidak dapat diperbesar karena ada sungai di sisi barat.

Taman Tebing Breksi
Taman Tebing Breksi

Kala itu, dalam perjalanan saya melewati sebuah bukit batu besar. Truk-truk keluar masuk sekitar bukit membawa bongkahan-bongkahan batu besar. “Woh, ada tambang batu, pantes jalannya jelek. Nggak kaya jalan di Jogja,” kata Puput pada saya. Memang, bila dibandingkan jalan lain di sekitar Sleman — bahkan di sekitar Bukit Ijo sendiri — jalan menuju Candi Ijo terbilang buruk. Berlubang di sana-sini, walau mungkin hanya 1-2 kilometer saja. Continue reading Si Tebing Breksi yang Makin Seksi

Curahan hati seorang tukang piknik amatiran


Kalimat “Uripmu kok penak banget sih dolan terus?” Atau “Selo banget e uripmu piknik terus?” Atau “Kene ndelok rekeningmu, kok koe iso dolan terus?” Udah sering banget didenger kuping saya dan nongol di kolom komen Path dan IG saya.

Hmmmmm.. Saya bingung harus jawab gimana. Kalau boleh kayak Mbak Desi Ratnasari mungkin saya akan jawab “No Comment” tapi apalah saya, pacar aja nggak punya. Alangkah congkaknya saya menyamakan diri dengan Mbak Desi #malahngopo

 

kayak capung ya saya?

Continue reading Curahan hati seorang tukang piknik amatiran

Review: Guesthouse mambu bangkai tikus


Masih inget kan bulan April kemarin PT KAI ada promo yang lumayan gede? Nah tanpa pikir panjang, saya dan temen kantor saya yang jomblo newbie niat mau traveling ke Bandung. Lumayan banget kan, dapet eksekutif setengah harga!

Nggak tau kenapa nyari penginepan di Bandung kok gampang-gampang susah. Kami niatnya nyari hostel tapi nemunya guesthouse. Namanya Bantal Guling Guesthouse yang letaknya di daerah Pasar Baru, bisa jalan kaki dari stasiun. Kami nyari lewat Traveloka, foto guesthousenya sih bagus banget. Bersih, kinclong, dan cukup deket sama pusat kota.

 

mambu fil?

Continue reading Review: Guesthouse mambu bangkai tikus