Category Archives: Bali

Curahan hati seorang tukang piknik amatiran


Kalimat “Uripmu kok penak banget sih dolan terus?” Atau “Selo banget e uripmu piknik terus?” Atau “Kene ndelok rekeningmu, kok koe iso dolan terus?” Udah sering banget didenger kuping saya dan nongol di kolom komen Path dan IG saya.

Hmmmmm.. Saya bingung harus jawab gimana. Kalau boleh kayak Mbak Desi Ratnasari mungkin saya akan jawab “No Comment” tapi apalah saya, pacar aja nggak punya. Alangkah congkaknya saya menyamakan diri dengan Mbak Desi #malahngopo

 

kayak capung ya saya?

Continue reading Curahan hati seorang tukang piknik amatiran

Advertisements

Hostel review: CX Legian Kelod Bali


Punya utang itu emang nggak enak ya, apalagi kalau tiap hari ditagih mulu! Udah kayak dikejer rentenir. Soal utang, simbok Olen emang nggak pernah bisa diajak kompromi! Oke, saya emang jomblo tapi ya saya kan nggak selo-selo amat. Saya lagi kerja aja ditagih terus. Untungnya kalau utang duit dia sering lupa, tapi kalau utang tulisan nggak pernah lupa!

FullSizeRender
kasur akuh yang unyuuuu banget! 

Continue reading Hostel review: CX Legian Kelod Bali

Itinerary jombler (jomblo traveler): Keliling Bali naik motor


Ibarat orang meninggal, kalau 40 hari kan diperingati dengan yasinan. Saya pun begitu, menginjak usia jomblo saya yang memasuki 40 hari saya pun memutuskan untuk memperingatinya dengan piknik ke Bali ala-ala sis Julia di Eat, Pray, Love..
IMG_8513
kece kan? wakakaka

Continue reading Itinerary jombler (jomblo traveler): Keliling Bali naik motor

Ketika isu tongsis dilarang masuk kabin menyeruak.. *jantung berdesir* 


“Kisah kita berakhir di Januari…” Potongan lagu milik Mz Glenn Fredly itulah yang tiap hari dijadikan temen-temen kantor buat ngeledekin saya, gadis solehah (huahahaha) yang baru aja diputusin kemarin Januari.. 

Mbuh gara-gara jomblo atau apa tiba2 saya merasa amat sangat kurang piknik. Dan setelah topo bareng coro di pawon, saya memutuskan buat ke Bali. Ya kali bisa ala2 eat pray love gitu. 

Lewat traveloka saya akhirnya buking AirAsia, berangkat tanggal 27 pagi dan pulang tanggal 30 sore. Urusan hostel semua juga udah beres. Tinggal mak wer, mangkat! 

 

ini dia postingan yang bikin jantung rasanya jatoh ke sendal jepit
 
Udah adem ayem tiba-tiba, Simbok Olen yang lagi nyusoni Ola melontarkan kalimat yang bikin bumi gonjang ganjing terutama bagi kami pelaku selfie *salim sama ustad felix siauw* 

TONGSIS DILARANG MASUK KABIN! (As…….. Taghfirullah.. Nggak misuh lho) ciloko songolikur iki! 

Simbok Olen baca dari grup sebelah katanya ada yang bilang bahwa tongsisnya disita dan nggak boleh masuk kabin! Alasannya juga nggak tahu kenapa, takut buat mukulin orang? Takut buat main bilyar di pesawat? Mbuhlah saya nggak paham. 

Padahal menurut saya, tongsis adalah salah satu benda yg sangat hebat ide penciptaannya. Saya suka rada gimana gituu kalau denger orang yang too much anti-tongsisnya. Asalkan kita makai tongsisnya dengan beradab.. (((BERADAB)) menurut saya nggak masalah.

Kalau jalan-jalan ada temennya sih nggak masalah, nah kalau yang sendirian kayak saya gimana? Masa dikit-dikit minta potoin orang kan ngerepotin. Wis jomblo raiso narsis sisan.. Apalagi saya punya action cam yang butuh pakai tongsis. Bukannya saya sok kekinian tapi saya emang nggak kuat beli DSLR, nggak bisa makenya dan nggak mau tambah pendek gara-gara kalungan kamera berat itu terus.

sama Mz Mario, saya juga kecewa

Bukan itu aja, bulan Mei saya rencana juga ada solo trip ke Phnom Penh dan Siem Reap. Gimana dong kalau nggak boleh bawa tongsis, masa demi tongsis harus beli bagasi *mimbik-mimbik minta naik gaji* 

Kalau tongsis saya sebenarnya nggak terbuat dari logam sih dan bisa ditekuk jadi pendek banget. Makanya yang jadi pertanyaan itu apa karena logamnya atau karena bisa dipanjangin dan bisa buat gebuk orang? 

Buat ke Bali besok saya sih udah merelakan nggak usah bawa tripod jadi kalau disita nggak rugi bandar! 

bukannya sok kekinian, tapi emang nggak kuat beli DSLR

Jadi intinya apa saya nulis panjang lebar gini? Saya cuma minta doa aja biar tongsis saya lolos tanggal 27 besok. 

Soalnya minta saran Simbok Olen dia jawabnya nggak ada empatinya blas “Yo koe mengko le foto koyo aku jaman mbiyen, kamerane di deleh njuk timer!” Katanya sambil main candy crush di HP yg touchscreennya udah bodol itu. 

Perlu diketahui ‘jaman mbiyen’ versi simbok itu udah mbiyeeeeeeeeeeen banget. Jaman dia masih ngumbar aurot di khalayak ramai.. Huahahaha 

Anyway kalau nggak lolos, mungkin lain kali saya mau nyewa kapal selem aja. 

Nyamannya Menginap di Villa di Bali!


Siapa sih yang tidak menginginkan liburan yang nyaman? Tujuan dari liburan adalah keluar dari rutinitas sehari-hari yang menjemukan. Sampai saat ini Bali masih menjadi tujuan wisata favorit. Bagaimana tidak, di setiap sudut menghadirkan aura liburan yang sangat kental. Pokoknya Bali = liburan!

Bagi yang sering berwisata ke Bali dengan keluarga besar kadang bingung hendak menginap di mana. Di hotel mewah tarifnya mahal dan harus memesan beberapa kamar sekaligus. Di hotel murah suasananya tidak nyaman, terlebih bila membawa anak-anak. Salah satu pilihan paling logis adalah dengan menginap di villa. Dan ternyata harganya tidak semahal yang saya bayangkan!

Mau tahu bagaimana caranya mencari villa mewah dengan harga terjangkau? Silakang cek-cek di Bali Je T’aime ya…

Salah satu villa pilihan kami untuk diulas saat ini adalah Villa Suara Ocean yang terletak di Petingenget, Seminyak. Lokasinya strategis, tidak jauh dari hingar-bingar kota bagi yang menginginkannya. Namun, villa ini juga menyediakan privasi bagi penggunanya. Kamarnya ada 3 sehingga cocok untuk keluarga besar, dilengkapi dengan kolam renang pribadi. Desain villa ini bisa memadukan antara kenyamanan modern dan suasana tradisional Bali.

Kamar tidur yang romantis
Kamar tidur yang romantis

Continue reading Nyamannya Menginap di Villa di Bali!