Category Archives: Featured stories

The Harvest, Toko Kue Favorit Sekarang Ada di Jogja


Dulu, duluuuu, jaman saya masih kerja dan tinggal di Jakarta, yang namanya makan kue The Harvest bisa dibilang tiap minggu. Kerja di kantor di Menara Thamrin, sepertinya tiap minggu ada saja yang ulang tahun. Selalu kue yang dibagikan beli di The Harvest outlet depan Sarinah yang tinggal jalan kaki dari kantor.

Chocolate Devil
Chocolate Devil

Strawberry Cheesecake, Peanut Butter Cake, Tiramisu, Triple Chocolate Cake, Devil Chocolate Cake, Red Velvet Cake, dan cheesecake yang toppingnya assorted fruit itu pernah coba semua. Ha juaraaak to aku? Belum lagi cookiesnya. Sebenarnya saya nggak ngefans banget sama cake-cake-an dan roti-rotian, maklum lidah ndeso. Tapi entah kenapa saya suka cake The Harvest, terutama yang enggak cokelat. Kalau cokelat saya beberapa suap aja udah nyerah.

Dulu, pas hamil Oliq saya sering beli Red Velvet yang potongan. Dari segala macam kue sejenis, memang dari The Harvest yang paling enak, lembut, tasty tapi light. Enggak eneg. Sumpah, waktu itu sampai maksa-maksa Puput mampir di outlet Senopati demi satu potong kue. Continue reading The Harvest, Toko Kue Favorit Sekarang Ada di Jogja

Liburan Akhir Tahun Tanpa Repot


[Sponsored Post] Pernah nggak sih membayangkan bisa liburan tanpa repot-repot? Nggak harus nunggu promo tiket. Nggak harus begadang nunggu sampai malam nunggu server maskapai lancar, dan pas mau klik “confirm booking” anak kebangun dan nangis jerit-jerit. Pas udah tenang, mau ngelanjutin booking ternyata harga udah melonjak!

Pernah nggak sih pengen liburan tanpa harus repot cari hotel. Nggak perlu buka beberapa situs booking hotel buat membandingkan harga dan reviewnya. Udah gitu sampai di sana ternyata hotelnya nggak sesuai dengan ekspektasi.banner-hulaa-di-backpackology

Belum lagi acara nyusun itinerary yang bikin kepala pusing. Ditambah lagi mikir transportasi lokal di sana. Apalagi kalau liburannya ke luar negeri, di tempat-tempat di mana kita tidak fasih bahasanya (lebih lagi hurufnya!!!). Apalagi kalau kita jalannya bawa anak-anak, yang mungkin juga belum terbiasa diajak traveling jauh dengan gaya gembel *kibas ransel butut*. Continue reading Liburan Akhir Tahun Tanpa Repot

Situs Candi Palgading di Sleman


“Jogja iki nek dikeruk kabeh isine candi.” Artinya, Jogja ini kalau dikeruk semua isinya candi, kata Delin adik saya. Dia memang suka lebay, terutama sejak diputus secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Tapi, memang situs candi di DIY dan sekitarnya sangat banyak dan saya yakin masih banyak juga yang belum diketemukan. Ingat kan ketika Universitas Islam Indonesia (UII) berniat membangun gedung baru dan malah menemukan candi? Sekarang candi tersebut dinamai Candi Kimpulan — sesuai dengan nama desanya — dan telah dibuka untuk umum.

Kompleks Candi Palgading
Kompleks Candi Palgading

Saya dan Puput punya misi untuk mengunjungi semua situs candi di sekitar DIY dan Klaten. Rasanya sudah belasan candi kami kunjungi, ternyata masih juga belum selesai. Sayangnya juga, saya tidak menemukan daftar candi yang lengkap, sehingga kesulitan melacaknya. Kalau mengandalkan situs wisata hanya tampak candi-candi besar yang sudah sangat mainstream itu. Bahkan salah satu link yang muncul adalah tulisan saya tentang candi-candi di seputaran Prambanan. Paling pol saya mengandalkan Wikipedia. Dari daftar candi, Candi Palgading ini sama sekali tidak pernah disebut-sebut. Namun bila kita search Candi Palgading akan nampak informasi singkatnya. Continue reading Situs Candi Palgading di Sleman

Jalan-jalan dengan Anak Kecil?? Siapa Takut….


Kami sering mendapat pertanyaan, “Jalan-jalan bawa anak-anak apa gak repot?” Ya jelas repot, wong jalan-jalan sendiri aja ribet apalagi bawa anak-anak, lebih-lebih kalau lebih dari satu dan masih kecil. Atau bisa juga dilihat dari sisi lain, punya anak aja repot apalagi diajak jalan-jalan, pasti lebih repot lagi. Repot, ribet, rebyek. Opo maneh jal…

Yang jelas punya anak adalah suatu anugerah yang siap tidak siap, mau tidak mau, harus dijaga sebaik-baiknya. Dulu memang rasanya gak kebayang jadi orang tua, tapi setelah dijalani selama hampir 5 tahun rasanya kami masih baik-baik saja, tetap enjoy sambil terus jalan-jalan.

the backpackologiest siap-siap ke kamboja di pagi dini hari... semua udah siap kecuali si Ola yg masih ngleker.. malam terakhir kami sebagai perantau di negeri jiran...
the backpackologiest siap-siap ke kamboja di pagi dini hari… semua udah siap kecuali si Ola yg masih ngleker.. malam terakhir kami sebagai perantau di negeri jiran…

Continue reading Jalan-jalan dengan Anak Kecil?? Siapa Takut….

Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!


Saya sama simbok Olen itu punya kesukaan yang hampir sama. Kami sama-sama suka bola (kami bukan cuma seneng tapi bener-bener ngerti bola), sama-sama suka sejarah (tapi sejarah asmara kami gampang lupa), West TV series favorit juga sama, kami juga sesama lulusan HI. Walau jarak usia kami jauh, saya 17 dan dia 38 (kemudian diuncali kumkuman cawet) kami jarang berantem. Kecuali kasus semangka, Zanetti dan walkman. Ah itu cerita masa lalu, jaman Olen masih doyan ngemut es gabus. Ya pokoknya Olen itu manusia favorit dalam hidup saya. Eh ini ngapa jadi kayak acara tali kasih deh!

Intinya Olen itu panutan dalam hidup saya selain Nabi Muhammad. Termasuk soal traveling. Saat dia baru pulang dari Kamboja dan cerita soal Tuol Sleng, sejak itu saya bercita-cita harus ke sana dan akhirnya kesampaian.

3
Ini riverside tempat saya ketemu si Naim

Continue reading Ketemu orang Kamboja yang fasih Bahasa Indonesia di Phnom Penh!