Category Archives: Turkey

Ribuan Tahun Hidup Cappadocia


Ini postingan serius. Kalian boleh saja eker-ekeran masalah Erdogan dan keberadaan Kedutaan Israel di Ankara, tapi dijamin kalian akan sepakat terpesona bersama bila berkunjung ke wilayah negara Erdogan yang satu ini.

Cappadocia. Kapadokya. Namanya saja sudah romantis bukan? Sama romantisnya dengan nama Olenka.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Love Valley

Olenka berdiri di ujung Pigeon Valley, menatap nanar burung-burung merpati yang terbang. Dia tengah gundah gulana mencari makna dari kisah cintanya di Cappadocia. Romantis banget kan, bisa jadi scene FTV, asal tidak berubah menjadi sinetron hidayah karena Olenka kena azab ketelekan manuk.

Sudah, sudah. Ini mau jadi tulisan serius. Hampir tiga tahun berlalu dan sepertinya saya belum pernah menulis sejarah tempat yang panoramanya terasa magis ini. Cappadocia berada di region Anatolia, di Turki bagian Asia. Saat ini yang dinamakan Cappadocia adalah suatu daerah gabungan dari provinsi Aksaray, Nevsehir, Kayseri, Kirsehir, dan Nigde. Bila datang dengan pesawat biasanya kita akan mendarat di Kayseri yang bandaranya lebih besar, atau Nevsehir yang jaraknya lebih dekat. Kota yang dituju turis adalah Goreme hingga ke Urgup. Continue reading Ribuan Tahun Hidup Cappadocia

Advertisements

Istanbul Romansa Dua Benua


Angin dingin menampar pipi saya ketika keluar dari stasiun metro Aksaray di Istanbul, Turki. Jalanan basah diguyur hujan semalam, menyisakan rintik gerimis yang membuat pagi semakin sendu. Dengan berbekal peta gratis dari Bandara Ataturk, saya melangkahkan kaki menuju ke perhentian trem terdekat.

Pagi itu adalah hari pertama saya tiba di Turki. Lelah akibat kurang tidur dalam penerbangan antara Kuala Lumpur-Istanbul pupus begitu menyadari bahwa saya telah tiba di salah satu destinasi impian saya: Istanbul.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Hagia Sophia di Istanbul

Bagi saya, Istanbul menawarkan eksotisme yang tidak biasa. Dari letaknya saja, kita sudah dibuat terpana karena kota ini berada di dunia benua, yaitu Asia dan Eropa, dipisahkan oleh Selat Bosphorus. Penduduknya pun sama menariknya. Ada yang berwajah kearab-araban dan mengenakan kerudung, banyak pula yang berambut pirang terang dengan mata biru seperti kebanyakan orang Eropa.

Mari kita langkahkan kaki bersama menyusuri romansa dua benua. Continue reading Istanbul Romansa Dua Benua

Pengalaman Menyetir Sendiri di Cappadocia


Cappadocia memang menjadi magnet bagi setiap wisatawan yang datang ke Turki. Meskipun cukup jauh dari Istanbul, kota terbesar walaupun kini bukan lagi pusat pemerintahan Republik Turki, Cappadocia tetap menjadi primadona karena alamnya yang unik dan bisa dinikmati dari angkasa lewat wisata balon udara yang tersohor, maupun dari darat dengan bis atau mobil biasa.

Balon udara alias hot air balloon di Cappadocia, Turki
Balon udara alias hot air balloon di Cappadocia, Turki

Continue reading Pengalaman Menyetir Sendiri di Cappadocia

Where To Stay In Istanbul


Hotel, hostels, couchsurfing, or Airbnb-rented flat to stay in Istanbul? I opt for a corner penthouse overlooking Marmara Sea in one side and the minarets of the Blue Mosque in other side. I am quite a dreamer.

Although Istanbul is on the cheaper side compared to other big cities in its fellow European countries, we have spent so much for KUL-IST-KUL airfare (2 adults+1 kid). Also, we planned on going to Capadoccia by Pegasus, so, cost for accommodation should be minimal.

The magnificent Hagia Sophia
The magnificent Hagia Sophia

Hotels, apartments are plenty in Istanbul. You are never short of choices. You can also choose the neighborhood that suits your preference. Continue reading Where To Stay In Istanbul

Mari Menjadi Hagia Sophia


“Tiiit tiit,” ponsel saya bergetar ketika sedang berada di kebun, sibuk mencampur nutrisi untuk tanaman. Ternyata pesan Whatsapp dari Noni, teman lama saya.

Terbaca:

“Yuhu. Sekarang aku baru tahu kenapa kamu namain adiknya Aik dengan nama Sophia. Hagia Sophia (nama lainnya Aya Sofya -ed) memang magically. Magical. Gw jatuh cinta juga. Bisa merasakan Bagaimana Tuhan dimuliakan dengan berbagai cara bahkan mungkin berbagai bahasa.”

Screenshot_2015-11-02-21-31-57

Mohon abaikan kesalahan tata bahasa dan typo, maklum teman saya ini jarinya jempol semua. Abaikan juga kenyataan bahwa setelah itu kami berlanjut dengan diskusi mengenai Ottoman spice dan teh viagra. Dan lantas membahas tata laksana penggunaan dildo. Sungguh pembicaraan remaja tahun 1990an. Absurd. Ngalor-ngidul. Continue reading Mari Menjadi Hagia Sophia